Belajar dan bertumbuh bersama Yesus Kristus yang adalah Guru dan Tuhan. Muridkan diri pribadi lebih dahulu sebelum memuridkan orang lain

  • Akhir Tragis ! Ahmad Deedat Sang Debator Muslim

    Walau banyak fans muslim yang menganggapnya sebagai pahlawan Islam, bahkan diberi penghargaan dari Arab Saudi, tentu saja banyak juga kalangan muslim yang tidak setuju dengan Deedat. Bahkan muslim sekampungnya di Afrika Selatan.

  • Ahok: Gue Ini Ahli Kitab

    “Enak saja (dibilang) kafir. Gue (saya) ini Ahli Kitab tahu nggak? Kalau orang Kristen itu Ahli Kitab. Enak aja lu (Anda) nggak ngerti Quran. Kata Gus Dur. ‘Dasar lu nggak ngerti Quran bilang Ahok kafir,’ katanya,”.

  • Sakit dan Pindah Agama, Wanita Iran tetap di Penjara

    Maryam Naghash Zargaran, seorang wanita Iran yang dipenjara karena pindah agama menjadi Kristen harus menanggung penyakit jangka panjang yang dialaminya di sel penjara. Setelah sempat dirawat beberapa waktu di rumah sakit, dengan terpaksa dia kemudian diseret kembali ke penjara.

  • Dikasihi Sampai Akhir

    Kadang orang bertanya, "Menurut Anda, apakah Tuhan mendengar doa orang jahat yang memohon kepada Dia bahkan pada saat terakhir hidupnya--jika ia telah melakukan hal-hal yang mengerikan? Akankah Tuhan mengampuni orang yang demikian?"

  • Sukses Sejati

    Fenomena Sukses dikalangan orang percaya terkadang menjadi kontroversi, sebagian orang percaya meyakini bahwa Tuhan memanggil kita untuk diberkati dengan limpahnya, disisi lain orang mengidentikan bahwa kesuksesan berarti kaya-raya, banyak uang dan kemewahan lainnya. Benarkah demikian?

May 29, 2017

Apa yang akan Anda Lakukan Hari ini yang Memerlukan Iman?


Bacaan Hari ini:
Galatia 6: 9 "Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah."
Kegagalan bukanlah akhir. Anda tidak akan menjadi orang yang gagal sampai Anda berhenti mencoba, meski biasanya kita selalu terlalu cepat untuk menyerah. Anda tidak bisa mengukur kehebatan seseorang dari bakat, kekayaan, atau pendidikannya. Anda bisa mendefinisikan kehebatan seseorang dari rintangan-rintangan yang berhasil mereka lewati.

Lalu, apa saja yang menghalangi Anda dalam mengejar mimpi? Mungkin sesederhana, teman atau keluarga atau anggota keluarga yang berkata pada Anda, “Buat saya, itu bukan ide bagus."

Alkitab mengatakan dalam Galatia 6: 9, “Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.”Anda tahu berapa kali saya ingin mengundurkan diri? Di setiap Senin pagi, setiap saat saya berpikir, "Tuhan, pasti ada seseorang yang bisa melakukan pekerjaan ini lebih baik daripada yang saya lakukan kemarin. Tugas ini terlalu besar untuk saya pikul sendiri."

Tapi Tuhan menjawab, "Teruslah maju." Memang saya bukan orang yang jenius, tapi saya tidak tahu bagaimana caranya berhenti melayani Dia. Saya tidak tahu bagaimana caranya menyerah.

Tuhan bekerja dalam hidup Anda sesuai dengan iman Anda. Alkitab berkata, "Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah” dan “Segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman, adalah dosa” dan "Jadilah kepadamu menurut imanmu." Lalu, apa yang saat ini Anda lakukan dengan iman? Anda perlu tanyakan ini pada diri sendiri setiap hari ketika Anda bangun, "Tuhan, apa yang bisa kulakukan hari ini yang memerlukan imanku?" Itu sebuah pertanyaan penting, karena itulah yang akan menyenangkan hati Tuhan.

Ada banyak hal dalam hidup Anda yang di luar kendali Anda. Anda tidak bisa menentukan siapa orang tua Anda, waktu Anda dilahirkan, di mana Anda dilahirkan, atau apa ras atau kewarganegaraan Anda. Anda tidak bisa menentukan karunia dan talenta apa yang Tuhan berikan. Anda tidak bisa menentukan seperti apa rupa Anda.

Namun, Anda memiliki kendali penuh akan seberapa besar Anda memilih untuk percaya Tuhan. Anda bebas memilih apakah Anda ingin menjadi karakter orang yang Tuhan pakai untuk mencapai tujuan-Nya, atau tidak.

Renungkan hal ini:
Hal-hal apa yang mematahkan semangat Anda dan yang menghalangi Anda meraih cita-cita Anda?
Menurut Anda, bagaimana Tuhan ingin Anda menanggapi keadaan itu?
Tindakan iman apa yang Tuhan minta Anda lakukan hari ini?

