Belajar dan bertumbuh bersama Yesus Kristus yang adalah Guru dan Tuhan. Muridkan diri pribadi lebih dahulu sebelum memuridkan orang lain

August 16, 2018

Pentingnya Menjadi Kuat dalam Kebersamaan


“dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.”
Filipi 2:3-4 TB

Saya yang mengerjakan, saya harus lebih dahulu, saya pemimpin disini, saya mesti dihargai, dan masih banyak alasan yang di mulai dari saya.

Sahabat ego kita perlu untuk memicu semangat usaha dan kreatifitas kita, tapi jangan membiarkan ego menguasai diri kita sehingga orang akan menilai kita sebagai pribadi yang egois.

Alkitab berisi jutaan petunjuk dari hal-hal kecil hingga hal-hal yang akan datang, masa depan kita, Alkitab hari ini mengajarkan kita sebuah cara untuk hidup bersama, membangun kebersamaan langsung dari teladan Tuhan Yesus Kristus.

Kebersamaan terbangun dari hal sederhana yaitu saling menghargai, tidak melakukan sesuatu hanya sekedar mendapat pujian, mengutamakan kepentingan banyak orang, rela berkorban serta rendah hati.

Tuhan Yesus Kristus sudah menjadi teladan yang nyata meski Dia adalah Allah tapi sengaja mengosongkan diri datang hidup berbaur dengan mahkluk ciptaan-Nya (Filipi 2:6-7).

Tidak berhenti disitu bahkan Allah dalam wujud manusia ini mengorbankan nyawanya untuk menjadi korban tebusan keselamatan umat manusia.

Sahabat seberapa penting dan berharga diri anda jika di bandingkan dengan TUHAN Allah kita ?

Maukah hari ini anda mulai belajar untuk tidak hidup hanya fokus pada diri sendiri ? Mulailah dengan hal sederhana yaitu orang lain juga punya kebutuhan, orang lain juga butuh dihargai, orang lain juga penting bagi kita.

Berkorban untuk orang lain adalah aset investasi kita, semakin kita menghargai orang lain maka hal itu akan berbalik kepada kita, benar kata Alkitab :

“Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.”

Galatia 6:7 TB


Bantu kami dengan ikut membagikan tulisan ini kepada sahabat anda, terima kasih.

Juara Olimpiade Tolak Lomba Hari Minggu Demi ke Gereja

Saya percaya TUHAN menciptakan saya untuk sebuah tujuan, tapi TUHAN juga membuat saya cepat berlari. Saat saya berlari saya merasa kesukaan dariNya (Eric Liddell)


Eric Liddell adalah peraih medali emas lari 400 meter dan medali perunggu pada lari 200 meter pada Olimpiade 1924 di Paris. Meski bisa berprofesi sebagai atlet, Eric memilih menjadi misionaris seperti orang tua dan kakaknya yang menjadi dokter di China. Kisah Eric sebagai atlet lari sangat luar biasa karena ia menolak berlari di ajang lomba 100 meter yang menjadi andalannya karena pertandingan diadakan di hari Minggu. Eric mau beribadah pada hari Minggu, sehingga ia memutuskan tidak ikut perlombaan lari 100 meter. Seorang temannya memberikan sepotong pesan sebelum Eric berlomba, “Siapa yang menghormati Aku, akan Kuhormati” (1 Samuel 2:30). Pesan ini menginspirasi Eric dan ia berhasil menang.

Eric lahir di China pada tahun 1902 saat ayah-ibunya melayani di sana. Ia kemudian disekolahkan dan kuliah di Skotlandia. Tahun 1925, Eric kembali ke China untuk menjadi misionaris dan guru di Tainjin, sebelumnya di Siaochang. Saat Jepang menguasai China, Eric ditahan di kamp Jepang di Weifang, China pada 1943 dan meninggal di kamp akibat sakit pada tahun 1945. Sebetulnya Eric bisa saja pergi dari China sebab pada tahun 1941 pemerintah Inggris meminta warga negara Inggris untuk meninggalkan China, namun Eric hanya meminta istri dan ketiga putrinya untuk pergi dari China menuju Kanada.

