Belajar dan bertumbuh bersama Yesus Kristus yang adalah Guru dan Tuhan. Muridkan diri pribadi lebih dahulu sebelum memuridkan orang lain

March 13, 2019

Obat Kesedihan

Amsal 17:22 (TB)  Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.

Kita tidak dapat mengontrol jalannya kehidupan tapi kita harus tetap menjalani kehidupan. 

Seandainya kita mengetahui kapan kesedihan datang,  kapan masalah muncul dan kapan kesusahan berakhir tentunya hidup terasa lebih mudah kenyataannya tak seorangpun yang tau.

Apakah dengan demikian kita harus kuatir dan terintimidasi dalam kehidupan ini?  Tentu tidak!

Alkitab mengajarkan kita bahwa hati yang gembira adalah obat,  ya kabar baiknya kita punya obat yang mampu mengusir segala kesedihan dan menghilangkan kekuatiran.  Tuhan memberikan kita obat yang mampu mengatasi segala bentuk permasalahan hidup dengan hati yang gembira.

Bergembira dan bersemangat adalah rahasia hidup berkemenangan, menang atas kesedihan,  menang atas persoalan hidup.

Hari ini anda mungkin tidak ada alasan yang mengharuskan Anda untuk tertawa dan bergembira tapi ingat anda punya semangat,  bersemangatlah karena semangat tidak membutuhkan alasan untuk aktif selain keinginan diri anda untuk semangat. Ayo semangat!  Tuhan mengasihimu dan Dia ingin bergembira bersama anda.

Semangat dan bergembira dapat mengubah keadaan dan kehidupan anda sebaliknya kehilangan semangat akan memperburuk keadaan anda.

Doa hari ini:
Tuhan Yesus Terima kasih untuk pengertian yang Engkau berikan,  aku percaya Engkau selalu ada dan memberikan sukacita disetiap saat aku butuh,  biarlah sukacita dari sorga tetap menjadi miliku dan Roh-Mu memberikan semangat disetiap persoalan hidupku.  Dalam Nama Tuhan Yesus Kristus, Amin. 

February 27, 2019

Apa kata Alkitab mengenai perceraian dan pernikahan kembali?

Pertama-tama, apapun pandangan mengenai perceraian, adalah penting untuk mengingat kata-kata Alkitab dalam Maleakhi 2:16a: “Sebab Aku membenci perceraian, firman TUHAN, Allah Israel.” Menurut Alkitab, kehendak Allah adalah pernikahan sebagai komimen seumur hidup. “Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia" (Matius 19:6). Meskipun demikian, Allah menyadari bahwa karena pernikahan melibatkan dua manusia yang berdosa, perceraian akan terjadi. Dalam Perjanjian Lama Tuhan menetapkan beberapa hukum untuk melindungi hak-hak dari orang yang bercerai, khususnya wanita (Ulangan 24:1-4). Yesus menunjukkan bahwa hukum-hukum ini diberikan karena ketegaran hati manusia, bukan karena rencana Tuhan (Matius 19:8).

Kontroversi mengenai apakah perceraian dan pernikahan kembali diizinkan oleh Alkitab berkisar pada kata-kata Yesus dalam Matius 5:32 dan 19:9. Frasa “kecuali karena zinah” adalah satu-satunya alasan dalam Alkitab di mana Tuhan memberikan izin untuk perceraian dan pernikahan kembali. Banyak penafsir Alkitab yang memahami “klausa pengecualian” ini sebagai merujuk pada “perzinahan” yang terjadi pada masa “pertunangan.” Dalam tradisi Yahudi, laki-laki dan perempuan dianggap sudah menikah walaupun mereka masih “bertunangan.” Percabulan dalam masa “pertunangan” ini dapat merupakan satu-satunya alasan untuk bercerai.

Namun demikian, kata Bahasa Yunani yang diterjemahkan “perzinahan” bisa berarti bermacam bentuk percabulan. Kata ini bisa berarti perzinahan, pelacuran dan penyelewengan seks, dll. Yesus mungkin mengatakan bahwa perceraian diperbolehkan kalau terjadi perzinahan. Hubungan seksual adalah merupakan bagian integral dari ikatan penikahan, “keduanya menjadi satu daging” (Kejadian 2:24; Matius 19:5; Efesus 5:31). Oleh sebab itu, memutuskan ikatan itu melalui hubungan seks di luar pernikahan dapat menjadi alasan untuk bercerai. Jika demikian, dalam ayat ini, Yesus juga memikirkan tentang pernikahan kembali. Frasa “kawin dengan perempuan lain” (Matius 19:9) mengindikasikan bahwa perceraian dan pernikahan kembali diizinkan dalam kerangka klausa pengecualian, bagaimanapun itu ditafsirkan. Penting untuk diperhatikan bahwa hanya pasangan yang tidak bersalah yang diizinkan untuk menikah kembali. Meskipun tidak disebutkan dalam ayat tsb, izin untuk menikah kembali setelah perceraian adalah kemurahan Tuhan kepada pasangan yang tidak bersalah, bukan kepada pasangan yang berbuat zinah. Mungkin saja ada contoh-contoh di mana “pihak yang bersalah” diizinkan untuk menikah kembali, namun konsep tsb tidak ditemukan dalam ayat ini.