Bacaan Alkitab Setahun :
2 Tawarikh 7-9; Yohanes 11:1-29

Tuhan memakai orang-orang yang memintaNya untuk bertindak, yang tidak pernah menyerah, yang mengambil risiko di dalam iman, yang menetapkan mimpi dan mengejarnya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

May 26, 2017

Kebebasan Salib

Bacaan Hari ini:
Roma 6: 6 “Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa.”

Ketika Anda menyakiti saya , respon yang biasanya saya lakukan adalah untuk membalas menyakiti Anda kembali. Ketika Anda mengatakan sesuatu yang buruk terhadap saya, respon pada umumnya yang saya lakukan adalah mengatakan sesuatu yang buruk terhadap Anda, mendendam dan kemudian memutuskan untuk tidak memaafkan Anda selamanya. Hal-hal yang biasanya cenderung saya lakukan justru malah memperburuk keadaan.

Tetapi kita bisa mematahkan belenggu kepahitan itu, belenggu rasa bersalah itu, belenggu kebencian itu, dan belenggu kekuatiran itu. Sebab bila kita terus berpegang pada hal itu, kita hanya akan menjadi budak dari masa lalu dan kenangan buruk kita. Sebab itu, pilihlah untuk memaafkan.

Izinkan saya mengajukan sebuah pertanyaan yang amat penting: Seberapa ingin Anda disembuhkan dari sakit hati itu? Seberapa ingin Anda ingin melenyapkannya? Apakah Anda ingin terus mengingat-ingat dan menjadi orang yang kepahitan, tua, dan mudah marah?

Seberapa ingin Anda mau dilepaskan dari rasa sakit ini? Tidakah Anda bosan dengan keadaan yang bertambah buruk ini? "Aku sudah berusaha melupakannya beribu kali dalam pikiranku. Tapi setiap kali aku memikirkannya, hatiku masih terasa sakit. Apa yang Ayahku lakukan. Apa yang kakakku lakukan. Apa yang ibuku lakukan. Apa yang suamiku lakukan. Setiap kali aku memikirkannya, hatiku masih terasa sakit."

Tidak ada jalan lain yang bisa melepaskan perasaan-perasaan yang membebani Anda ini selain salib Tuhan. Yesus yang mati di kayu salib menghancurkan kuasa dosa, kematian, dan perbudakan dalam hidup Anda.

Saya ingin Anda memikirkan seseorang yang Anda perlu Anda maafkan, orang-orang yang menanam benih kepahitan di dalam Anda. Saya ingin Anda menyerukan doa ini saat ini juga:

"Bapa, hanya Engkau yang mengerti betapa aku terluka oleh orang-orang ini. Aku tidak ingin membawa rasa sakit ini untuk yang kedua kali. Aku tidak ingin menjadi orang yang pahit. Tapi aku membutuhkan rahmat dan kuasa salib-Mu untuk melepaskan rasa sakitku dan untuk memaafkan orang-orang yang telah menyakitiku. Pertama, aku harus mengalami pimpinan dari-Mu. Engkau tahu aku juga telah menyakiti orang lain, dan aku sangat menyesal atas dosa-dosaku. Yesus, terima kasih telah mati untukku. Aku menerima anugerah dan pengampunan dari-Mu, dan aku membutuhkannya setiap hari. Hari ini aku berpaling kepada-Mu, dan aku memilih untuk memaafkan dengan cara seperti bagaimana Engkau telah mengampuniku. Setiap kali ingatan sakit hati itu kembali, aku akan mengampuni mereka lagi sampai rasa sakitku hilang. Sembuhkanlah hatiku dengan rahmat-Mu. Dalam nama Yesus. Amin."

Bacaan Alkitab Setahun :
1 Tawarikh 25-27; Yohanes 9:1-23

Salib Tuhan punya kuasa untuk membebaskan Anda dari dendam, kebencian, dan duka.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

May 24, 2017

Tuhan ingin Membantu Anda

Bacaan Hari ini:
Mazmur 50:15 “Berserulah kepada-Ku pada waktu kesesakan, Aku akan meluputkan engkau, dan engkau akan memuliakan Aku.”
Alkitab mengatakan bahwa Tuhan selalu siap membantu Anda. Dia mengajarkan kita berdoa, “Janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat.” Itulah doa keselamatan. Anda harus meminta pertolongan Tuhan.
Doa keselamatan biasanya hanya satu kata: “Tolong!” Itu tidak harus berbunyi, "Bapa kami di Sorga yang Maha Kasih…” Tidak. Ketika Anda berdoa mengharapkan keselamatan, lakukan doa “microwave” (doa singkat) contohnya: “Tolong! Tuhan, jagalah hatiku. Aku tidak suka orang ini. Aku tidak suka cara dia memperlakukanku, aku akan menemuinya hari ini. Ya Tuhan! Aku mohon bantulah aku melakukannya! Aku seolah kehilangan Kekristenanku setiap kali aku melihatnya. Semua yang ada di diriku seperti ingin menghantamnya, jadi Tuhan, aku sangat butuh pertolonganmu hari ini!”