Kisah hidup Eric Liddell menjadi inspirasi film “Chariots of Fire” yang memenangkan Oscar tahun 1981. Pada Olimpiade London 2012, soundtrack Chariots of Fire gubahan Vangelis menjadi lagu pembukaan Olimpiade. Pada 2016, film “On Wings of Eagles” diproduksi oleh pembuat film China. Beberapa tahun lalu saya menonton dokumenter Eric Liddell di Life Channel, saya lupa judulnya apa, namun film itu cukup berkesan karena Eric harus berlari agar tidak ditangkap Jepang untuk mengambil makanan dan membawakannya untuk orang miskin dari daerah yang tidak aman. Caranya dengan berlari sekuat mungkin.

Orangtua Eric melayani salah satunya di Xian, China. Waktu saya ke Xian, di pinggir jalan di bawah tembok kota, sekelompok kecil orang bernyanyi lagu rohani. Liriknya dalam bahasa Mandarin tetapi nadanya saya tau itu dari Kidung Jemaat. Pernah saya unggah video pendeknya di Facebook saya ini.

Eric menyadari betul talenta dari TUHAN harus dipakai untuk memuliakan TUHAN dan prioritasnya tetap melayani TUHAN dulu dengan datang ibadah Minggu di gereja daripada satu medali emas tergantung di leher. Hebat!

Sumber : Facebook Monique Rijkers

Bantu kami dengan ikut membagikan tulisan ini kepada sahabat anda, terima kasih.

August 15, 2018

Manfaat Menjadi Pelaku Firman

“Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.”
Yakobus 1:22 TB

Setiap minggu atau disetiap kesempatan beribadah anda mendengar firman Tuhan atau kata-kata motivasi yang dirangkai dan terucap indah penuh semangat oleh sang pembicara.

Anda mungkin menjadi semangat kembali, anda dipulihkan atau juga anda menemukan jawaban yang ada cari selama ini.

Baca juga : Kekuatan Mendengar Firman Tuhan

Sahabat kebenaran firman bukan sekedar teori tapi sesuatu yang sanggup mengubah kehidupan anda baik sekarang maupun di masa yang akan datang, saat anda mendengar percaya dan yakin hal itu pasti terjadi dan bermanfaat untuk kehidupan anda.

Saat anda percaya iman anda dikuatkan dan memicu tindakan untuk anda, saat anda dalam kekuatiran Firman Tuhan menghibur anda dan memberikan jalan keluar dari permasalahan yang anda hadapi.

“Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.”
Mazmur 119:105 TB

Firman Tuhan memberi arah bagi perjalanan kehidupan anda, disaat anda butuh jawaban, butuh bimbingan anda dapat mencarinya lewat Alkitab dan anda pasti menemukan apa yang anda cari.

Menjadi pelaku dan bukan hanya pendengar itu muka hal yang mudah untuk dilakukan tapi juga bukan hal yang sulit atau mustahil,  untuk menjadi pelaku Firman Tuhan dimulai dari kebiasaan anda membaca dan mendengar Firman Tuhan, kebiasaan akan membentuk ketergantungan dan kecintaan anda pada Firman itu sendiri, saya anda terbiasa dan mencintai Firma Tuhan maka anda memiliki rasa haus akan Firman Tuhan.

Bukan hal yang merugikan mencintai Firman Tuhan tapi justru itu menguntungkan dan membuat hidup anda semakin berarti. Selalu hidup dengan perkataan Firman Tuhan.

Baca juga : Kekuatan Perkataan Firman Tuhan

Jika anda punya impian dan ingin berhasil dan terkendala dengan modal usaha mulailah dengan mencintai Firman Tuhan seperti Raja Daud berkata:

“tetapi yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.”
Mazmur 1:2-3

Bantu kami dengan ikut membagikan tulisan ini kepada sahabat anda, terima kasih.




