Belajar dan bertumbuh bersama Yesus Kristus yang adalah Guru dan Tuhan. Muridkan diri pribadi lebih dahulu sebelum memuridkan orang lain

February 05, 2019

Perayaan Imlek bagi Orang Kristen Bolehkah ?

Nats: I Korintus 9:19;23

19 Sungguhpun aku bebas terhadap semua orang, aku menjadikan diriku hamba dari semua orang, supaya aku boleh memenangkan sebanyak mungkin orang.

23 Segala sesuatu ini aku lakukan karena Injil, supaya aku mendapat bagian dalamnya.

Di dalam Alkitab kita tahu bahwa kebenaran dinyatakan setahap demi setahap. Satu langkah demi satu langkah. Bagi orang yang belum diselamatkan, hal terutama dalam hidup ini adalah diselamatkan. Hal yang terutama yang perlu direnungkan dan dihayati, sesuatu yang sungguh harus diperoleh adalah keselamatan jiwa. Jika anda sudah diselamatkan, puji Tuhan! Langkah pertama sudah kita lewati! Jika belum, maka anda dalam bahaya besar. Dan jika anda sudah diselamatkan, maka langkah berikut kita adalah bagaimana kita membangun hidup ini supaya sepadanan dengan Injil Yesus Kristus. Jangan dibalik menjadi Injil dipadankan dengan hidup kita. Bukan Injil yang diubah, tetapi hidup kita yang harus diubah.

Dalam rangka inilah kita sebagai manusia, sebagaimana manusia sudah tersebar di seluruh dunia dan di seluruh bangsa sudah terbangun beraneka ragam adat istiadat, muncul banyak pertanyaan sejauh mana orang Kristen harus mengikuti adat-istiadat yang tidak melanggar kebenaran firman Tuhan

.

Minggu ini sebagian orang Tionghoa merayakan hari raya Imlek dan ini adalah momen yang cukup tepat untuk berbicara masalah adat-istiadat. Saya bertemu dengan banyak orang batak yang bertanya apakah adat Ulos itu boleh dilakukan? Demikian juga dengan perayaan Ngaben di Bali, perayaan di Toraja serta berbagai perayaan adat lainnya boleh dilakukan?

Saudaraku, banyak adat istiadat dari suku-suku bangsa yang kita tidak ketahui jika kita tidak berada di dalamnya. Orang Tionghoa tahu banyak hal mengenai adat istiadatnya saja. Demikian juga dengan orang Batak, Manado, dan suku-suku lainnya lebih tahu adat istiadat mereka sendiri. Dan ada banyak sekali pertanyaan yang muncul dalam rangka seminar dan tanya jawab mengenai sejauh mana adat istiadat itu boleh diikuti.

Pagi ini saya ingin mengajak kita merenungkan hal ini. Rasul Paulus menuliskan di dalam surat Galatia, “Dan di dalam agama Yahudi aku jauh lebih maju dari banyak teman yang sebaya dengan aku di antara bangsaku, sebagai orang yang sangat rajin memelihara adat istiadat nenek moyangku.”(1:14) Saudaraku, apakah Paulus kemudian meninggalkan adat istiadat nenek moyangnya? Kisah Rasul 28:17 menjelaskannya. Paulus mengatakan, “Saudara-saudara, meskipun aku tidak berbuat kesalahan terhadap bangsa kita atau terhadap adat istiadat nenek moyang kita, namun aku ditangkap di Yerusalem dan diserahkan kepada orang-orang Roma.” Tetapi, jika kita membaca Matius 15:3, Tuhan Yesus memberi jawab kepada orang-orang Farisi dan ahli Taurat, “Mengapa kamupun melanggar perintah Allah demi adat istiadat nenek moyangmu?” Yesus dengan sangat tegas mengecam orang Yahudi yang sangat memelihara adat istiadat nenek moyang tetapi melanggar firman Tuhan. Jelas hal ini tidak boleh terjadi di dalam kekristenan, kita tidak boleh melanggar ketetapan firmanNya karena lebih mementingkan adat istiadat. Saudaraku yang terkasih dalam Tuhan, berarti harus ada suatu kesimpulan. Kesimpulan bagaimanakah sikap kita terhadap adat istiadat.

Kita bisa katakan bahwa setelah seseorang bertobat dan percaya Tuhan Yesus tuntutan Alkitab hanyalah kita harus meninggalkan dosa. Jikalau di dalam adat istiadat ada hal-hal yang bisa mendorong orang untuk berbuat dosa, janganlah lakukan itu.

Saya cukup dekat dengan kakek saya. Dia menceritakan bahwa pada masa penjajahan Belanda, setiap hari raya Imlek, selama tiga hari tiga malam orang boleh berjudi di jalan dan tidak akan apa-apa. Pada saat itu, orang yang tidak pernah judipun akan menjadi ikut-ikutan berjudi saat itu. Di Kalimantan Barat, setiap hari raya Imlek, anak-anak biasanya mendapat banyak “angpao,” karena mereka memegang banyak uang, biasanya mereka mulai belajar merokok dan berjudi. Bisa jadi, lewat dua tiga hari mereka terjerat iblis dan menjadi penjudi ataupun perokok berat.