Alkitab penuh dengan contoh orang-orang yang berdoa untuk diluputkan dari godaan dan cobaan, seperti Daud, Daniel, Petrus, dan Paulus. Tuhan memberikan bantuan kepada siapa saja yang meminta pertolongan-Nya.

Mengapa saya perlu meminta bantuan Tuhan melalui doa ini? Sebab Tuhan telah menjanjikannya. Mazmur 50:15 mengatakan, "Berserulah kepada-Ku pada waktu kesesakan, Aku akan meluputkan engkau, dan engkau akan memuliakan Aku." Di sini Tuhan berkata Anda tidak perlu menaikkan doa yang panjang. Anda bisa dengan mudah berseru, "Tolong! Mayday! SOS! Ya Tuhan, aku sekarang tengah berhadapan dengan sesuatu yang tak bisa aku selesaikan dengan kekuatanku sendiri.”

Tuhan peduli dengan situasi Anda. Dia tahu semua yang terjadi dalam hidup Anda. Dia tahu betapa menyebalkannya orang-orang itu. Dia tahu hal-hal yang menggoda Anda. Lihatlah ayat ini: "Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya” (Ibrani 4: 15-16).

Perhatikan, dalam ayat ini Ia mengatakan bahwa Yesus mengerti. Mengapa Dia peduli dengan kita? Sebab Dia pernah menghadapi godaan dan cobaan yang sama.

Mungkin Anda berkata, "Tunggu sebentar? Apakah Anda berkata bahwa Yesus diuji untuk tidak marah?” Ya, betul. “Maksud Anda, Yesus diuji untuk tidak mengasihani diri-Nya sendiri?" Ya. Alkitab mengatakan bahwa Ia diberikan godaan dalam segala hal, sama seperti kita, namun Ia berhasil tidak berbuat dosa. Itulah bedanya dengan kita. Dia tidak pernah menyerah. Dia memiliki kebebasan untuk memilih.

Tetapi yang lebih hebatnya lagi adalah fakta bahwa Dia tidak pernah berbuat dosa. Apa artinya? Dia bisa membantu mengatasi semua masalah Anda. Sebab itulah Alkitab berkata, “Marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia.” Datanglah pada-Nya dan katakan "Mayday! SOS! Aku butuh bantuan-Mu.” Tuhan tidak kesal pada Anda ketika Anda tergoda. Dia tidak akan memarahi Anda saat Anda tergoda. Sebaliknya, kata-Nya, "Aku di sini untuk membantu."

Renungkan hal ini:

Perubahan apa yang akan terjadi dalam doa Anda, ketika Anda mengerti bahwa Tuhan ingin membantu Anda dengan segala godaan yang datang kepada Anda?

Pikirkanlah saat ketika Anda berdoa unutk meminta keselamatan. Bagaimana Tuhan menanggapinya?

Bacaan Alkitab Setahun :
1 Tawarikh 19-21; Yohanes 8:1-27

Berserulah pada Tuhan ! Ini adalah tindakan spontan yang paling menentukan hidup Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

May 23, 2017

Pilihlah Anugerah-Nya, Bukan Kepahitan

Bacaan Hari ini:
Ibrani 12:15 “Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.”
Jika Anda masih menyimpan kebencian, artinya orang tersebut masih mengendalikan Anda. Pernahkah Anda berkata, "Anda membuat saya begitu marah”? Ketika Anda jujur, sesungguhnya Anda berkata, "Anda tengah mengendalikan saya." Satu-satunya cara agar Anda bisa menyingkirkan orang ini dari pikiran dan hati Anda, serta agar orang itu tidak mengendalikan Anda lagi ialah dengan memulihkannya menggunakan anugerah –anugerah Tuhan.
Ibrani 12:15 mengatakan, “Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.”

Pernahkah Anda mendengar ada satu keluarga dimana si ibu yang kepahitan meracuni semua anggota keluarganya? Pernahkah Anda mendengar ada satu keluarga dimana si ayah yang kepahitan meracuni semua anggota keluarganya? Kepahitan itu menular, dan itu bahkan bisa menjadi penyakit turun-menurun. Seseorang harus mematahkan mata rantai itu dan orang itu adalah Anda. Jika saat ini Anda tengah menyimpan kepahitan karena orang tua Anda, tidaklah heran jika sebelumnya orang tua Anda juga dulunya menyimpan kepahitan pada orang tuanya, maka Anda harus mematahkan mata rantai itu. Dan hanya ada satu cara untuk menghancurkannya: Memulihkannya dengan anugerah yang dari Tuhan.

Saudaraku, jika Anda tidak menyambut anugerah Tuhan dalam hidup Anda, maka hidup ini akan membuat Anda kepahitan. Sebab hidup ini memang tidak adil. Mengapa? Karena dosa ada di dunia ini. Kita hidup di planet yang rusak. Dunia ini bukan Surga. Orang-orang jahat tak henti-hentinya lolos dengan kejahatan mereka. Hidup ini tidak adil.