Sebagian orang memahami 1 Korintus 7:15 sebagai “pengecualian” lainnya, di mana pernikahan kembali diizinkan jikalau pasangan yang belum percaya menceraikan pasangan yang percaya. Namun demikian, konteks ayat ini tidak menyinggung soal pernikahan kembali dan hanya mengatakan bahwa orang percaya tidak terikat dalam pernikahan kalau pasangan yang belum percaya mau bercerai. Orang-orang lainnya mengklaim bahwa perlakuan sewenang-wenang (terhadap pasangan yang satu atau terhadap anak) adalah alasan yang sah untuk bercerai sekalipun Alkitab tidak mencantumkan hal itu. Walaupun ini mungkin saja, namun tidaklah pantas untuk menebak Firman Tuhan.

Kadang-kadang hal yang dilupakan dalam perdebatan mengenai klausa pengecualian adalah kenyataan bahwa apapun jenis penyelewengan dalam pernikahan, itu hanyalah merupakan izin untuk bercerai dan bukan keharusan untuk bercerai. Bahkan ketika terjadi perzinahan, dengan anugrah Tuhan, pasangan yang satu dapat mengampuni dan membangun kembali pernikahan mereka. Tuhan telah terlebih dahulu mengampuni banyak dosa-dosa kita. Kita tentu dapat mengikuti teladanNya dan mengampuni dosa perzinahan (Efesus 4:32). Namun, dalam banyak kasus, pasangan yang bersalah tidak bertobat dan terus hidup dalam percabulan. Di sinilah kemungkinanan Matius 19:9 dapat diterapkan. Demikian pula banyak yang terlalu cepat menikah kembali setelah bercerai padahal Tuhan mungkin menghendaki mereka untuk tetap melajang. Kadang-kadang Tuhan memanggil orang untuk melajang supaya perhatian mereka tidak terbagi-bagi (1 Korintus 7:32-35). Menikah kembali setelah bercerai mungkin merupakan pilihan dalam keadaan-keadaan tertentu, namun tidak selalu merupakan satu-satunya pilihan.

Adalah menyedihkan bahwa tingkat perceraian di kalangan orang-orang yang mengaku Kristen hampir sama tingginya dengan orang-orang yang tidak percaya. Alkitab sangat jelas bahwa Allah membenci perceraian (Maleakhi 2:16) dan bahwa pengampunan dan rekonsiliasi seharusnya menjadi tanda-tanda kehidupan orang percaya (Lukas 11:4; Efesus 4:32). Tuhan mengetahui bahwa perceraian dapat terjadi, bahkan di antara anak-anakNya. Orang percaya yang bercerai dan/atau menikah kembali jangan merasa kurang dikasihi oleh Tuhan bahkan sekalipun perceraian dan pernikahan kembali tidak tercakup dalam kemungkinan klausa pengecualian dari Matius 19:9. Tuhan sering kali menggunakan bahwa ketidaktaatan orang-orang Kristen untuk mencapai hal-hal yang baik.




 Sumber:  gotquestions.org

February 26, 2019

TUHAN ATAU MAMON


"Harta benda tidaklah abadi.....” (Amsal 27:24)


Pada abad ke-16 ada sebuah kisah tentang percakapan antara seorang pemuda yang ambisius dan atheis dengan seorang Kristen yang saleh bernama St. Philip Philip. Sang pemuda berkata kepada Philip dengan semangat: “Orangtua saya akhirnya menyetujui rencana saya untuk sekolah hukum!” Philip hanya menanggapinya dengan sebuah pertanyaan, “Lalu bagaimana?”


Ia menjawab, “Lalu saya akan menjadi seorang ahli hukum!” “Lalu?” kejar Philip. “Lalu saya akan mendapatkan banyak uang, membeli sebuah rumah di pedesaan, membeli kereta dan kuda-kuda, menikahi seorang wanita cantik dan menjalani hidup yang menyenangkan!” jawab pemuda itu.


Philip melanjutkan pertanyaannya, “Lalu?” “Lalu ....” Sehingga untuk pertama kalinya pemuda tersebut mulai merenungkan tentang kematian dan kekekalan. Ia menyadari bahwa ternyata selama ini ia tidak melibatkan Tuhan dalam rencana-rencananya, dan membangun hidupnya di atas nilai-nilai yang fana.


Kisah ini bukan berarti memiliki kekayaan itu salah. Namun jika kekayaan menjadi tujuan utama hidup kita, maka kita akan mengabaikan kekekalan dan mengejar uang, bukan Tuhan. Kristus mengatakan bahwa kita tidak mungkin mengabdi kepada harta dan kepada Allah (Matius 6:24). Dan Dia memperingatkan “Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi...Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di surga” (Matius 6:19, 20).


TUJUAN HIDUP HANYA ADA DUA PILIHAN: HIDUP BAGI KRISTUS ATAU HIDUP UNTUK MAMON




Copyright @ 2018 CHRIST CATHEDRAL, GBI Basilea, Indonesia.

February 05, 2019

Perayaan Imlek bagi Orang Kristen Bolehkah ?

Nats: I Korintus 9:19;23

19 Sungguhpun aku bebas terhadap semua orang, aku menjadikan diriku hamba dari semua orang, supaya aku boleh memenangkan sebanyak mungkin orang.