Saudaraku, ingatlah seruan Alkitab untuk orang yang sudah bertobat untuk meninggalkan dosa. Dalam rangka meninggalkan segala dosa sangat mungkin ada banyak adat istiadat yang harus kita tinggalkan yang ada sangkut-paut dengan dosa di dalamnya. Dalam adat istiadat Tionghoa, dalam hal pernikahan, biasanya di kamar pengantin baru harus ada setandan pisang supaya anak cucunya banyak seperti pisang itu. Dan di dalam banyak acara besar terlihat banyak sekali mistik-mistikan di dalamnya. Orang Tionghoa harus berhati-hati di dalamnya. Biasanya waktu acara orang meninggal, orang Tionghoa akan berdiri di depan peti jenazah itu, yang Budha biasanya akan mengambil hio dan menyembah. Yang Katolik biasanya akan membuat “tanda salib” di dada mereka, yang Kristen datang dan bingung harus berbuat apa sehingga mereka pun mengambil sikap berdoa di depan peti. Sedangkan jikalau saya yang datang langsung makan kacang karena tidak ada signifikan untuk melakukan hal itu.

Di dalam hal adat-istiadat ada banyak hal positif dan juga ada hal negatif. Adat istiadat yang positif misalnya masalah jenjang hormat menghormati. Saya mendengar bahwa dalam tradisi orang Batak, jika marga yang satu mengadakan pesta maka marga yang lain itu akan menyuci piring.

Adat istiadat ada yang positif dan juga ada yang negatif. Dari segi negatif ada mistik-mistikan di dalam adat istiadat dan kita harus hati-hati di dalamnya. Sekali lagi, seruan Tuhan untuk orang Kristen yang sudah lahir baru adalah meninggalkan dosa, yaitu meninggalkan hubungan kita dengan iblis. Tanggalkanlah adat istiadat yang disusupkan oleh iblis di dalamnya. Tinggalkanlah semua adat istiadat yang memiliki unsur setan di dalamnya.

Hal kedua yang perlu mendapatkan perhatian adalah masalah adat istiadat berkaitan dengan moral. Paulus berbicara di dalam I Korintus 9:20-22, “Demikianlah bagi orang Yahudi aku menjadi seperti orang Yahudi, supaya aku memenangkan orang-orang Yahudi. Bagi orang-orang yang hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku sendiri tidak hidup di bawah hukum Taurat, supaya aku dapat memenangkan mereka yang hidup di bawah hukum Taurat. Bagi orang-orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku tidak hidup di luar hukum Allah, karena aku hidup di bawah hukum Kristus, supaya aku dapat memenangkan mereka yang tidak hidup di bawah hukum Taurat. Bagi orang-orang yang lemah aku menjadi seperti orang yang lemah, supaya aku dapat menyelamatkan mereka yang lemah. Bagi semua orang aku telah menjadi segala-galanya, supaya aku sedapat mungkin memenangkan beberapa orang dari antara mereka.” Tetapi hal yang terpenting adalah jangan sampai kita ikut-ikutan sampai melupakan dua hal ini, yaitu masalah spiritual dan masalah moral.

Masalah moral erat kaitannya dengan masalah pakaian. Misalnya, ketika saya pergi menginjil ke orang Madura, tentu saya tidak boleh mengenakan pakaian “ala chinese” ke sana, karena itu tidak tepat. Ada baiknya saya berpakaian Madura supaya lebih mudah diterima. Tetapi, jika saya pergi menginjil ke daerah Irian, tentu saja saya tidak boleh berpakaian Koteka ke sana. Mengapa? Karena itu menyangkut masalah moral. Dapat dibayangkan seandainya ada yang memotret saya waktu pelayanan di sana dan hasil “jepretan”nya dibawa ke Jakarta. Tentu banyak yang akan heboh dan berkata, “Wah! Pak Suhento pakai Koteka!” Mungkin mereka akan membicarakan bentuk, ukuran, dan berbagai hal yang secara moral tidak baik. Tentu hal ini akan berbeda jika kita pergi menginjil di negara Sakura. Kita bisa aja mengenakan pakaian ala Jepang. Yang wanita tidak dilarang untuk menggunakan Kimono karena itu tidak melanggar moral. Tentu wanita tidak diizinkan menggenakan pakaian India yang terlihat pusarnya jika pergi pelayanan di sana, karena ada unsur moral di dalamnya. Karena ada sesuatu yang dilanggar. Jadi kita harus dapat memahami hal ini dengan sebaik mungkin. Rasul Paulus mengatakan bahwa ia mau melakukan segala sesuatu karena Injil. Mau menjadi apa saja supaya dapat menyelamatkan sebanyak mungkin orang itu.

Saya pernah berkomentar dengan seorang Jawa mengenai masalah Blankon. Saya mengatakan bahwa Blankon itu lumayan bagus. Kemudian dia memberitahu saya bahwa topi mereka itu mempunyai filosofinya. Katanya, ketika kita melihatnya, kita akan melihat bahwa ada suatu yang menonjol di bagian belakangnya, hal itu sesuai dengan sifat orang Jawa yang suka menyimpan kekesalan dan kemarahannya di belakang dan berpura-pura manut, sedangkan hatinya menyimpan perasaan “dongkol.” Sebagai orang Kristen tentu kita tidak boleh demikian. Filosofi itu tidak sesuai dengan nilai kekristenan. Firman Allah mengajarkan kita untuk berkata ya di atas ya dan tidak jika tidak!

I Korintus 14:40 mengajarkan prinsip mengenai masalah ini. “Tetapi segala sesuatu harus berlangsung dengan sopan dan teratur.” Pakaian ala Tionghoa yang saya pakai tentu tidak bertentangan dengan masalah moral. Saya banyak bertemu orang Tionghoa yang sudah uzur usianya, dan mereka sering berkata kepada anak-anak mereka jangan masuk agama orang barat. Padahal secara geografis saja mereka salah karena Yesus berasal dari daerah Timur Tengah yang termasuk daerah “timur.” Jadi jelas kekristenan tidak berasal dari daerah barat. Mungkin mereka melihat yang kotbah itu menggunakan dasi dan jas, sehingga agamanya dianggap sebagai agama barat. Intinya kita bukan percaya kepada agama dari barat maupun timur, kita hanya percaya kepada kebenaran.