Dan apabila tidak ada anugerah Tuhan di hati Anda, itu akan membuat Anda kepahitan.

Apakah pengampunan itu sesuatu yang adil? Tentunya tidak.

Tapi ini bukan soal keadilan. Ini bukan soal penghukuman. Ini soal anugerah. Anda tidak memaafkan seseorang karena Anda menganggap jika itu sama-sama adil buat mereka. Tapi sebaliknya, maafkanlah, sebab itu adalah hal yang tepat untuk dilakukan, dan tentunya Anda tidak ingin hati Anda dipenuhi dengan racun, bukan? Anda tidak ingin hati Anda berpegang pada luka dan kebencian.

Pengampunan itu gratis, tapi itu tidak murah. Pengampunan mengorbankan nyawa Yesus. Harga yang harus dibayar adalah Anak Allah. Dan ketika Yesus sedang sekarat di kayu salib, dengan lengan yang terbentang dan darah-Nya yang menetes, Dia berkata, "Ya Bapa, ampunilah mereka, karena mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan.” Maksud perkataan-Nya ialah, “Aku mengasihimu, Aku mengasihimu, Aku mengasihimu, Aku mengasihimu.” "Dia berkata, “Mereka tak pantas mendapatkannya. Mereka bahkan tak tahu apa yang mereka lakukan. Karena itu Bapa, ampuni mereka.”

Renungkan hal ini:
Pernahkah Anda mengalami kepahitan terhadap seseorang? Apa akibatnya dalam hidup Anda?
Menurut Anda mengapa sangat penting bagi kita jika segalanya adil?

Bacaan Alkitab Setahun :
1 Tawarikh 16-18; Yohanes 7:28-53

Serahkan keadilan kepada Tuhan. Sembuhkan kepahitan Anda dengan anugerah-Nya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

May 18, 2017

Untuk Awal yang Baru, Mulailah dengan Pertobatan

Bacaan Hari ini:
Ratapan 3: 40-42a "Marilah kita menyelidiki dan memeriksa hidup kita, dan berpaling kepada TUHAN. Marilah kita mengangkat hati dan tangan kita kepada Allah di sorga: Kami telah mendurhaka dan memberontak,"
Jalan menuju awal yang baru dan hati nurani yang jernih dimulai dengan pertobatan. Pertama, Anda harus menyelidiki setiap area dalam kehidupan Anda dan kemudian bertobatlah dari setiap dosa Anda.

Apa artinya bertobat? Artinya tiga hal: Pertama, Anda bertanggung jawab atas dosa Anda. Kedua, Anda menjauh dari dosa Anda. Ketiga, Anda berpaling kembali kepada Tuhan dalam anugerah-Nya.

Alkitab berkata, "Marilah kita menyelidiki dan memeriksa hidup kita, dan berpaling kepada TUHAN. Marilah kita mengangkat hati dan tangan kita kepada Allah di sorga: Kami telah mendurhaka dan memberontak," (Ratapan 3: 40-42a).

Pertobatan bukan berarti menyangkal dosa Anda. Jangan berkata, "Itu bukan masalah besar." Itu masalah besar, sebab Anda masih mengingatnya. Jangan berkata,"Itu terjadi sudah lama sekali" atau "Itu hanya bagian dari kehidupan yang saya jalani” atau "Semua orang juga melakukannya." Itu semua hanya alasan! Anda tidak bisa membenarkan dosa, meminimalkannya, memakluminya, atau menyalahkan orang lain. Itu bukan pertobatan sejati.

Perhatikan hal ini: Rintangan terbesar dalam penyembuhan dari semua masalah hati Anda adalah Anda sendiri. Jangan menunggu Tuhan; Jangan menunggu orang lain. Tuhan ingin menyembuhkannya, tetapi hambatan terbesar dalam mewujudkannya ialah diri Anda sendiri.

Alkitab mengatakan dalam 1 Yohanes 1:8, "Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita."

Apakah Anda ingin menyingkirkan kebiasaan jelek yang merusak diri Anda sendiri? Anda baru bisa berhenti merusak diri sendiri, jika Anda berhenti menipu diri sendiri. Semuanya berawal dari kejujuran dengan mengakui bahwa ada sesuatu yang salah. Akuilah seberapa pun kuatnya keinginan Anda untuk membenarkan dan memaklumi dosa-dosa Anda. Anda harus mengakuinya, mengatakannya, dan melenyapkannya dari hidup Anda.


Renungkan hal ini:

Apa yang saat ini Anda pura-pura tidak tahu? Apa yang Anda tutupi agar Anda terhindar dari rasa bersalah? Apa yang Anda anggap bukan sebuah dosa?

Tidakkah Anda berpikir bahwa ini sudah waktunya untuk menyelesaikan dan menyingkirkan dosa-dosa itu dari hidup Anda? Cara-cara apa yang akan Anda gunakan untuk pertobatan Anda hari ini?