23 Segala sesuatu ini aku lakukan karena Injil, supaya aku mendapat bagian dalamnya.

Di dalam Alkitab kita tahu bahwa kebenaran dinyatakan setahap demi setahap. Satu langkah demi satu langkah. Bagi orang yang belum diselamatkan, hal terutama dalam hidup ini adalah diselamatkan. Hal yang terutama yang perlu direnungkan dan dihayati, sesuatu yang sungguh harus diperoleh adalah keselamatan jiwa. Jika anda sudah diselamatkan, puji Tuhan! Langkah pertama sudah kita lewati! Jika belum, maka anda dalam bahaya besar. Dan jika anda sudah diselamatkan, maka langkah berikut kita adalah bagaimana kita membangun hidup ini supaya sepadanan dengan Injil Yesus Kristus. Jangan dibalik menjadi Injil dipadankan dengan hidup kita. Bukan Injil yang diubah, tetapi hidup kita yang harus diubah.

Dalam rangka inilah kita sebagai manusia, sebagaimana manusia sudah tersebar di seluruh dunia dan di seluruh bangsa sudah terbangun beraneka ragam adat istiadat, muncul banyak pertanyaan sejauh mana orang Kristen harus mengikuti adat-istiadat yang tidak melanggar kebenaran firman Tuhan

.

Minggu ini sebagian orang Tionghoa merayakan hari raya Imlek dan ini adalah momen yang cukup tepat untuk berbicara masalah adat-istiadat. Saya bertemu dengan banyak orang batak yang bertanya apakah adat Ulos itu boleh dilakukan? Demikian juga dengan perayaan Ngaben di Bali, perayaan di Toraja serta berbagai perayaan adat lainnya boleh dilakukan?

Saudaraku, banyak adat istiadat dari suku-suku bangsa yang kita tidak ketahui jika kita tidak berada di dalamnya. Orang Tionghoa tahu banyak hal mengenai adat istiadatnya saja. Demikian juga dengan orang Batak, Manado, dan suku-suku lainnya lebih tahu adat istiadat mereka sendiri. Dan ada banyak sekali pertanyaan yang muncul dalam rangka seminar dan tanya jawab mengenai sejauh mana adat istiadat itu boleh diikuti.

Pagi ini saya ingin mengajak kita merenungkan hal ini. Rasul Paulus menuliskan di dalam surat Galatia, “Dan di dalam agama Yahudi aku jauh lebih maju dari banyak teman yang sebaya dengan aku di antara bangsaku, sebagai orang yang sangat rajin memelihara adat istiadat nenek moyangku.”(1:14) Saudaraku, apakah Paulus kemudian meninggalkan adat istiadat nenek moyangnya? Kisah Rasul 28:17 menjelaskannya. Paulus mengatakan, “Saudara-saudara, meskipun aku tidak berbuat kesalahan terhadap bangsa kita atau terhadap adat istiadat nenek moyang kita, namun aku ditangkap di Yerusalem dan diserahkan kepada orang-orang Roma.” Tetapi, jika kita membaca Matius 15:3, Tuhan Yesus memberi jawab kepada orang-orang Farisi dan ahli Taurat, “Mengapa kamupun melanggar perintah Allah demi adat istiadat nenek moyangmu?” Yesus dengan sangat tegas mengecam orang Yahudi yang sangat memelihara adat istiadat nenek moyang tetapi melanggar firman Tuhan. Jelas hal ini tidak boleh terjadi di dalam kekristenan, kita tidak boleh melanggar ketetapan firmanNya karena lebih mementingkan adat istiadat. Saudaraku yang terkasih dalam Tuhan, berarti harus ada suatu kesimpulan. Kesimpulan bagaimanakah sikap kita terhadap adat istiadat.

Kita bisa katakan bahwa setelah seseorang bertobat dan percaya Tuhan Yesus tuntutan Alkitab hanyalah kita harus meninggalkan dosa. Jikalau di dalam adat istiadat ada hal-hal yang bisa mendorong orang untuk berbuat dosa, janganlah lakukan itu.

Saya cukup dekat dengan kakek saya. Dia menceritakan bahwa pada masa penjajahan Belanda, setiap hari raya Imlek, selama tiga hari tiga malam orang boleh berjudi di jalan dan tidak akan apa-apa. Pada saat itu, orang yang tidak pernah judipun akan menjadi ikut-ikutan berjudi saat itu. Di Kalimantan Barat, setiap hari raya Imlek, anak-anak biasanya mendapat banyak “angpao,” karena mereka memegang banyak uang, biasanya mereka mulai belajar merokok dan berjudi. Bisa jadi, lewat dua tiga hari mereka terjerat iblis dan menjadi penjudi ataupun perokok berat.