Saudaraku, di dalam kita mengikut adat-istiadat ada hal positif dan negatif. Sebagai orang Kristen, kita perlu hati-hati mengenai ini. Kata hati-hati ini mempunyai arti yang sangat penting. Ketika saya kuliah di Amerika, saya bertemu dengan pastor yang sudah sangat tua. Dia dan istrinya pernah ke Indonesia. Ketika bersalaman dengan saya, ia tidak mengucapkan ucapan selamat ataupun kata-kata lainnya, tetapi ia berkata, “Hati-hati!” Saya kaget mendengarnya, kemudian ia menceritakan kisahnya ketika di sini. Ia menaiki taksi di negara ini, namun ia takut bukan main karena sopirnya “ngebut” banget. Sehingga dia bertanya apa kata Indonesia untuk carefull. Setelah itu, kemana saja dia pergi, ia terus mengingatkan supir taksi untuk hati-hati! Seumur hidup ia akan ingat kata-kata itu. Sehingga ketika bertemu saya dia mengucapkan kata ini. Hati-hati!

Saya pikir kata itu lebih penting daripada ribuan kata sapaan. Karena jika kita tidak hati-hati bisa repot jadinya. Jadi orang Kristen kita bisa salah langkah dan terjerembab karena tidak hati-hati. Oleh sebab itu, di dalam mengikuti adat istiadat kita perlu berhati-hati. Pakaian yang kita pakai tidak akan salah, jika pakaian itu sopan dan teratur. Jangan mengikuti kegiatan-kegiatan yang menjurus kepada sesuatu yang dapat menyakiti hati Tuhan, yaitu kegiatan-kegiatan yang ada unsur mistik-mistikan di dalamnya maupun unsur-unsur moral yang sudah agak miring.

Saudaraku, banyak budaya di dunia ini yang iblis sudah memiliki “saham” di dalamnya sehingga ada banyak unsur magis dan agak sedikit kacau dalam masalah moral di dalamnya. Saya kaget ketika membaca buku yang menceritakan adat-istiadat orang Eskimo sebelum Injil masuk ke sana. Dalam tradisi mereka, setiap ada tamu yang datang berkunjung ke rumah, maka tuan rumah akan memberikan istrinya sebagai teman tidur tamu. Baru ketika mereka mengenal kebenaran mereka meninggalkan kebiasaan itu.

Oleh sebab itu, sebagai orang Kristen kita harus berhati-hati. Pertama, kita perlu diselamatkan. Jika kita sudah diselamatkan, tuntutan Tuhan dalam hidup kita adalah meninggalkan dosa dan segala hal yang ada hubungannya dengan iblis karena kita sudah dimerdekan dan menjadi milik Tuhan. Kita harus meninggalkan semua hal negatif itu, termasuk di dalamnya adat istiadat yang ada hal-hal yang demikian. Amin!


Sumber : Khotbah Dr. Liauw (2 Februari 2003)
Disadur ulang oleh Ev. Chandra Johan
http://www.gbiasemarang.blogspot.com, http://www.lexicalife.blogspot.com, http://www.trainingyourchildren.blogspot.com

January 02, 2019

Menebus Waktu

Efesus 5:15-16 (TB)
15 Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,
16 dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.

Hal paling bermanfaat adalah WAKTU bukan UANG anda dapat menghasilkan uang lebih banyak tapi tidak dengan waktu.

Anda bisa memberikan uang jajan kapan saja untuk anak tapi tidak dengan waktu,  anda dapat menyumbang uang pada siapa saja tapi belum tentu dapat menemani orang lain kapan saja.

Memberikan hal yang terbaik untuk TUHAN bukan uang tapi waktu anda untuk Dia.

Banyak dari kita bekerja keras hingga lupa waktu pada akhirnya banyak juga orang menghabiskan harta benda yang dia kumpul bertahun-tahun untuk bisa sehat,  sembuh dari sakit inilah bentuk lingkaran waktu. 

Sebenarnya bukan uang atau kenyamanan dalam hidup kita yang paling penting tapi waktu,  orang rela untuk mengorbankan segala-galanya jika ingin hidup lebih lama,  lebih banyak waktu.

Tuhan menghendaki kita punya hubungan yang lebih intensif dengan Dia,  bukan uang anda yang menjadi persembahan yang sempurna tapi pemberian diri anda,  mengorbankan waktu anda,  kebersamaan anda dengan Dia.

Mulailah komitment untuk memiliki waktu berkualitas dengan TUHAN setiap hari,  komitmentlah untuk memulai Doa di pagi hari,  15 menit,  30 menit,  1 jam atau lebih banyak lagi untuk berdoa membangun hubungan dengan Tuhan Yesus.

Percayalah anda akan melihat perubahan terjadi di tahun 2019, jika banyak hal anda belum menemukan cara,  belum menemukan jalan keluar,  belum terwujud harapan anda makan sekarang saatnya anda meraih semua itu dengan melibatkan TUHAN melalui pengorbanan waktu kepada Dia.

Doa adalah cara paling ampuh dan sederhana untuk memulai meberikan waktu berharga untuk TUHAN.

Psalms 90:12 (KJV)  So teach us to number our days, that we may apply our hearts unto wisdom.

Mazmur 90:12 (TB)  Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.

January 01, 2019

Hidup yang lama telah selesai!

2 Korintus 5:17 (TB)  Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.

Selesai di dalam Dia,  kekayaan dan kehormatan  tidak membuat saya melebihi orang lain karena sesungguhnya YESUS KRISTUS jauh lebih berharga dengan emas,  permata atau apapun itu.