Bacaan Alkitab Setahun :
1 Tawarikh 1-3; Yohanes 5:25-47

Langkah pertama yang terpenting dalam pertobatan adalah sadar adanya dosa dalam diri Anda dan keinginan untuk mau berubah.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

May 16, 2017

Langkah Pertama untuk Memiliki Hati Nurani yang Jernih

Bacaan Hari ini:
Mazmur 139: 23-24 "Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!"
Langkah pertama untuk memiliki hati nurani yang jernih ialah dengan memeriksa daftar moral pribadi kita atau melakukan penilaian atas kehidupan spiritual pribadi kita.

Anda harus duduk bersama dengan Tuhan di tempat yang sepi sendirian ketika Anda tidak diburu waktu dan berkata, "Tuhan, aku mau bekerjasama dengan-Mu. Aku akan membuat daftar kesalahan dan pelanggaran apapun yang terjadi di dalam hubunganku dengan-Mu. Bantu aku untuk melihat hal-hal yang aku tahu adalah salah dan hal-hal yang aku tidak tahu adalah salah." Mintalah Tuhan untuk menjernihkan pikiran Anda dan membantu Anda untuk mengungkapkan dosa-dosa Anda.

Anda bisa berdoa menggunakan Mazmur 139: 23-24: "Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!” Katakan, "Tuhan, arahkan sorotan matamu-Mu kepada batinku. Singkapkanlah kepadaku hal-hal yang ada di dalam diriku yang menjeratku dan menahanku."

Adalah penting untuk meluangkan waktu untuk Tuhan. Jangan terburu-buru! Jangan katakan, "Tuhan, aku hanya punya waktu lima menit untuk mengatakan setiap dosa yang pernah saya buat." Luangkan waktu Anda. Tuliskan itu semua.

Mengapa penting untuk menuliskannya? Menulis membuatnya lebih spesifik. Pikiran-pikiran kita keluar melalui bibir dan ujung jari kita. Tulislah apa yang Anda ucapkan. Jika Anda belum menuliskannya, berarti Anda belum benar-benar memikirkannya.

Biarkan saya mengajukan sebuah pertanyaan yang amat penting ini. Seberapa seriuskah Anda menginginkan berkat Tuhan dalam hidup Anda? Apakah Anda bersedia untuk jujur dengan Tuhan? Apakah Anda bersedia untuk jujur dengan diri sendiri? Apakah Anda bersedia untuk jujur dengan orang lain? Atau apakah Anda memilih untuk hidup dalam penyangkalan? Penolakan dan berkat Tuhan tidak bisa berjalan beriringan.

Bila Anda mau serius, maka Anda hanya tinggal selangkah lagi dari pembebasan! Anda hanya tinggal selangkah lagi untuk merasakan sukacita dan kekudusan hati yang belum pernah Anda alami sebelumnya. Anda begitu dekat dengan kebebasan, bebas dari kebiasaan buruk dan sakit hati dan kepahitan yang mengacaukan hidup Anda.

Jangan menunda-nunda. Tidak ada yang lebih penting dalam hidup Anda selain untuk memiliki berkat Tuhan.


Renungkan hal ini:

Apa yang membuat Anda begitu sibuk untuk melakukan penilaian atas kehidupan rohani Anda?

Menurut Anda mengapa kita terkadang tidak jujur terhadap Tuhan, walaupun sebenarnya Dia juga tahu segalanya?

Bagaimana rasa takut membuat kita tidak jujur dengan diri kita sendiri tentang dosa, kebiasaan buruk, sakit hati, dan kepahitan kita? Bagaimana dengan kesombongan diri kita?

Bacaan Alkitab Setahun :
2 Raja-raja 24-25; Yohanes 5:1-24

Luangkan waktu hari ini, sendirian saja. Introspeksi, selidikilah hati dan kehidupan rohani Anda. Itu akan mengubah hidup Anda!
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

May 10, 2017

Apa Artinya Menyerahkan Hidup kepada Tuhan?

Bacaan Hari ini:
Roma 6:13 “Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran.”
Berserah kepada Yesus berarti meletakkan setiap bidang kehidupan Anda ke dalam-Nya. Tuhan ingin Anda belajar untuk menjadi seorang pemberi dalam hidup ini, bukan menjadi seorang pengambil. Yesus berkata, "Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya” (Markus 8:35).

Apa artinya “bersedia kehilangan nyawa” dalam ayat ini? Artinya Anda menyerahkan diri Anda kepada Tuhan untuk mewujudkan rancangan-Nya. Roma 6:13 mengatakan, “Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran.” Jalani hidup ini dengan tujuan. Tergeraklah oleh karena tujuan. Berikanlah diri Anda kepada Tuhan. Biarkan Dia memakai Anda untuk mewujudkan tujuan-Nya.

Apa yang terjadi ketika Anda melakukan ini? Apa yang terjadi saat Anda berkata, "Baiklah Tuhan, aku tidak akan hidup untuk diriku. Aku akan hidup untuk-Mu dan untuk orang lain. Aku akan belajar untuk menyerahkan hidupku. Aku akan belajar untuk menyerahkan rancanganku ke dalam tangan-Mu.” Dan perhatikanlah apa yang Tuhan katakan, “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu” (Matius 6:33).