August 12, 2018

Penderitaan Membuat Anda Bertumbuh

“Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.”
Roma 8:17 TB

Siapa tokoh Alkitab yang anda kenal ? Bagaimana jalan hidup mereka ? Selain mereka taat apa kesamaan dari mereka semua ?

Pernakah anda memperhatikan kehidupan mereka, apakah hidup dengan begitu mudah dan nyaman ? Anda mungkin saat ini jauh lebih baik dari kisah hidup mereka atau anda sedang dalam masa-masa sulit dan berpikir anda adalah orang paling malang di dunia ini ?

Mari kita belajar kembali dari kisah hidup mereka, ada kisah tentang Abraham yang dipanggil oleh Tuhan keluar dari tanah kelahirannya mengembara tanpa tujuan yang jelas ! Ada Yakub yang harus meninggalkan rumah, ibu dan ayah serta dibenci oleh Esau saudaranya, ada Yusuf yang harus dikhianati oleh saudara-saudaranya sendiri, di jual, di penjarakan ! 

Perhatikan ayat berikut :

“Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.”
Ayub 1:1 TB

Ada kisah Ayub orang yang hidupnya saleh, jujur dan takut akan Tuhan, tanpa alasan jelas, tanpa kesalahan Ayun menerima kemalangan besar. Bahkan penderitaan terbesar hingga harus mati dialami oleh Tuhan  kita Yesus Kristus segaligus mengakhiri penderitaan anda dan saya karena Dia menang dan bangkit dari kematian.

Sahabat ternyata kehidupan orang percaya, orang kristen tidak luput dari penderitaan, kita tak selamanya hidup baik-baik saja, lancar-lancar saja tapi kita diberikan karunia oleh Tuhan untuk ikut dalam penderitaan-Nya. 

Mengapa kita menderita ?

Keberhasilan dan segala pencapaian kesuksesan dari kita tidak membuat kita menjadi tekun dan menghargai kehidupan, kesuksesan lebih banyak membuat kita terlena dan menjadi lemah. Sukses bukan kesalahan, sukses bukan dosa tapi sebelum sukses kita di ijinkan Tuhan menderita agar kita menghargai apa yang kita peroleh.

Semakin sulit dan lama kita meraih sesuatu semakin kita menghargai dan bersyukur untuk pencapaian tersebut sebaliknya semakin mudah dan semakin cepat kita mendapatkan sukses semakin cepat kita terlena dan melupakan arti usaha keras.

Jangan fokus pada penderitaan yang anda alami, tetaplah kuat dan bertahan dalam semua proses karena Tuhan selalu beserta anda. Tanpa penderitaan tidak ada ketekunan !

No Pain No Gain, tidak ada hasil jika kita tidak menderita ! 

“Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.”


August 11, 2018

Pesan Ahok Pilpres 2019: Kasihilah musuhmu

“Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu.”
Lukas 6:27-28 TB

Kembali perhatian rakyat Indonesia terfokus pada pencalonan President dan Wakil President, saat bersamaan ketika President Joko Widodo menetapkan pilihan Calon Wakil President pada Ma’ruf Amin (Ketua MUI) ulama yang menetapkan fatwa haram dan saksi memberatkan dalam kasus pelecehan agama yang jelas direkayasa untuk menjadi Ahok (Basuki Tjahaja Purnama) Gubernur DKI saat itu.


Serentak rakyat Indonesia ingin mengetahui apakah sikap Ahok berubah untuk mendukung Jokowi ? Sebelumnya pada tanggal 24 Juli 2018 Ahok dengan tegas dan jelas menuliskan lewat secarik kertas menghimbau pada pendukung setianya untuk tetap mendukung Jokowi hingga 2 periode.