Kehilangan,  keterpurukan serta kemiskinan tidak membuat saya dan anda terhina karena YESUS KRISTUS oleh Kasih Karunia-Nya selalu hadir disetiap musim hidup kita dan dalam keluarga kita,  hidup ini telah jadi lebih berharga sejak kita hidup menyerahkan diri sepenuhnya pada kehendak TUHAN Yesus Kristus.

Dalam kelemahanku kita kuat,  dalam kesendirian kita dapat menikmati Kasih-Nya yang sungguh luar biasa,  nikmat, ajaib dan penuh rasa syukur.

Dalam lembah maut sekalipun kita  tidak takut karena TUHAN YESUS selalu ada bersama-sama kita,  bahkan Dia menyediakan  hidangan di hadapan para lawan kita.

Ya... Kita sudah selesai dengan hidup ini karena kini kita hidup didalam Dia yang telah menyelamatkan kita.  Terima kasih Abba Bapa.

Galatia 2:20 (TB)  namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.

December 16, 2018

Renungan Sambut Natal

Renungan Menyambut Natal 2018

Banyak agama mengajarkan kebaikan dan kasih sayang tapi hanya Yesus Kristus yang memberikan PENGAMPUNAN DOSA !

Tidak ada Nabi atau Rasul yang dapat mengampuni Dosa selain Yesus Kristus Sang Juruselamat.

Lukas 5:20 (TB)  Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia: "Hai saudara, dosamu sudah diampuni."

Yang anda butuhkan adalah kebebasan dari ikatan dosa, selama anda masih terikat dengan dosa anda tidak akan pernah menjadi benar ! Yesus Kristus adalah satu-satunya jalan kebenaran dan hidup karena Dia dapat mengampuni dosa-dosa anda.

Yohanes 14:6a (TB)  Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup.

Usaha anda untuk "beragama" dan mengikuti segala aturan dan petunjuk-petunjuk berbuat baik akan menjadi sia-sia tanpa penyerahan diri kepada kehendak TUHAN melalui percaya pada YESUS KRISTUS, percaya kepada Dia berarti percaya bahwa DOSA anda sudah diampuni.

Anda tidak akan pernah selesai dan tidak akan pernah cukup usaha anda untuk menyelamatkan diri anda dari kebinasaan akibat dosa, satu-satunya cara dan satu-satunya jalan keselamatan hanya melalui YESUS KRISTUS ! PERCAYALAH !!

Mazmur 49:7-8 (TB)
7 (49-8) Tidak seorang pun dapat membebaskan dirinya, atau memberikan tebusan kepada Allah ganti nyawanya,
8 (49-9) karena terlalu mahal harga pembebasan nyawanya, dan tidak memadai untuk selama-lamanya —


Merayakan Natal bukan tentang pesta pora, baju baru dan segala hiruk-pikuk keramaian Natal tapi tentang menyadari HADIAH KESELAMATAN KEKAL telah diberikan ALLAH BAPA kepada kita yang percaya melalui lahirnya Juruselamat Dunia Yesus Kristus Tuhan.


Yohanes 3:16 (TB)  Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Mari bagikan kabar Pengampunan Dosa, bagi mereka yang masih terikat dengan dosa.


Selamat Menyambut Hari Natal Yesus Kristus Juruselamat Dunia 2018.



October 05, 2018

Belajar Iman dari Sadrakh, Mesakh dan Abednego.

Daniel 3:17-18 (TB)
17 Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja;
18 tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu."

Banyak dari kita "kelihatan" sangat mengasihi TUHAN dan sepertinya siap mati untuk Dia. Saat kita memiliki kehidupan yang mapan serba cukup dan semua tersedia akan sangat mudah untuk hidup bersyukur dan tetap "kelihatan" setia dalam urusan rohani. Meski banyak orang juga jatuh dalam dosa dan hidup melupakan TUHAN di saat harta bergelimang.

Tidak ada yang salah dengan kesuksesan dan materi atau harta kekayaan yang kita miliki jika semua potensi dan harta kekayaan kita gunakan untuk membantu orang lain. Kesalahan terbesar bisa terjadi berhubungan dengan segala pencapaian, prestasi dan harta adalah sikap acuh dan sombong yang terbentuk dari hal tersebut.
Seringkali banyak orang menilai bahwa jabatan, kekayaan dan prestasi lebih penting dari keyakinan iman, kita hidup di dunia yang serba transparan dan penuh jebakan. Iman satu-satunya pedoman sekaligus filter bagi orang percaya.

Belajar dari Sadrak, Mesakh dan Abednego yang tidak menukar keyakinan iman dengan jabatan bahkan hukuman di bakar hidup-hidup. Keteguhan Iman dari ketiga orang ini sangat jelas terlihat saat mereka berkata :

"...tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu."

"Seandainya tidak" adalah statement kesiapan mereka untuk siap menghadapi hal terburuk dan tetap percaya dan memegang teguh prinsip iman mereka, tidak ada ungkapan iman yang melebihi ungkapan keyakinan iman dari Sadrakh, Mesakh dan Abednego yang pernah di catat oleh Alkitab.

Hari ini anda mungkin ada pada titik lemah dan hampir tidak peduli lagi dengan apa yang anda yakini, pertolongan tidak terlihat, kesulitan tidak berakhir, keuangan sangat buruk, penyakit tidak sembuh, jatuh tempo kredit sudah lewat, semua sepertinya sia-sia !

Maukah anda jadi pemenang ? Miliki Iman seperti Sadrakh, Mesakh dan Abednego, tetap percaya pada TUHAN meski tidak ada alasan untuk percaya, tetap berharap meski tidak ada harapan lagi dan seandainya hal terburuk terjadi atau anda sedang didalamnya jangan pernah kendor iman anda, Tuhan Yesus Kristus mengasihimu dan Dia ada dengan anda meski dalam api penderitaan, Dia akan mengubah kepedihan dan seluruh tangisan anda menjadi tarian kemenangan.