Apa yang akan Anda lakukan untuk menjadikan Kerajaan Allah sebagai perhatian utama Anda? Dengan peduli dengan hal-hal yang Allah pedulikan. Apa yang paling Dia pedulikan? Hidup Anda dan sesama manusia. Tuhan tidak peduli dengan uang. Tuhan tidak peduli dengan ketenaran. Tuhan tidak peduli dengan banyak hal yang kita pedulikan. Bila Anda menyerahkan hidup Anda kepada Tuhan dan menjadikan hal-hal terpenting dalam hidup Anda sama seperti hal-hal yang paling penting bagi Tuhan, maka Dia akan memelihara semua yang Anda butuhkan dalam hidup ini.

Renungkan hal ini:
Pikirkan tentang seseorang yang Anda kenal yang hidupnya hanya untuk tujuan Tuhan. Bagaimana Anda bisa mengenali bahwa orang tersebut telah "bersedia kehilangan nyawanya” demi Tuhan?
Mengapa berserah kepada Tuhan dapat mendatangkan kemerdekaan serta petualangan? Apa yang bisa Anda lakukan untuk dapat menjadikan orang lain sebagai perhatian utama Anda?
Apa yang perlu Anda lakukan untuk bisa lebih peduli terhadap orang lain?

Bacaan Alkitab Setahun :
2 Tawarikh 32-33; Yohanes 18:19-40

Jangan setengah hati untuk menyerahkan hidupmu pada Tuhan.
Tuhan tanpa ragu menyerahkan hidupNya untuk kita seluruhnya ,mati di kayu salib.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

May 09, 2017

NASIB AHOK DI TANGAN TUHAN

Tidak ada salahnya berdoa buat pak Ahok. Tidak ada salahnya memberikan dukungan moral atau karangan bunga. Namun jangan terlalu kecewa jika kenyataan tidak sesuai harapan. Jalan hidup setiap insan berbeda beda. Demikian juga dengan hamba Allah yang bernama Basuki Tjahaya Purnama. Garis hidupnya tidak ada di kotak suara atau kursi penguasa. Masa depannya tidak ditentukan oleh apa kata mereka. Tetapi apa kata Allah, karena Dialah yang punya rencana dan berkuasa atas setiap langkah hidupnya.

Jangan pernah berpikir jika tanpa pak Ahok, nasib Jakarta akan kacau balau. Jangan juga terlalu kuatir jika pak Ahok akan dihabisi oleh para musuhnya. Ingatlah, Tuhan-nya pak Ahok itu tidak tidur. Ia bangkit dari kematian dan bahkan pernah berkata "aku menyertai kamu sampai kesudahan jaman". Jangan kaget jika akan ada kejutan kejutan kenyataan yang berbeda dengan ramalan para politikus.

Masih ingat Ester dan bangsanya yang mau dibantai oleh penjahat kerajaan? Allah turun tangan melalui 'kasih karunia' sehingga yang berniat jahat justru di gantung di tiang yang dibuat untuk lawannya. Masih ingat Yusuf? Kisah hidupnya penuh dengan kejahatan dan rekayasa, firnah dan pengkhianatan, namun ujung ujungnya dimuliakan dan ditinggikan. Makanya biarkan Ahok tetap Ahok, dan Allah tetap Allah.

Jangan terlalu percaya media sosial yang penuh dengan hoax dan teror yang membuat Anda semua dicekam oleh ketakutan sehingga tidak bisa tidur dan lupa makan. Bahkan ada yang sampai lupa bernafas. Percayalah bahwa Allah Yang Maha kuasa masih menyayangi Indonesia. Masih banyak rakyat Indonesia yang cinta damai dan kontrak mati dengan NKRI dan Pancasila. Untuk itu jangan mau diadu domba. Jangan membalas kebencian dengan kebencian, jangan berpikir jahat  gara gara lihat  atau mendengar berita yang belum jelas asal usulnya. Jauh lebih baik membaca Firman Allah, sembayang dan berbuat baik tanpa pandang suku, ras dan agama. Coba bayangkan apa jadinya jika setiap warga Indonesia berlomba lomba berbuat baik?

Bebaskan pikiran dan hati ini dari caci maki, kebencian, dendam dan ketakutan yang berlebihan. Ingatlah "dalam segala perkara Tuhan turut bekerja sama untuk mendatangkan kebaikan". Apapun kata orang,  suara mayoritas, putusan hakim atau rencana jahat para musuhnya, tidak akan bisa membatalkan rencana Allah untuk Basuki Tjahaya Purnama. Coba bertanyalah kepadanya, pasti dia akan menjawab dengan senyum dan mengucapkan kalimat kalimat iman. Aku tahu persis Ahok dekat dengan Allahnya. Jangan kuatir... wong pak Ahok saja tidak kuatir.


Mari bagikan untuk jadi penguatan bagi saudara-saudara Iman.