Saudaraku, ingatlah seruan Alkitab untuk orang yang sudah bertobat untuk meninggalkan dosa. Dalam rangka meninggalkan segala dosa sangat mungkin ada banyak adat istiadat yang harus kita tinggalkan yang ada sangkut-paut dengan dosa di dalamnya. Dalam adat istiadat Tionghoa, dalam hal pernikahan, biasanya di kamar pengantin baru harus ada setandan pisang supaya anak cucunya banyak seperti pisang itu. Dan di dalam banyak acara besar terlihat banyak sekali mistik-mistikan di dalamnya. Orang Tionghoa harus berhati-hati di dalamnya. Biasanya waktu acara orang meninggal, orang Tionghoa akan berdiri di depan peti jenazah itu, yang Budha biasanya akan mengambil hio dan menyembah. Yang Katolik biasanya akan membuat “tanda salib” di dada mereka, yang Kristen datang dan bingung harus berbuat apa sehingga mereka pun mengambil sikap berdoa di depan peti. Sedangkan jikalau saya yang datang langsung makan kacang karena tidak ada signifikan untuk melakukan hal itu.

Di dalam hal adat-istiadat ada banyak hal positif dan juga ada hal negatif. Adat istiadat yang positif misalnya masalah jenjang hormat menghormati. Saya mendengar bahwa dalam tradisi orang Batak, jika marga yang satu mengadakan pesta maka marga yang lain itu akan menyuci piring.

Adat istiadat ada yang positif dan juga ada yang negatif. Dari segi negatif ada mistik-mistikan di dalam adat istiadat dan kita harus hati-hati di dalamnya. Sekali lagi, seruan Tuhan untuk orang Kristen yang sudah lahir baru adalah meninggalkan dosa, yaitu meninggalkan hubungan kita dengan iblis. Tanggalkanlah adat istiadat yang disusupkan oleh iblis di dalamnya. Tinggalkanlah semua adat istiadat yang memiliki unsur setan di dalamnya.

Hal kedua yang perlu mendapatkan perhatian adalah masalah adat istiadat berkaitan dengan moral. Paulus berbicara di dalam I Korintus 9:20-22, “Demikianlah bagi orang Yahudi aku menjadi seperti orang Yahudi, supaya aku memenangkan orang-orang Yahudi. Bagi orang-orang yang hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku sendiri tidak hidup di bawah hukum Taurat, supaya aku dapat memenangkan mereka yang hidup di bawah hukum Taurat. Bagi orang-orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku tidak hidup di luar hukum Allah, karena aku hidup di bawah hukum Kristus, supaya aku dapat memenangkan mereka yang tidak hidup di bawah hukum Taurat. Bagi orang-orang yang lemah aku menjadi seperti orang yang lemah, supaya aku dapat menyelamatkan mereka yang lemah. Bagi semua orang aku telah menjadi segala-galanya, supaya aku sedapat mungkin memenangkan beberapa orang dari antara mereka.” Tetapi hal yang terpenting adalah jangan sampai kita ikut-ikutan sampai melupakan dua hal ini, yaitu masalah spiritual dan masalah moral.

Masalah moral erat kaitannya dengan masalah pakaian. Misalnya, ketika saya pergi menginjil ke orang Madura, tentu saya tidak boleh mengenakan pakaian “ala chinese” ke sana, karena itu tidak tepat. Ada baiknya saya berpakaian Madura supaya lebih mudah diterima. Tetapi, jika saya pergi menginjil ke daerah Irian, tentu saja saya tidak boleh berpakaian Koteka ke sana. Mengapa? Karena itu menyangkut masalah moral. Dapat dibayangkan seandainya ada yang memotret saya waktu pelayanan di sana dan hasil “jepretan”nya dibawa ke Jakarta. Tentu banyak yang akan heboh dan berkata, “Wah! Pak Suhento pakai Koteka!” Mungkin mereka akan membicarakan bentuk, ukuran, dan berbagai hal yang secara moral tidak baik. Tentu hal ini akan berbeda jika kita pergi menginjil di negara Sakura. Kita bisa aja mengenakan pakaian ala Jepang. Yang wanita tidak dilarang untuk menggunakan Kimono karena itu tidak melanggar moral. Tentu wanita tidak diizinkan menggenakan pakaian India yang terlihat pusarnya jika pergi pelayanan di sana, karena ada unsur moral di dalamnya. Karena ada sesuatu yang dilanggar. Jadi kita harus dapat memahami hal ini dengan sebaik mungkin. Rasul Paulus mengatakan bahwa ia mau melakukan segala sesuatu karena Injil. Mau menjadi apa saja supaya dapat menyelamatkan sebanyak mungkin orang itu.

Saya pernah berkomentar dengan seorang Jawa mengenai masalah Blankon. Saya mengatakan bahwa Blankon itu lumayan bagus. Kemudian dia memberitahu saya bahwa topi mereka itu mempunyai filosofinya. Katanya, ketika kita melihatnya, kita akan melihat bahwa ada suatu yang menonjol di bagian belakangnya, hal itu sesuai dengan sifat orang Jawa yang suka menyimpan kekesalan dan kemarahannya di belakang dan berpura-pura manut, sedangkan hatinya menyimpan perasaan “dongkol.” Sebagai orang Kristen tentu kita tidak boleh demikian. Filosofi itu tidak sesuai dengan nilai kekristenan. Firman Allah mengajarkan kita untuk berkata ya di atas ya dan tidak jika tidak!