Baca: Indah Pada Waktu-Nya

Daniel 3:25-26 (TB)
25 Katanya: "Tetapi ada empat orang kulihat berjalan-jalan dengan bebas di tengah-tengah api itu; mereka tidak terluka, dan yang keempat itu rupanya seperti anak dewa!"
26 Lalu Nebukadnezar mendekati pintu perapian yang bernyala-nyala itu; berkatalah ia: "Sadrakh, Mesakh dan Abednego, hamba-hamba Allah yang maha tinggi, keluarlah dan datanglah ke mari!" Lalu keluarlah Sadrakh, Mesakh dan Abednego dari api itu.

Ingatlah !
Penderitaan anda adalah sarana TUHAN menunjukan pada dunia betapa Dia sangat mengasihimu dan menjadikan anda melebihi pemenang.

September 19, 2018

Menjadi Kuat dalam Kasih Karunia Tuhan



1 Korintus 1:21 Oleh karena dunia, dalam hikmat Allah, tidak mengenal Allah oleh hikmatnya, maka Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya oleh kebodohan pemberitaan Injil.

Injil Kristus tujuannya bukan untuk membuat orang menjadi pintar beragama dan tidak membuat orang hidup dalam syarat-syarat tertentu tapi injil mengajarkan orang untuk hidup dan memiliki perilaku mengasihi sama seperti TuhanYesus Kristus.

Hidup dan bertumbuh dalam Kasih Karunia menjadikan orang memiliki hikmat dan kesalahan bukan sekedar pinter dan hidup teratur tapi yang melebihi dari kedua hal tersebut.
Jika anda berusaha pintar dalam Injil anda tidak akan pernah mendapatkannya karena hikmat kebenaran adalah pengilhaman yang Tuhan sendiri berikan dan itu adalah karunia langsung dari TUHAN.

Jika anda berusaha hidup teratur akibat menjalankan syarat keagamaan maka anda tidak akan pernah memiliki kesalehan, kesalehan adalah sikap yang terjadi karena keintiman yang terbentuk dalam kasih bersama TUHAN dan ini bukan sekedar akibat dari usaha memenuhi syarat untuk selamat tapi sebuah jalinan akrab dengan Tuhan lewat merasakan Kasih-Nya secara langsung.

Ada perbadaan yang sangat besar dapat anda rasakan dalam kehidupan kekristenan jika hanya sekedar berusaha berperilaku benar karena takut melanggar sebuah aturan keagamaan dan menjadi benar akibat merasakan cinta kasih dari Tuhan. 

Menjadi benar karena akibat dari permintaan syarat keagamaan akan membuat anda berusaha tampil baik didepan manusia, didepan pimpinan keagamaan, fokus membangun hubungan kepada Tuhan jadi nomor kedua, berbeda jika fokus anda pada cinta dan kebaikan Tuhan maka perbuatan baik otomatis bertumbuh seiring pengenalan anda kepada Tuhan. 

Hiduplah dalam Kasih Karunia adalah kehidupan yang sepenuhnya di ubahkan oleh TUHAN dalam kasih karunia, hasilnya bukan sekedar pintar tapi berhikmat, bukan sekedar kehidupan yang baik dan teratur tapi ketaatan dalam kesalahan, perbuatan baik menjadi gaya hidup bukan sekedar takut berbuat salah karena terikat syarat tapi secara alami kecendrungan diri anda adalah melahirkan perbuatan baik.

Sahabat, TUHAN memanggil anda bukan untuk menjadi super hero bagi dunia tapi untuk berbagi Kasih Tuhan dan mengubah dunia.
Mengenal Injil yang benar akibatnya anda mungkin dikatakan bodoh, lemah dan terhina bagi orang-orang yang tidak hidup dalam Kasih Tuhan. Itu bukan masalah karena saat kita hidup dalam Kasih-Nya fokus kehidupan kita berubah dan teralihkan dari hal-hal duniawi.

Tuhan menjadikan kita lebih dari pemenang, dalam renungan ayat Alkitab hari ini anda bisa menemukan bagaiman Tuhan bekerja dan membalikan situasi, kelemahan menjadi kekuatan yang disangka bodoh akhirnya mengalahkan hikmat dunia, betapa hebat TUHAN kita.

1 Korintus 1:27-28 
27 Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat,
28 dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti,

Ingat hal ini :
Tuhan tidak mencari manusia Super Hero untuk dipakai-Nya tapi dia mencari manusia biasa untuk diubahkan menjadi alat yang luar biasa bagi kerajaan-Nya dan itu adalah anda.

Bacaan Alkitab 1 Korintus 1:21-30

21  Oleh karena dunia, dalam hikmat Allah, tidak mengenal Allah oleh hikmatnya, maka Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya oleh kebodohan pemberitaan Injil.

22  Orang-orang Yahudi menghendaki tanda dan orang-orang Yunani mencari hikmat,

23  tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan,

24  tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah.

25  Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat dari pada manusia.

26  Ingat saja, saudara-saudara, bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang.

27  Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat,

28  dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti,

29  supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah.

30  Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita.



September 18, 2018

Berbagi Kehidupan


Ayat Renungan:
Filemon 1:6 (TB)  Dan aku berdoa, agar persekutuanmu di dalam iman turut mengerjakan pengetahuan akan yang baik di antara kita untuk Kristus.

Kata-kata dapat diungkapkan untuk sekadar berkomunikasi tanpa sungguh-sungguh ada keterlibatan hati dan perasaan. Dalam persekutuan, komunikasi tidak hanya tukar menukar informasi, melainkan juga berbagi hati, perasaan, dan kasih. Inilah hakikat persekutuan Kristen.