Kali ini Ahok tidak memberi ketegasan tetap mendukung Jokowi 2 periode tapi membuat penegasan sekaligus menunjukan sikap rohani dari seorang minoritas yang terzolimi yaitu dengan pesan lewat kutipan ayat Alkitab melalui adik sekaligus pengacaranya pada 10 Agustus 2018. Lukas 6:27-28:

“Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu.”


Disini Ahok benar-benar menunjukan sikap sekaligus mendidik para pendukung setianya (Ahokers) untuk terlepas dari dendam dan tidak mengedepankan emosi, meski bukan pesan tegas bahwa Ahok akan tetap mendukung Jokowi dan pasangannya tapi jelas terlihat Ahok tidak memiliki dendam pada orang yang terlibat pada usaha penjarakan Ahok.

Sahabat, kita memang adalah kelompok minoritas di negara tercinta Indonesia ini tapi bukan berarti kita tidak punya andil dalam memajukan kehidupan berbangsa dan bernegara, Alkitab menuliskan : “Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat!”
Filipi 4:5 TB


Diakui atau tidak diakui, diberi penghargaan atau tidak mari kita lakukan kebaikan dan biarlah kebaikan kita dirasakan semua orang, sebagai sikap iman dan bukti apa yang Ahok sudah lakukan hal yang sama kita lakukan dan saling mencontohi.

Berdoa untuk bangsa dan negara kita dan biarlah kehendak Tuhan terjadi, anda tidak perlu memaksakan diri dalam berpolitik aktif ataupun pasif jika bukan bakat dan dunia anda tapi kita semua bisa membangun bangsa dengan tetap saling menghargai dan menghormati serta terus mengandalkan Tuhan. Tuhan Yesus Kristus memberkati.


August 06, 2018

Janji Tuhan untuk Abraham adalah janji kepada anda

Janji Tuhan tetap dan Pasti terwujud untuk anda

“Imannya tidak menjadi lemah, walaupun ia mengetahui, bahwa tubuhnya sudah sangat lemah, karena usianya telah kira-kira seratus tahun, dan bahwa rahim Sara telah tertutup. Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah, dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan.”
Roma 4:19-21 TB


Tuhan tidak sedang bercanda dengan Abraham dan Sara, Tuhan serius dengan janji dan perkataan-Nya tak peduli dengan siapa penerima janji-Nya, Dia Tuhan tetap komitment dengan janji-janjiNya. Sahabat sering kita berpikir, ah ini terlalu besar bagi saya, ini tidak mungkin, saya butuh modal, saya dari keluarga miskin dan banyak lagi alasan-alasan yang keluar karena keraguan dan ketidak percayaan kita.

Mengapa Abraham dan Sara yang Tuhan pilih ? Bukankah masih banyak pasangan mudah dan produktif saat itu ? Tidak ! Jangan berpikir seperti itu, karena dalam setiap janji Tuhan, Tuhan ingin kita mengerti bahwa Dia yang bertanggung jawab menwujudkan san bukan kita si penerima janji.

Sahabat tak peduli apa latar belakang anda, tak peduli kemampuan anda, berbakat atau tidak, punya modal atau tidak tapi di saat anda telah masuk dalam kehidupan beriman pada Tuhan Yesus Kristus maka itu berarti anda ada dalam perjanjian antara Tuhan dan Abraham ! Dia akan menyelesaikan semua janjiNya sebagaiman Dia mewujudkan janji pada Abraham dan Sara.

Anda dan saya adalah bagian dari proses pemenuhan janji Tuhan pada Abraham, Abraham memang bukan bapa sedarh kita, bukan bapa secara biologis tapi Abraham adalah bapa kita orang yang percaya dan mengimani Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat.

Janji kepada Abraham adalah janji Yesus Kristus sendiri dan hal ini Dia katakan pada bangsa Israel:
“Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.””
Yohanes 8:58 TB

Tuhan yang sama, yang Abraham percaya dan imani adalah Tuhan kita juga dalam iman kepada Yesus Kristus, sahabat ketahuilah hari ini anda adalah pewaris dari janji Abraham. Anda jangan menjadi lemah karena bapa imanmu Abraham tidak lemah dan janji itupun terwujud.