I Korintus 14:40 mengajarkan prinsip mengenai masalah ini. “Tetapi segala sesuatu harus berlangsung dengan sopan dan teratur.” Pakaian ala Tionghoa yang saya pakai tentu tidak bertentangan dengan masalah moral. Saya banyak bertemu orang Tionghoa yang sudah uzur usianya, dan mereka sering berkata kepada anak-anak mereka jangan masuk agama orang barat. Padahal secara geografis saja mereka salah karena Yesus berasal dari daerah Timur Tengah yang termasuk daerah “timur.” Jadi jelas kekristenan tidak berasal dari daerah barat. Mungkin mereka melihat yang kotbah itu menggunakan dasi dan jas, sehingga agamanya dianggap sebagai agama barat. Intinya kita bukan percaya kepada agama dari barat maupun timur, kita hanya percaya kepada kebenaran.

Saudaraku, di dalam kita mengikut adat-istiadat ada hal positif dan negatif. Sebagai orang Kristen, kita perlu hati-hati mengenai ini. Kata hati-hati ini mempunyai arti yang sangat penting. Ketika saya kuliah di Amerika, saya bertemu dengan pastor yang sudah sangat tua. Dia dan istrinya pernah ke Indonesia. Ketika bersalaman dengan saya, ia tidak mengucapkan ucapan selamat ataupun kata-kata lainnya, tetapi ia berkata, “Hati-hati!” Saya kaget mendengarnya, kemudian ia menceritakan kisahnya ketika di sini. Ia menaiki taksi di negara ini, namun ia takut bukan main karena sopirnya “ngebut” banget. Sehingga dia bertanya apa kata Indonesia untuk carefull. Setelah itu, kemana saja dia pergi, ia terus mengingatkan supir taksi untuk hati-hati! Seumur hidup ia akan ingat kata-kata itu. Sehingga ketika bertemu saya dia mengucapkan kata ini. Hati-hati!

Saya pikir kata itu lebih penting daripada ribuan kata sapaan. Karena jika kita tidak hati-hati bisa repot jadinya. Jadi orang Kristen kita bisa salah langkah dan terjerembab karena tidak hati-hati. Oleh sebab itu, di dalam mengikuti adat istiadat kita perlu berhati-hati. Pakaian yang kita pakai tidak akan salah, jika pakaian itu sopan dan teratur. Jangan mengikuti kegiatan-kegiatan yang menjurus kepada sesuatu yang dapat menyakiti hati Tuhan, yaitu kegiatan-kegiatan yang ada unsur mistik-mistikan di dalamnya maupun unsur-unsur moral yang sudah agak miring.

Saudaraku, banyak budaya di dunia ini yang iblis sudah memiliki “saham” di dalamnya sehingga ada banyak unsur magis dan agak sedikit kacau dalam masalah moral di dalamnya. Saya kaget ketika membaca buku yang menceritakan adat-istiadat orang Eskimo sebelum Injil masuk ke sana. Dalam tradisi mereka, setiap ada tamu yang datang berkunjung ke rumah, maka tuan rumah akan memberikan istrinya sebagai teman tidur tamu. Baru ketika mereka mengenal kebenaran mereka meninggalkan kebiasaan itu.

Oleh sebab itu, sebagai orang Kristen kita harus berhati-hati. Pertama, kita perlu diselamatkan. Jika kita sudah diselamatkan, tuntutan Tuhan dalam hidup kita adalah meninggalkan dosa dan segala hal yang ada hubungannya dengan iblis karena kita sudah dimerdekan dan menjadi milik Tuhan. Kita harus meninggalkan semua hal negatif itu, termasuk di dalamnya adat istiadat yang ada hal-hal yang demikian. Amin!


Sumber : Khotbah Dr. Liauw (2 Februari 2003)
Disadur ulang oleh Ev. Chandra Johan
http://www.gbiasemarang.blogspot.com, http://www.lexicalife.blogspot.com, http://www.trainingyourchildren.blogspot.com

January 02, 2019

Menebus Waktu

Efesus 5:15-16 (TB)
15 Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,
16 dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.

Hal paling bermanfaat adalah WAKTU bukan UANG anda dapat menghasilkan uang lebih banyak tapi tidak dengan waktu.

Anda bisa memberikan uang jajan kapan saja untuk anak tapi tidak dengan waktu,  anda dapat menyumbang uang pada siapa saja tapi belum tentu dapat menemani orang lain kapan saja.

Memberikan hal yang terbaik untuk TUHAN bukan uang tapi waktu anda untuk Dia.

Banyak dari kita bekerja keras hingga lupa waktu pada akhirnya banyak juga orang menghabiskan harta benda yang dia kumpul bertahun-tahun untuk bisa sehat,  sembuh dari sakit inilah bentuk lingkaran waktu. 

Sebenarnya bukan uang atau kenyamanan dalam hidup kita yang paling penting tapi waktu,  orang rela untuk mengorbankan segala-galanya jika ingin hidup lebih lama,  lebih banyak waktu.

Tuhan menghendaki kita punya hubungan yang lebih intensif dengan Dia,  bukan uang anda yang menjadi persembahan yang sempurna tapi pemberian diri anda,  mengorbankan waktu anda,  kebersamaan anda dengan Dia.

Mulailah komitment untuk memiliki waktu berkualitas dengan TUHAN setiap hari,  komitmentlah untuk memulai Doa di pagi hari,  15 menit,  30 menit,  1 jam atau lebih banyak lagi untuk berdoa membangun hubungan dengan Tuhan Yesus.