Paulus, walaupun rasul dan pemimpin rohani untuk Filemon (Filemon 1:8) dan Arkhipus (Kol. 4:17), menyapa mereka sebagai rekan kerja dan rekan seperjuangan. Sapaan Paulus bukan petunjuk, nasihat, ataupun perintah. Sapaan Paulus adalah berkat (Flp. 1:3), ucapan syukur (Filemon 1:4), dan doa (Filemon 1:6) bagi mereka. Kata-kata Paulus menyatakan isi hatinya yang hangat penuh dengan kepedulian terhadap mereka.

Relasi intimnya dengan Filemon dan kawan-kawannya membuat Paulus ikut bersyukur melihat pertumbuhan kasih mereka kepada saudara-saudara seiman serta kedewasaan iman mereka terhadap Tuhan Yesus. Sesungguhnya dalam rasa syukur Paulus itu terkandung harapan agar Filemon terus semakin bertumbuh dalam pengetahuan iman yang benar yang pada akhirnya mendorong perwujudan kasih sejati dalam tindakan terhadap sesama orang kudus. Jelas sekali Paulus sedang mempersiapkan Filemon untuk menyatakan kasihnya terhadap satu saudara seiman, yang akan nyata pada perikop selanjutnya.

Hakikat persekutuan Kristen adalah berbagi hidup. Sama seperti Paulus berbagi hidupnya sebagai bapak rohani kepada Filemon, kita dipanggil untuk saling berbagi hidup dengan saudara seiman kita. Berbagi hidup berarti berbagi dalam mendoakan, menasihati, dan meneladankan hidup yang terus-menerus diperbarui oleh Tuhan Yesus. Dengan demikian, berbagi hidup akan mendorong iman kita semakin diteguhkan kepada Kristus dan agar kasih kita semakin ditumbuhkan kepada sesama.

Renungkan: Berbagi hidup untuk kepentingan pertumbuhan iman sesama, adalah bukti kita sudah menerima hidup Kristus.

Bacaan Alkitab : Filemon 1:1-7

1 Dari Paulus, seorang hukuman karena Kristus Yesus dan dari Timotius saudara kita, kepada Filemon yang kekasih, teman sekerja kami

2 dan kepada Apfia saudara perempuan kita dan kepada Arkhipus, teman seperjuangan kita dan kepada jemaat di rumahmu:

3 Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.

4 Aku mengucap syukur kepada Allahku, setiap kali aku mengingat engkau dalam doaku,

5 karena aku mendengar tentang kasihmu kepada semua orang kudus dan tentang imanmu kepada Tuhan Yesus.

6 Dan aku berdoa, agar persekutuanmu di dalam iman turut mengerjakan pengetahuan akan yang baik di antara kita untuk Kristus.

7 Dari kasihmu sudah kuperoleh kegembiraan besar dan kekuatan, sebab hati orang-orang kudus telah kauhiburkan, saudaraku.


September 17, 2018

Kekuatan dalam Kelemahan

Ayat Renungan
Jika aku lemah, maka aku kuat" (2 Korintus 12:10b).

Pernyataan yang paradoks ini, kita kenal dalam perjalanan rasul Paulus setelah melampaui banyak penderitaan dalam upaya penyebaran Injil. Walau Paulus merasa tidak perlu untuk mengungkapkannya kembali, ia bermaksud agar terhindar dari sikap tinggi hati. Meskipun Paulus punya banyak alasan untuk bermegah diri (2 Korintus 12:11-13).

Baca: Tuhan Ingin Menguatkan Anda

Walaupun telah mengalami peristiwa pertobatan yang hebat (2 Korintus 12:1), Paulus tidak ingin membanggakannya. Sewaktu dia mengungkapkan kembali penglihatannya, ia memperhalus pernyataannya dengan kalimat 'ada seorang Kristen' dan bukan 'sewaktu saya bertemu Tuhan empat belas tahun yang lalu'.

Disebutkan juga 'entah di dalam tubuh, entah di luar tubuh, aku tidak tahu', selanjutnya ditegaskan `hanya Allah yang mengetahuinya' (2 Korintus 12:2, 3). Lalu Paulus tiba-tiba terangkat ke Firdaus dan mendengar kata-kata yang tak terkatakan, yang tidak boleh diucapkan kembali oleh manusia (2 Korintus 12:4).

Para ahli menafsirkan bahwa peristiwa ini adalah kisah perjumpaan Paulus dengan Kristus, waktu Paulus berada dalam perjalanan ke Damaskus. Ada juga yang menyebutnya sebagai peristiwa pewahyuan dalam penglihatan akhir zaman.

Bagi Paulus semua pengalaman adikodrati tersebut tidak melahirkan kebanggaan diri. Ia malah membanggakan kelemahannya, dengan berpendapat `supaya aku jangan meninggikan diri karena pernyataan-pernyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu suatu utusan iblis' (2 Korintus 12:7).

Baca: Tuhan Ingin Membantu Anda

Berulang kali Paulus memohon kepada Tuhan agar beban itu diangkat dari dirinya. Namun Paulus kembali harus tunduk pada otoritas Tuhan, karena dalam hambatan inilah kuasa Tuhan semakin disempurnakan di dalam diri Paulus (2 Korintus 12:8, 9).

Refleksi: Apakah saat ini Anda sedang merasa teraniaya dalam pelayanan? Ingatlah bahwa dalam kelemahan manusia, kuasa pemulihan Tuhan yang cukup menghasilkan ketaatan, berlimpah.

Bacaan Alkitab : 2 Korintus 12:1-10

1 Aku harus bermegah, sekalipun memang hal itu tidak ada faedahnya, namun demikian aku hendak memberitakan penglihatan-penglihatan dan penyataan-penyataan yang kuterima dari Tuhan.