Kelamahan, kekuatiran dan ketidak percayaan membuat janji Tuhan tidak anda ketahui, bagaiman anda akan hidup dalam berkat Abraham jika anda tidak memahami atau tidak percaya anda adalah penerima dari janji-janji Tuhan pada Abraham ?

Perhatikan hal berikut:
“Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu.”
Galatia 3:14 TB

Sahabat, anda adalah bagian dari perjanjian Tuhan terhadap Abraham.
“Sebab ketika Allah memberikan janji-Nya kepada Abraham, Ia bersumpah demi diri-Nya sendiri, karena tidak ada orang yang lebih tinggi dari pada-Nya, kata-Nya: “Sesungguhnya Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan akan membuat engkau sangat banyak.””
Ibrani 6:13-14 TB

Benarkah janji Abraham berlaku untuk anda juga ? 

Alkitab berkata:
“Jadi mereka yang hidup dari iman, merekalah yang diberkati bersama-sama dengan Abraham yang beriman itu.”
Galatia 3:9 TB


Percayalah apa yang anda imani kepada Tuhan Yesus Kristus karena hal itu juga yang Abraham imani.

Tetaplah Menabur meski dengan Air Mata dan menuilah dengan bersorak !

“Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai.”
Mazmur 126:5 TB

Orang baik akan tetap baik meski dalam kesulitan, banyak dari kita sering mendengar ucapan dan janji-janji untuk melakukan sesuatu dengan alasan, saya akan setia melayani jika saya sudah jadi..., saya akan membantu pelayanan jika saya sudah naik gaji, saya akan punya banyak waktu jika saja jabatan saya lebih tinggi. Ada juga yang berkata saya sih bukannya ngak mau bantu tapi saya baru saja....dan banyak sekali alasan-alasan untuk tidak membantu atau berbuat baik.

Sebaliknya orang baik akan selalu punya alasan untuk tetap menabur kebaikan meski tidak diakui, tidak dianggap, di sepelehkan bahkan mungkin di caci-maki saat niat baiknya dianggap tidak memuaskan. Orang baik kadang menderitan karena kehendak Tuhan.

Sahabat, Mazmur 126:5 menggambarkan dengan jelas sekaligus memotivasi kitas semua agar sesulit apapun meski menyakiti kita atau merugikan diri kita tetaplah menabur, mungkin anda juga saat ini lagi menabur dengan mencucurkan air mata percayalah apa yang anda lakukan dalam kebaikan, membantu sesama saudara dan peduli dengan orang lain semua tidak menjadi sia-sia, semua yang anda lepaskan lewat taburan telah berubah menjadi benih yang hidup agar di kemudian hari anda bersorak sukacita menuai kebaikan hari ini. 

“Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.”
Galatia 6:9 

Kita jangan lemah, jangan merasa sudah cukup saya berbuat baik, dalam masa-masa menunggu di ruang tunggu Tuhan kita harus tetap berbuat baik, benih dari tanaman apapun setelah di tabur tidak secara otomatis menjadi tinggi dan langsung berbuah tapi mengalami sebuah proses pertumbuhan, demikan dengan kebaikan yang kita tabur semua membutuhkan proses untuk berbuah, kunci disini jangan berhenti, jangan jemu-jemu untuk berbuat baik, tetap kuat meski dianggap hina apa yang kita lakukan.

Tugas kita hanya menabur soal bertumbuh dan berbuah Tuhanlah yang tau sesuai waktu Tuhan, Yesus Kristus Tuhan kita memberi perumpaan tentang Kerajaan Allah;

“Lalu kata Yesus: “Beginilah hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah, lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu. Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu. Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba.””
Markus 4:26-29 TB


Sahabat tetaplah menabur kebaikan, jangan peduli apa kata orang tapi saat waktunya tiba dan sudah matang maka anda akan menuai dengan sorak-sorai. Percayalah !