Percayalah anda akan melihat perubahan terjadi di tahun 2019, jika banyak hal anda belum menemukan cara,  belum menemukan jalan keluar,  belum terwujud harapan anda makan sekarang saatnya anda meraih semua itu dengan melibatkan TUHAN melalui pengorbanan waktu kepada Dia.

Doa adalah cara paling ampuh dan sederhana untuk memulai meberikan waktu berharga untuk TUHAN.

Psalms 90:12 (KJV)  So teach us to number our days, that we may apply our hearts unto wisdom.

Mazmur 90:12 (TB)  Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.

January 01, 2019

Hidup yang lama telah selesai!

2 Korintus 5:17 (TB)  Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.

Selesai di dalam Dia,  kekayaan dan kehormatan  tidak membuat saya melebihi orang lain karena sesungguhnya YESUS KRISTUS jauh lebih berharga dengan emas,  permata atau apapun itu.

Kehilangan,  keterpurukan serta kemiskinan tidak membuat saya dan anda terhina karena YESUS KRISTUS oleh Kasih Karunia-Nya selalu hadir disetiap musim hidup kita dan dalam keluarga kita,  hidup ini telah jadi lebih berharga sejak kita hidup menyerahkan diri sepenuhnya pada kehendak TUHAN Yesus Kristus.

Dalam kelemahanku kita kuat,  dalam kesendirian kita dapat menikmati Kasih-Nya yang sungguh luar biasa,  nikmat, ajaib dan penuh rasa syukur.

Dalam lembah maut sekalipun kita  tidak takut karena TUHAN YESUS selalu ada bersama-sama kita,  bahkan Dia menyediakan  hidangan di hadapan para lawan kita.

Ya... Kita sudah selesai dengan hidup ini karena kini kita hidup didalam Dia yang telah menyelamatkan kita.  Terima kasih Abba Bapa.

Galatia 2:20 (TB)  namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.

December 16, 2018

Renungan Sambut Natal

Renungan Menyambut Natal 2018

Banyak agama mengajarkan kebaikan dan kasih sayang tapi hanya Yesus Kristus yang memberikan PENGAMPUNAN DOSA !

Tidak ada Nabi atau Rasul yang dapat mengampuni Dosa selain Yesus Kristus Sang Juruselamat.

Lukas 5:20 (TB)  Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia: "Hai saudara, dosamu sudah diampuni."

Yang anda butuhkan adalah kebebasan dari ikatan dosa, selama anda masih terikat dengan dosa anda tidak akan pernah menjadi benar ! Yesus Kristus adalah satu-satunya jalan kebenaran dan hidup karena Dia dapat mengampuni dosa-dosa anda.

Yohanes 14:6a (TB)  Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup.

Usaha anda untuk "beragama" dan mengikuti segala aturan dan petunjuk-petunjuk berbuat baik akan menjadi sia-sia tanpa penyerahan diri kepada kehendak TUHAN melalui percaya pada YESUS KRISTUS, percaya kepada Dia berarti percaya bahwa DOSA anda sudah diampuni.

Anda tidak akan pernah selesai dan tidak akan pernah cukup usaha anda untuk menyelamatkan diri anda dari kebinasaan akibat dosa, satu-satunya cara dan satu-satunya jalan keselamatan hanya melalui YESUS KRISTUS ! PERCAYALAH !!

Mazmur 49:7-8 (TB)
7 (49-8) Tidak seorang pun dapat membebaskan dirinya, atau memberikan tebusan kepada Allah ganti nyawanya,
8 (49-9) karena terlalu mahal harga pembebasan nyawanya, dan tidak memadai untuk selama-lamanya —


Merayakan Natal bukan tentang pesta pora, baju baru dan segala hiruk-pikuk keramaian Natal tapi tentang menyadari HADIAH KESELAMATAN KEKAL telah diberikan ALLAH BAPA kepada kita yang percaya melalui lahirnya Juruselamat Dunia Yesus Kristus Tuhan.


Yohanes 3:16 (TB)  Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Mari bagikan kabar Pengampunan Dosa, bagi mereka yang masih terikat dengan dosa.


Selamat Menyambut Hari Natal Yesus Kristus Juruselamat Dunia 2018.



October 05, 2018

Belajar Iman dari Sadrakh, Mesakh dan Abednego.

Daniel 3:17-18 (TB)
17 Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja;
18 tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu."

Banyak dari kita "kelihatan" sangat mengasihi TUHAN dan sepertinya siap mati untuk Dia. Saat kita memiliki kehidupan yang mapan serba cukup dan semua tersedia akan sangat mudah untuk hidup bersyukur dan tetap "kelihatan" setia dalam urusan rohani. Meski banyak orang juga jatuh dalam dosa dan hidup melupakan TUHAN di saat harta bergelimang.

Tidak ada yang salah dengan kesuksesan dan materi atau harta kekayaan yang kita miliki jika semua potensi dan harta kekayaan kita gunakan untuk membantu orang lain. Kesalahan terbesar bisa terjadi berhubungan dengan segala pencapaian, prestasi dan harta adalah sikap acuh dan sombong yang terbentuk dari hal tersebut.
Seringkali banyak orang menilai bahwa jabatan, kekayaan dan prestasi lebih penting dari keyakinan iman, kita hidup di dunia yang serba transparan dan penuh jebakan. Iman satu-satunya pedoman sekaligus filter bagi orang percaya.