PDT. PAULUS WIRATNO.
MERCY INDONESIA

*CopasPKMKIJkt

Lambaikan Bendera Putih dan Berserah kepada Tuhan

Bacaan Hari ini:
Amsal 3: 5-6 "Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan anganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu."
Berserah berarti menyerahkan masa depan kepada Tuhan. Amsal 3: 5-6 mengatakan, "Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu."

Apa bagian dalam hidup Anda yang belum Anda serahkan kepada Tuhan? Umpamanya, jika Anda telah menyerahkan dapur dan ruang tamu Anda, bagaimana dengan kamar tidur dalam hidup Anda? Bagaimana dengan lemari kehidupan Anda? Bagaimana dengan garasi kehidupan Anda? Apa area dalam hidup Anda yang belum Anda relakan?

Beberapa dari Anda belum menyerahkan keuangan Anda kepada Tuhan. "Saya tahu Tuhan mau saya memberikan kembali 10% dari pendapatan saya kepada-Nya, tapi saya tidak mampu jika harus memberi perpuluhan." Itulah mengapa Anda mengalami stres.

Beberapa dari Anda belum menyerahkan hubungan Anda yang tak sehat kepada Tuhan. "Saya tahu saya seharusnya memaafkan orang yang menyakiti saya, tapi saya tidak akan memaafkan mereka." Itulah mengapa Anda mengalami stres.

Beberapa dari Anda memiliki dosa rahasia yang belum Anda serahkan kepada Tuhan. Anda memiliki kebiasaan buruk yang belum Anda serahkan kepada Tuhan. Anda memiliki luka atau sakit hati yang belum Anda serahkan kepada Tuhan.
Beberapa dari Anda belum pernah menyerahkan hidup Anda kepada Yesus Kristus.

Tunduk dan berserah itu seperti melambaikan bendera putih dan berkata, "Tuhan, perang ini sudah berlalu. Aku tidak akan melawan-Mu lagi. Aku ingin damai sejahtera"
Tidakkah Anda lelah berperang dengan Tuhan? Lambaikan bendera putih Anda. Tunduk dan berserah kepada-Nya adalah ekspresi iman yang terdalam.

Renungkan hal ini :

Area apa dalam kehidupan Anda yang belum Anda serahkan kepada Tuhan?

Menurut Anda mengapa dosa yang tidak diakui menyebabkan stres?

Langkah-langkah apa yang perlu Anda lakukan hari ini untuk menyerahkan hal yang paling membuat Anda stres kepada Tuhan?

Bacaan Alkitab Setahun :
2 Raja-raja 7-9; Yohanes 1:1-28

Berserah pada Tuhan adalah bukti langkah iman terbesar dalam hidup Anda
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

May 08, 2017

Mengapa Tuhan Tidak Memberitahu Anda Alasan Sesuatu Terjadi?

Bacaan Hari ini:
Mazmur 37: 7a “Berdiam dirilah di hadapan TUHAN dan nantikanlah Dia;”
Salah satu alasan orang bergumul untuk mencapai kepuasan hidup ialah karena kita selalu mencari penjelasan mengapa hal-hal atau permasalahan terjadi dalam hidup kita. Tuhan tidak memberitahu mengapa kejadian-kejadian terjadi dalam hidup kita, dan itu biasanya membuat kita kesal.

Mengapa Tuhan tidak memberitahu Anda mengapa segala sesuatu terjadi dalam hidup Anda?

Karena Dia sedang menguji Anda. Dia sedang menguji Anda untuk melihat apakah Anda akan melepaskan kendali Anda, dan belajar untuk merasa puas ketika Dia menjelaskannya atau tidak.
Tuhan tidak berutang penjelasan apapun pada Anda, sebab Anda pun tidak akan memahaminya, bahkan jika Dia memberikan penjelasan.

Tapi kalaupun Anda mendapatkan penjelasan, itu tetap saja tidak akan menghilangkan rasa sakit Anda. Anda tidak akan tahu mengapa banyak perkara terjadi, sampai Anda berada di Surga.

Tuhan tidak akan memberikan satu penjelasan. Tapi Dia akan menguji Anda.
Saya ingat ketika saya masih kecil, satu-satunya waktu dimana kelas saya tenang ialah ketika ujian. Guru saya akan berkata, "Jangan berisik! Ambil pensilmu, dan kerjakan ujianmu.” Bahkan guru kita juga akan diam.

Saat Tuhan diam dalam hidup Anda, artinya Anda sedang menjalani sebuah ujian. Ketika Anda tidak mendengar Tuhan dan Anda merasa Dia seperti satu juta mil jauhnya, itu adalah ujian! Guru akan selalu diam saat para siswanya mengerjakan ujian. Bila Tuhan diam dalam hidup Anda, maka iman Anda sedang diuji. Akankah Anda melepaskan kontrol diri Anda, atau akankah Anda memegangnya lebih erat? Maukah anda belajar untuk merasa puas?

Ketika Anda mengalami rasa sakit dan kepedihan di minggu ini atau bulan depan atau tahun ini, yang akan Anda butuhkan bukanlah penjelasan Tuhan; melainkan kehadiran-Nya.