Baca : Tanggung jawab dan Integritas dalam pekerjaan

August 04, 2018

Tanggung Jawab dan Integritas dalam Pekerjaan

“Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.”
Kolose 3:23 TB

Banyak dari kita bekerja dan menghabiskan waktu terbesar dalam hidup ini untuk memenuhi kebutuhan hidup, pekerjaan yang kita lakukan menjadi keharusan bagi setiap orang, pekerjaan ada yang menyenangkan dan ada pula yang membosankan. Tuhan mau anda sukses !

Semangat bekerja dipengaharui oleh besarnya imbalan dan penghargaan yang kita terima, semakin besar imbalan dan penghargaan akan semakin semangat untuk giat bekerja, namun dalam kenyataan untuk mendapat imbalan dan penghargaan yang besar kita di tuntut untuk produktif dan bertangung jawab.

Rasa tanggung jawab timbul dengan satu alasan kuat dalam dunia pekerjaan yaitu kepada siapa kita bekerja, hari ini Alkitab memberikan satu kutipan ayat untuk memperkuat rasa tanggung jawab kita dalam dunia kerja yaitu :

“Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.”
Kolose 3:23 TB

Tak peduli pada siapa anda bekerja, bos anda baik atau tidak dengan anda, sebagai orang percaya kita harus tetap setia mengerjakan karena Tuhan yang adil, Dia sendiri yang menilai, setia pada perkara kecil anda pasti di percayakan pada hal-hal besar. Bakat terbesar dari Tuhan menjadi miliki anda, anda dilahirkan sebagai pemenang.

Setiap hal yang anda kerjakan Alkitab menuliskan untuk bekerja dengan sepenuh hati, rahasia untuk dapat bekerja dengan sepenuh hati yaitu lakukan seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. 

Kita perlu imbalan penghasilan dan penghargaan dari bekerja tapi sesungguhnya saat anda bekerja dan fokus pada dua hal tersebut maka kenyataannya anda tak akan puas dengan apa yang anda peroleh. Ada waktu Tuhan dalam setiap proses kesuksesan kita.

Sahabat imbalan dan penghargaan itu perlu tapi untuk memperoleh keduanya anda jangan fokus mengejarnya, fokuslah pada hasil pekerjaan, berikan yang terbaik dari setiap usaha dalam bekerja, cintai pekerjaan anda, bangun rasa memiliki, setiap anda melakukan yakinilah itu pekerjaan terbaik yang Tuhan berikan di awal agar kedepan anda akan memimpin usaha milik sendiri, ini adalah kesempatan latihan anda dan saat lulus anda akan menerima hadiah dan penghargaan besar dari Tuhan. Melebihi dari yang di harapkan, Percayalah !

Baca : Semua Indah Pada waktunya


August 03, 2018

Benarkah ? Orang Kristen itu munafik?


Mungkin tidak ada tuduhan yang lebih provokatif daripada “munafik.” Sayangnya, ada orang-orang yang merasa punya alasan kuat memberi label orang Kristen itu munafik. 

Kata “munafik” (Inggris: hypocrite) memiliki akar kata dari Bahasa Inggris. Kata ini berasal dari Bahasa Latin “hypocrises” yang berarti “bersandiwara, berpura-pura.” Kata ini sudah ada di bahasa Yunani Klasik dan Perjanjian Baru, dan mengandung makna yang sama – berperan, berpura-pura. 

Yesus juga menggunakan istilah ini. Misalnya, ketika Kristus mengajarkan warga Kerajaan Allah pentingnya doa, berpuasa dan memberi derma, Dia melarang mereka mengikuti teladan orang-orang munafik (Matius 6:2, 5, 16). 

Dengan berdoa panjang di depan umum, melakukan segala macam cara untuk memastikan bahwa orang-orang lain tahu dan memperhatikan puasa mereka dan memamerkan hadiah mereka untuk Bait Suci dan orang-orang miskin, dari luar seseorang mungkin kelihatan dekat kepada Tuhan. 