Belajar dari Sadrak, Mesakh dan Abednego yang tidak menukar keyakinan iman dengan jabatan bahkan hukuman di bakar hidup-hidup. Keteguhan Iman dari ketiga orang ini sangat jelas terlihat saat mereka berkata :

"...tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu."

"Seandainya tidak" adalah statement kesiapan mereka untuk siap menghadapi hal terburuk dan tetap percaya dan memegang teguh prinsip iman mereka, tidak ada ungkapan iman yang melebihi ungkapan keyakinan iman dari Sadrakh, Mesakh dan Abednego yang pernah di catat oleh Alkitab.

Hari ini anda mungkin ada pada titik lemah dan hampir tidak peduli lagi dengan apa yang anda yakini, pertolongan tidak terlihat, kesulitan tidak berakhir, keuangan sangat buruk, penyakit tidak sembuh, jatuh tempo kredit sudah lewat, semua sepertinya sia-sia !

Maukah anda jadi pemenang ? Miliki Iman seperti Sadrakh, Mesakh dan Abednego, tetap percaya pada TUHAN meski tidak ada alasan untuk percaya, tetap berharap meski tidak ada harapan lagi dan seandainya hal terburuk terjadi atau anda sedang didalamnya jangan pernah kendor iman anda, Tuhan Yesus Kristus mengasihimu dan Dia ada dengan anda meski dalam api penderitaan, Dia akan mengubah kepedihan dan seluruh tangisan anda menjadi tarian kemenangan.

Baca: Indah Pada Waktu-Nya

Daniel 3:25-26 (TB)
25 Katanya: "Tetapi ada empat orang kulihat berjalan-jalan dengan bebas di tengah-tengah api itu; mereka tidak terluka, dan yang keempat itu rupanya seperti anak dewa!"
26 Lalu Nebukadnezar mendekati pintu perapian yang bernyala-nyala itu; berkatalah ia: "Sadrakh, Mesakh dan Abednego, hamba-hamba Allah yang maha tinggi, keluarlah dan datanglah ke mari!" Lalu keluarlah Sadrakh, Mesakh dan Abednego dari api itu.

Ingatlah !
Penderitaan anda adalah sarana TUHAN menunjukan pada dunia betapa Dia sangat mengasihimu dan menjadikan anda melebihi pemenang.

September 19, 2018

Menjadi Kuat dalam Kasih Karunia Tuhan



1 Korintus 1:21 Oleh karena dunia, dalam hikmat Allah, tidak mengenal Allah oleh hikmatnya, maka Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya oleh kebodohan pemberitaan Injil.

Injil Kristus tujuannya bukan untuk membuat orang menjadi pintar beragama dan tidak membuat orang hidup dalam syarat-syarat tertentu tapi injil mengajarkan orang untuk hidup dan memiliki perilaku mengasihi sama seperti TuhanYesus Kristus.

Hidup dan bertumbuh dalam Kasih Karunia menjadikan orang memiliki hikmat dan kesalahan bukan sekedar pinter dan hidup teratur tapi yang melebihi dari kedua hal tersebut.
Jika anda berusaha pintar dalam Injil anda tidak akan pernah mendapatkannya karena hikmat kebenaran adalah pengilhaman yang Tuhan sendiri berikan dan itu adalah karunia langsung dari TUHAN.

Jika anda berusaha hidup teratur akibat menjalankan syarat keagamaan maka anda tidak akan pernah memiliki kesalehan, kesalehan adalah sikap yang terjadi karena keintiman yang terbentuk dalam kasih bersama TUHAN dan ini bukan sekedar akibat dari usaha memenuhi syarat untuk selamat tapi sebuah jalinan akrab dengan Tuhan lewat merasakan Kasih-Nya secara langsung.

Ada perbadaan yang sangat besar dapat anda rasakan dalam kehidupan kekristenan jika hanya sekedar berusaha berperilaku benar karena takut melanggar sebuah aturan keagamaan dan menjadi benar akibat merasakan cinta kasih dari Tuhan. 

Menjadi benar karena akibat dari permintaan syarat keagamaan akan membuat anda berusaha tampil baik didepan manusia, didepan pimpinan keagamaan, fokus membangun hubungan kepada Tuhan jadi nomor kedua, berbeda jika fokus anda pada cinta dan kebaikan Tuhan maka perbuatan baik otomatis bertumbuh seiring pengenalan anda kepada Tuhan. 

Hiduplah dalam Kasih Karunia adalah kehidupan yang sepenuhnya di ubahkan oleh TUHAN dalam kasih karunia, hasilnya bukan sekedar pintar tapi berhikmat, bukan sekedar kehidupan yang baik dan teratur tapi ketaatan dalam kesalahan, perbuatan baik menjadi gaya hidup bukan sekedar takut berbuat salah karena terikat syarat tapi secara alami kecendrungan diri anda adalah melahirkan perbuatan baik.

Sahabat, TUHAN memanggil anda bukan untuk menjadi super hero bagi dunia tapi untuk berbagi Kasih Tuhan dan mengubah dunia.
Mengenal Injil yang benar akibatnya anda mungkin dikatakan bodoh, lemah dan terhina bagi orang-orang yang tidak hidup dalam Kasih Tuhan. Itu bukan masalah karena saat kita hidup dalam Kasih-Nya fokus kehidupan kita berubah dan teralihkan dari hal-hal duniawi.