“Berdiam dirilah di hadapan TUHAN dan nantikanlah Dia;” (Mazmur 37: 7a).

Renungkan hal ini:

Apa hal yang membuat Anda marah kepada Tuhan yang tidak ingin Anda akui?
Ketimbang bertanya "mengapa” kepada Tuhan? Apa yang sebaiknya Anda tanyakan kepada-Nya?
Dengan cara apa Tuhan menguji Anda sekarang? Bagaimana Anda meresponnya?

Bacaan Alkitab Setahun :
2 Raja-raja 4-6; Lukas 24:36-53

Untuk segala sesuatu yang terjadi dalam hidup Anda, percayalah bahwa yang terbaiklah yang sudah Tuhan pilih untuk hidup Anda

May 07, 2017

Lepaskan dan Ketahuilah bahwa Allah yang Pegang Kendali

Bacaan Hari ini:
Mazmur 46:10 "Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!"
Setiap harinya Anda harus memutuskan siapa yang akan memegang kendali hidup Anda - Anda atau Tuhan.

Sungguh pilihan yang sulit. Ada banyak hal dalam hidup Anda yang ingin Anda kontrol. Anda ingin membuat aturan-aturan Anda sendiri. Namun untuk bisa bebas dari rasa stres, itu selalu dimulai dengan membiarkan Tuhan menjadi Tuhan. Itu selalu dimulai dengan berseru, "Tuhan, aku ingin menyerahkan kendaliku, sebab hanya Engkau yang dapat mengendalikan hal-hal yang berada di luar kendaliku.”

Mazmur 46:10 mengatakan, "Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!"

Saya tidak tahu apa yang akan Anda hadapi minggu ini. Begitupun juga Anda. Tapi saya bisa katakan pada Anda apa yang Tuhan ingin Anda lakukan: Lepaskan, dan ketahuilah. Lepaskan kendali Anda, dan ketahuilah bahwa Tuhanlah yang harus memegang kendali atas Anda. Lepaskan, dan ketahuilah! Inilah langkah awal menuju ketenangan hidup.

Kapan pun kita menghadapi situasi yang di luar kendali kita, kita cenderung melakukan satu dari dua hal ekstrem ini: Bagi beberapa dari Anda, semakin hidup Anda tidak terkontrol, semakin keras Anda berusaha mengendalikannya. Sedangkan, beberapa dari Anda melakukan hal yang sebaliknya: Anda menyerah! Anda berharap dikasihani dan itu membuat Anda tenggelam dalam kepedihan.

Ketahuilah, kedua reaksi tadi sama-sama bodohnya. Tak ada salah satu yang bisa bekerja mengatasi stres Anda. Ketimbang menjadi korban atau menjadi terlalu mengendalikan, Anda perlu menaikkan doa penyerahan diri.

Alasan nomor satu Anda menjadi stres ialah karena Anda bertentangan dengan Tuhan. Anda mencoba mengendalikan hal-hal yang hanya bisa dikendalikan oleh Tuhan. Anda tak dapat mengendalikan suami atau anak-anak Anda atau istri Anda atau pekerjaan Anda atau masa depan Anda atau masa lalu Anda atau hal-hal semacamnya dengan kuasa Anda sendiri. Semakin Anda melakukannya, semakin Anda mencoba untuk mempermainkan Tuhan, dan itu membuat Anda berada dalam posisi yang berseberangan dengan Tuhan. Anda bukan hanya akan kalah dalam konflik itu, tapi Anda juga akan lelah.

Cobalah berdoa dengan poin seperti ini : "Tuhan, berikan pada kami anugerah untuk menjalani hari demi hari, menikmati setiap saat, menerima hal-hal yang sukar sebagai jalan menuju kedamaian, menerimanya, seperti yang Yesus lakukan untuk dunia yang penuh dosa ini, bukan seperti apa yang menurut kehendakku. Aku percaya bahwa Engkau akan membuat segalanya baik jika aku berserah pada kehendak-Mu, supaya aku boleh berbahagia dalam hidup ini dan sungguh-sungguh bersukacita bersama-Mu selamanya. Amin.”

Di situlah kekuatan itu berasal! Ada kekuatan ketika Anda berserah kepada Tuhan akan hal-hal yang sudah Anda coba kendalikan.

Renungkan hal ini:
Apa artinya "menjalani hari demi hari” dalam keseharian Anda?
Bagaimana biasanya Anda bereaksi terhadap tekanan dalam hidup Anda? Menurut Anda, bagaimana Tuhan ingin Anda meresponnya?
Apa reaksi secara- fisik, emosi, dan rohani - ketika Anda menyerahkan kepada Tuhan hal-hal yang ingin Anda kendalikan?

Bacaan Alkitab Setahun :
2 Raja-raja 1-3; Lukas 24:1-35

Ada kekuatan luar biasa ketika Anda berserah pada Tuhan
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 

Translate

Join with us

Berlangganan Melalui Email

Masukan alamat email anda:

Delivered by FeedBurner

Support Community

Powered by Blogger.