Ketika orang-orang Farisi berhasil dengan baik dalam pencitraan mereka di mata umum mengenai nilai-nilai religi, mereka gagal total dalam memurnikan hati mereka di mana nilai-nilai Yahudi-Kristen berdiam (Matius 23:13-33; Markus 7:20-23).

Yesus tidak pernah menyebut murid-murid-Nya munafik. Julukan itu hanya diberikan kepada para fanatik yang salah kaprah. Yesus menyebut kepunyaan-Nya “para pengikut,” bayi-bayi,” “domba-domba,” dan “gereja”-Nya. 

Selain itu, dalam Perjanjian Baru juga ada peringatan mengenai kemunafikan (1 Petrus 2:1). Juga ada dua contoh jelas mengenai kemunafikan yang terjadi di dalam gereja. 

Dalam Kisah Para Rasul 5:1-10, dua murid terbongkar berpura-pura dermawan. Konsekuensinya menyedihkan. Dan yang mengejutkan, Petrus sendiri dituduh mengepalai sekelompok orang munafik terkait caranya memperlakukan jemaat bukan Yahudi (Galatia 2:13). 

Dari pengajaran Perjanjian Baru, kita dapat menarik dua kesimpulan. Pertama, ada orang-orang munafik di antara orang-orang Kristen. Mereka memang sudah ada sejak awal. Perumpamaan Yesus mengenai gandum dan lalang, mengindikasikan kalau mereka masih tetap akan ada sampai akhir zaman (Matius 13:18-30). 

Lagipula, kalau seorang rasul saja bisa munafik, tidak ada alasan untuk percaya bahwa orang Kristen “biasa” bisa lepas dari itu. Kita harus selalu berjaga-jaga agar tidak jatuh dalam pencobaan yang sama (1 Korintus 10:12). 

Tentu saja tidak semua orang yang mengaku Kristen itu betul-betul Kristen. Mungkin semua atau kebanyakan dari orang-orang munafik di antara orang-orang Kristen itu orang yang berpura-pura dan penipu.

Sampai sekarang ini, pemimpin-pemimpin Kristen yang terkemuka telah jatuh dalam dosa yang menyedihkan. Skandal keuangan dan seksual kadang kelihatan menjadi wabah dalam komunitas Kristen. Namun demikian, daripada menggunakan perbuatan dari segelintir orang untuk merendahkan seluruh komunitas Kristen, patut ditanya apakah mereka yang mengaku Kristen, namun terbukti sebagai orang munafik, itu betul-betul Kristen? 

Berbagai bagian Alkitab mengkonfirmasikan bahwa mereka yang betul-betul menjadi milik Kristus akan menunjukkan buah Roh (Galatia 5:22-23). Perumpamaan Yesus mengenai benih dan tanah dalam Matius pasal13 memperjelas bahwa tidak semua pengakuan iman itu sesuatu yang sejati. 

Sayangnya, banyak yang mengaku menjadi milik-Nya akan terkejut ketika suatu hari mendengar Yesus berkata kepada mereka, “Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!" (Matius 7:23)

Kedua, sekalipun kita tidak seharusnya kaget bahwa orang-orang yang berpura-pura lebih suci daripada sebenarnya itu mencoba mengaku sebagai orang Kristen, kita tidak sepantasnya langsung menyimpulkan bahwa Gereja seluruhnya terdiri dari orang-orang munafik. 

Tentu, kita bisa mengakui bahwa setiap manusia yang datang kepada Yesus itu orang-orang berdosa, bahkan ketika dosa kita diampuni. Sekalipun dosa-dosa kita diampuni dan kita diselamatkan dari hukuman kekal (Roma 5:1; 6:23), kita masih harus diselamatkan dan dilepaskan dari kehadiran dosa dalam hidup kita (1 Yohanes 1:8-9), termasuk dosa kemunafikan. 