Tuhan menjadikan kita lebih dari pemenang, dalam renungan ayat Alkitab hari ini anda bisa menemukan bagaiman Tuhan bekerja dan membalikan situasi, kelemahan menjadi kekuatan yang disangka bodoh akhirnya mengalahkan hikmat dunia, betapa hebat TUHAN kita.

1 Korintus 1:27-28 
27 Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat,
28 dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti,

Ingat hal ini :
Tuhan tidak mencari manusia Super Hero untuk dipakai-Nya tapi dia mencari manusia biasa untuk diubahkan menjadi alat yang luar biasa bagi kerajaan-Nya dan itu adalah anda.

Bacaan Alkitab 1 Korintus 1:21-30

21  Oleh karena dunia, dalam hikmat Allah, tidak mengenal Allah oleh hikmatnya, maka Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya oleh kebodohan pemberitaan Injil.

22  Orang-orang Yahudi menghendaki tanda dan orang-orang Yunani mencari hikmat,

23  tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan,

24  tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah.

25  Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat dari pada manusia.

26  Ingat saja, saudara-saudara, bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang.

27  Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat,

28  dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti,

29  supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah.

30  Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita.



September 18, 2018

Berbagi Kehidupan


Ayat Renungan:
Filemon 1:6 (TB)  Dan aku berdoa, agar persekutuanmu di dalam iman turut mengerjakan pengetahuan akan yang baik di antara kita untuk Kristus.

Kata-kata dapat diungkapkan untuk sekadar berkomunikasi tanpa sungguh-sungguh ada keterlibatan hati dan perasaan. Dalam persekutuan, komunikasi tidak hanya tukar menukar informasi, melainkan juga berbagi hati, perasaan, dan kasih. Inilah hakikat persekutuan Kristen.

Paulus, walaupun rasul dan pemimpin rohani untuk Filemon (Filemon 1:8) dan Arkhipus (Kol. 4:17), menyapa mereka sebagai rekan kerja dan rekan seperjuangan. Sapaan Paulus bukan petunjuk, nasihat, ataupun perintah. Sapaan Paulus adalah berkat (Flp. 1:3), ucapan syukur (Filemon 1:4), dan doa (Filemon 1:6) bagi mereka. Kata-kata Paulus menyatakan isi hatinya yang hangat penuh dengan kepedulian terhadap mereka.

Relasi intimnya dengan Filemon dan kawan-kawannya membuat Paulus ikut bersyukur melihat pertumbuhan kasih mereka kepada saudara-saudara seiman serta kedewasaan iman mereka terhadap Tuhan Yesus. Sesungguhnya dalam rasa syukur Paulus itu terkandung harapan agar Filemon terus semakin bertumbuh dalam pengetahuan iman yang benar yang pada akhirnya mendorong perwujudan kasih sejati dalam tindakan terhadap sesama orang kudus. Jelas sekali Paulus sedang mempersiapkan Filemon untuk menyatakan kasihnya terhadap satu saudara seiman, yang akan nyata pada perikop selanjutnya.

Hakikat persekutuan Kristen adalah berbagi hidup. Sama seperti Paulus berbagi hidupnya sebagai bapak rohani kepada Filemon, kita dipanggil untuk saling berbagi hidup dengan saudara seiman kita. Berbagi hidup berarti berbagi dalam mendoakan, menasihati, dan meneladankan hidup yang terus-menerus diperbarui oleh Tuhan Yesus. Dengan demikian, berbagi hidup akan mendorong iman kita semakin diteguhkan kepada Kristus dan agar kasih kita semakin ditumbuhkan kepada sesama.

Renungkan: Berbagi hidup untuk kepentingan pertumbuhan iman sesama, adalah bukti kita sudah menerima hidup Kristus.

Bacaan Alkitab : Filemon 1:1-7

1 Dari Paulus, seorang hukuman karena Kristus Yesus dan dari Timotius saudara kita, kepada Filemon yang kekasih, teman sekerja kami

2 dan kepada Apfia saudara perempuan kita dan kepada Arkhipus, teman seperjuangan kita dan kepada jemaat di rumahmu:

3 Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.

4 Aku mengucap syukur kepada Allahku, setiap kali aku mengingat engkau dalam doaku,

5 karena aku mendengar tentang kasihmu kepada semua orang kudus dan tentang imanmu kepada Tuhan Yesus.

6 Dan aku berdoa, agar persekutuanmu di dalam iman turut mengerjakan pengetahuan akan yang baik di antara kita untuk Kristus.

7 Dari kasihmu sudah kuperoleh kegembiraan besar dan kekuatan, sebab hati orang-orang kudus telah kauhiburkan, saudaraku.


Our Sponsor


Anda diberkati dengan website ini ?
Bantu pengembangan website
 lewat Donasi :





Transfer Bank klik:


Berlangganan Melalui Email

Masukan alamat email anda:

Pastikan emailAktif

Data Kunjungan

Powered by Blogger.

Blog Archive

Blog Archive

Join with us

Support Community

Followers

Total Pageviews

Ads