2 Aku tahu tentang seorang Kristen; empat belas tahun yang lampau — entah di dalam tubuh, aku tidak tahu, entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya — orang itu tiba-tiba diangkat ke tingkat yang ketiga dari sorga.

3 Aku juga tahu tentang orang itu, — entah di dalam tubuh entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya --

4 ia tiba-tiba diangkat ke Firdaus dan ia mendengar kata-kata yang tak terkatakan, yang tidak boleh diucapkan manusia.

5 Atas orang itu aku hendak bermegah, tetapi atas diriku sendiri aku tidak akan bermegah, selain atas kelemahan-kelemahanku.

6 Sebab sekiranya aku hendak bermegah juga, aku bukan orang bodoh lagi, karena aku mengatakan kebenaran. Tetapi aku menahan diriku, supaya jangan ada orang yang menghitungkan kepadaku lebih dari pada yang mereka lihat padaku atau yang mereka dengar dari padaku.

7 Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri. 

8 Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku. 

9 Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. 

10 Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.

September 16, 2018

Merdeka dalam Kasih Karunia atau Menjadi Budak

Ayat Renungan :
Galatia 5:4 (TB)  Kamu lepas dari Kristus, jikalau kamu mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat; kamu hidup di luar kasih karunia.

Apa daya tarik ajaran yang menjadikan usaha menaati hukum Taurat sebagai jalan keselamatan yang membuat orang berpaling dari Injil anugerah? Jawabannya: Gengsi. Menerima anugerah berarti mengaku tidak berdaya. Sebaliknya dengan melakukan Taurat berarti bisa membanggakan diri telah mengerjakan keselamatan untuk diri sendiri!

Paulus menghimbau jemaat Galatia untuk kembali setia kepada ajaran Injil sejati dan menolak injil palsu yang mau memperhamba diri mereka pada Taurat (ayat 1). Orang yang kembali kepada hukum Taurat akan menerima konsekuensi sbb.

Pertama, ia ada dalam bahaya di luar keselamatan karena menolak karya Kristus di salib (ayat 2,4). Baginya Kristus tidak dapat menyelamatkan dirinya. Hanya ia sendiri yang dapat menyelamatkan diri melalui menaati hukum Taurat.

Kedua, hukum Taurat menjadi alat pendakwa dirinya karena keselamatannya bergantung penuh kepada kemampuannya menaati secara sempurna hukum tersebut (ayat 3-4). Jemaat Galatia sudah memiliki anugerah keselamatan itu, maka mereka seharusnya tidak membiarkan diri disesatkan (ayat 6-9). Namun, Paulus yakin bahwa jemaat Galatia tidak akan murtad. Sebaliknya, mereka akan berjuang melawan penyesat-penyesat itu. Penyesat-penyesat itu harus dibasmi karena kalau tidak mereka akan merusak keharmonisan gereja. Paulus yakin mereka akan dihukum Tuhan (ayat 10).

Gereja harus berani bertindak tegas terhadap orang-orang yang memaksakan berbagai peraturan sebagai syarat untuk diselamatkan. Kalau hal ini dibiarkan akan menimbulkan kekacauan. Akan ada orang-orang yang menyombongkan diri oleh karena mereka sudah taat melakukan peraturan-peraturan tersebut.

Camkan: Setiap ajaran yang menekankan perbuatan menambahi atau bahkan menggantikan kasih karunia hanya akan membuahkan kesombongan dan perpecahan dalam gereja! 

Bacaan Alkitab Galatia 5:1-12
1 Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.

2 Sesungguhnya, aku, Paulus, berkata kepadamu: jikalau kamu menyunatkan dirimu, Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu.

3 Sekali lagi aku katakan kepada setiap orang yang menyunatkan dirinya, bahwa ia wajib melakukan seluruh hukum Taurat.

4 Kamu lepas dari Kristus, jikalau kamu mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat; kamu hidup di luar kasih karunia.

5 Sebab oleh Roh, dan karena iman, kita menantikan kebenaran yang kita harapkan.

Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih.

7 Dahulu kamu berlomba dengan baik. Siapakah yang menghalang-halangi kamu, sehingga kamu tidak menuruti kebenaran lagi?

8 Ajakan untuk tidak menurutinya lagi bukan datang dari Dia, yang memanggil kamu.

9 Sedikit ragi sudah mengkhamirkan seluruh adonan.

10 Dalam Tuhan aku yakin tentang kamu, bahwa kamu tidak mempunyai pendirian lain dari pada pendirian ini. Tetapi barangsiapa yang mengacaukan kamu, ia akan menanggung hukumannya, siapa pun juga dia.

11 Dan lagi aku ini, saudara-saudara, jikalau aku masih memberitakan sunat, mengapakah aku masih dianiaya juga? Sebab kalau demikian, salib bukan batu sandungan lagi.

12 Baiklah mereka yang menghasut kamu itu mengebirikan saja dirinya!


Setelah Penderitaan Berakhir

Ayat Renungan :
Roma 8:18 (TB)  Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.

Hidup di di dalam dunia berdosa, sungguh menderita. Apalagi kita yang sudah dimerdekakan dari dosa. Setiap hari kita melihat perbuatan dosa di sekeliling kita. Betapa batin kita menderita. Apalagi, kita masih hidup di dalam daging, masih bisa tergelincir ikut-ikutan berdosa. Kita menjadi lebih menderita lagi karena harus bertahan, menguasai diri agar tidak menyerah. Namun, syukur, penderitaan itu yang memang harus dilalui, tidak selama-lamanya.