Melalui iman kepada Tuhan Yesus, kita akan terus mengalahkan kuasa dosa sampai akhirnya kita dilepaskan (1 Yohanes 5:4-5).

Semua orang Kristen gagal untuk hidup secara sempurna sesuai dengan standar pengajaran Alkitab. Tidak ada orang Kristen yang secara sempurna menjadi serupa dengan Kristus. 

Namun, ada BANYAK orang-orang Kristen yang dengan sungguh-sungguh berusaha menghidupi kehidupan Kristen, Mereka memilih bersandar pada kuasa Roh Kudus untuk meyakinkan, merubah dan memberi mereka kuasa untuk melakukannya. 

Ada banyak orang Kristen yang hidup dengan cara yang bebas dari skandal. Tidak ada orang Kristen yang sempuna. Tetapi, melakukan kesalahan dan gagal mencapai kesempurnaan dalam hidup ini tidaklah sama dengan bersikap munafik.

Sumber: https://www.gotquestions.org/Indonesia/Kristen-munafik.html

August 02, 2018

Rencana dan Tindakan Meraih Berkat Tuhan.

“Rancangan orang rajin semata-mata mendatangkan kelimpahan, tetapi setiap orang yang tergesa-gesa hanya akan mengalami kekurangan.”
Amsal 21:5 TB

Setelah kita memahami kehendak Tuhan untuk kita yaitu hidup sebagai pemenang dan orang sukses itu bukan berarti kita duduk diam tanpa harus berbuat sesuatu, kita perlu bertindak makin giat dan kita perlu perencanaan.

Sahabat anda dan saya punya potensi yang besar dan Tuhan mendesign kita untuk hidup lebih dari pemenang,semua ini tidak akan pernah terwujud jika tidak ada tindakan dan bukan sekedar bertindak tanpa tujuan, perencaan yang matang akan membuat kita mengenal lingkungan kita serta target pencapaian kita.

Pertama-tama anda bisa memulai dengan menuliskan rencana sukses anda, menganalisa kemampuan pencapaian yang, jika ingin kuat secara finansial tentunya anda harus memahami pendapatan dan pengeluaran, jika pengeluaran anda selalu lebih kurang dari pendapatan berarti anda memiliki kelebihan yang dapat dijadikan tabungan.

Dari hal-hal kecil kita bisa membuat perencanaan maka kita akan sukses membuat perencanaan pada hal-hal yang lebih besar inilah maksud Alkitab setia pada perkara kecil dan kita akan dipercayakan pada hal besar. (Matius 25:21).

Setelah perencanaan yang baik anda harus bertindak melakukan apa yang sudah anda rencanakan, jadikan perencanaan dan tindakan sebagai kebiasaan hal ini melatih anda untuk membangun karakter sukses, seribu perencanaan akan sia-sia jika tanpa tindakan sebaliknya seribu tindakan tanpa perencanaan anda hanya sibuk tanpa meraih sukses.

Kapan sebaiknya membuat rencana dan bertindak ?

Sahabat anda harus memiliki rencana besar untuk menjadikan diri anda besar, anda butuh rencana secara keseluruhan atau anda punya rencana jangka panjang dengan goal besar dan untuk mewujudkan anda harus membuat rencana harian yang harus anda lakukan setiap hari. 

Sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit pepatah yang sering kita dengar sejak kecil dan terkesan kuno tapi itulah gambaran sebenarnya, kita tak mungkin menaklukan puncak gunung tanpa harus mendaki selangkah demi selangkah. Tujuan, rencana dan tindakan adalah kunci anda meraih semua berkat TUHAN.

“Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya.”
Amsal 10:4 TB



Berlangganan Melalui Email

Masukan alamat email anda:

Delivered by FeedBurner

Popular Posts

Post Terbaru

Data Kunjungan

Blog Archive

Total Pageviews

Jual Apartemen Murah