Paulus memakai ilustrasi seorang perempuan yang sakit bersalin (Roma 8:22) Sembilan bulan menderita berbagai ketidaknyamanan. Puncaknya adalah menjelang dan saat melahirkan. Namun. setelah melahirkan, sukacita yang tidak terhingga melihat bayi yang lahir sehat sempurna, hadir menghapus semua duka yang dirasakan sebelumnya. Demikian juga hidup kita yang penuh dengan penderitaan sekarang ini, tidak sebanding dengan pengharapan Sorgawi yang dijanjikan Tuhan bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya di kelak (Roma 8:18).

Roh Kudus menolong, menuntun, dan membimbing kita menuju pengharapan itu. Dia adalah "Guru Kehidupan" kita menuju pengharapan tersebut (Roma 8:26a). Dia bahkan membantu kita menyampaikan segala keluhan kita kepada Bapa melalui doa karena kita sendiri tidak sempurna dalam berdoa. Bapa akan melihat apakah kita sungguh-sungguh berdoa atau tidak (Roma 8:26-27). Setiap orang percaya tidak boleh berkata "saya tidak tahu bagaimana berdoa." Roh Allah menolong kita berdoa. Roh Allah mengajar kita bahwa Allah sendiri turut bekerja dalam setiap langkah kehidupan kita. Dia tidak meninggalkan kita, justru mendampingi kita sebagai orang pilihan-Nya lewat Roh-Nya (Roma 8:28-30).

Oleh karena kita semua yang percaya Yesus memiliki Roh Kudus maka kita bisa berdoa. Saat kita terganggu dengan dunia ini yang sangat menekan kita dan hendak menghancurkan iman kita, berdoalah meminta kekuatan-Nya. Yakinkan diri kita sendiri bahwa Allah turut bekerja dalam segala keadaan kita untuk kebaikan anak-anak-Nya. Jadilah kuat dan jadilah pemenang.

Bacaan Alkitab Roma 8:18-30
Roma 8:18-30 (TB)

18 Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.

19 Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan.

20 Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesia-siaan, bukan oleh kehendaknya sendiri, tetapi oleh kehendak Dia, yang telah menaklukkannya,

21 tetapi dalam pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah.

22 Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin.

23 Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita.

24 Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya?

25 Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun.

26 Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.

27 Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.

28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

29 Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.

30 Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.


September 14, 2018

Tak Terpisahkan Dari Kasih Tuhan

Ayat Renungan hari ini : “Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? 

Seperti ada tertulis: “Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan.” 

Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita. 

Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.”
Roma 8:35-39 TB

Ayat hari ini merupakan pernyataan iman dari Rasul Paulus yang begitu kuat dan dapat anda jadikan sebagai jaminan atas Kasih Tuhan dalam hidupmu.

Segala bentuk ketidak berdayaan anda hari ini atau hari-hari sebelumnya bukanlah bukti bahwa TUHAN telah meninggalkan anda tapi justru membuktikan bahwa kekuatan Kasih Tuhan selalu menjadi milik anda.


Tuhan tidak sedang membiarkan anda hidup dalam penderitaan tapi TUHAN sedang memisahkan anda dari semua keterikatan yang membuat anda melupakan Kasih Tuhan, dalam penderitaan dan ketidak berdayaan manusia seringkali baru mau mengakui ada TUHAN saat ketidak berdayaan dia jumpai.


Sampai anda benar-benar hanya berharap dan tergantung pada Kasih Tuhan, anda mungkin masih berpikir bahwa anda sanggup menghadapi permasalahan hidup karena anda masih memiliki tabungan, cadangan aset, orang yang mengasihi dan peduli dengan anda dan masih banyak hal lain yang anda andalkan di luar Tuhan.

Sahabat Tuhan bukannya kejam dan egois tapi penderitaan yang diijinkan TUHAN melatih anda untuk kuat, melatih anda hanya berharap pada diri-Nya bukan yang lain, saat anda hidup sukses dan tercukupi atau bahkan berkelimpahan anda memiliki orang-orang yang memuji diri anda, memiliki teman yang banyak, anda seperti super hero saat anda sukses dan memiliki segalanya.

Tapi disaat anda berada di titik terendah  baru menyadari bahwa hidup seperti pecundang tanpa teman bahkan keluarga mungkin mengabaikan anda. Penderitaan adalah cara TUHAN melatih  menjadi kuat dan cara TUHAN membuat kita sadar bahwa dalam hidup ini hanya TUHAN yang tidak akan membiarkan diri anda baik dalam sukses maupun dalam kemiskinan dan kegagalan hanya ada TUHAN.

TUHAN tidak benci kesuksesan dan kekayaan tidak ! Tapi TUHAN ingin anda sadari dia sangat peduli dengan diri anda hanya diri anda dan bukan apa yang anda miliki ! Saat anda memahami hal ini saat itulah TUHAN mengembalikan semua yang harus kamu miliki dalam Kasih-Nya.

Tuhan selalu baik dan tak pernah salah, penderitaan sekarang melebihi dari kemulian yang dia sediakan untuk anda.

Baca: 10 Alasan Mengapa Allah Mengijinkan Penderitaan

Doa hari ini:

Tuhan Engkau selalu ada dalam setiap musim hidupku dan aku bersyukur atas semua pernyertaan-Mu, kuatkan aku dan berikan aku pengertian untuk memahami arti penderitaan yang sedang aku alami. Aku percaya ada kemuliaan yang telah Engkau sediakan untuk aku. Dalam Nama Tuhan Yesus Kristus, Amin.

Our Sponsor


Anda diberkati dengan website ini ?
Bantu pengembangan website
 lewat Donasi :





Transfer Bank klik:


Berlangganan Melalui Email

Masukan alamat email anda:

Pastikan emailAktif

Data Kunjungan

Powered by Blogger.

Blog Archive

Blog Archive

Join with us

Support Community

Followers

Total Pageviews

Ads