Belajar dan bertumbuh bersama Yesus Kristus yang adalah Guru dan Tuhan. Muridkan diri pribadi lebih dahulu sebelum memuridkan orang lain

October 05, 2018

Belajar Iman dari Sadrakh, Mesakh dan Abednego.

Daniel 3:17-18 (TB)
17 Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja;
18 tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu."

Banyak dari kita "kelihatan" sangat mengasihi TUHAN dan sepertinya siap mati untuk Dia. Saat kita memiliki kehidupan yang mapan serba cukup dan semua tersedia akan sangat mudah untuk hidup bersyukur dan tetap "kelihatan" setia dalam urusan rohani. Meski banyak orang juga jatuh dalam dosa dan hidup melupakan TUHAN di saat harta bergelimang.

Tidak ada yang salah dengan kesuksesan dan materi atau harta kekayaan yang kita miliki jika semua potensi dan harta kekayaan kita gunakan untuk membantu orang lain. Kesalahan terbesar bisa terjadi berhubungan dengan segala pencapaian, prestasi dan harta adalah sikap acuh dan sombong yang terbentuk dari hal tersebut.
Seringkali banyak orang menilai bahwa jabatan, kekayaan dan prestasi lebih penting dari keyakinan iman, kita hidup di dunia yang serba transparan dan penuh jebakan. Iman satu-satunya pedoman sekaligus filter bagi orang percaya.

Belajar dari Sadrak, Mesakh dan Abednego yang tidak menukar keyakinan iman dengan jabatan bahkan hukuman di bakar hidup-hidup. Keteguhan Iman dari ketiga orang ini sangat jelas terlihat saat mereka berkata :

"...tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu."

"Seandainya tidak" adalah statement kesiapan mereka untuk siap menghadapi hal terburuk dan tetap percaya dan memegang teguh prinsip iman mereka, tidak ada ungkapan iman yang melebihi ungkapan keyakinan iman dari Sadrakh, Mesakh dan Abednego yang pernah di catat oleh Alkitab.

Hari ini anda mungkin ada pada titik lemah dan hampir tidak peduli lagi dengan apa yang anda yakini, pertolongan tidak terlihat, kesulitan tidak berakhir, keuangan sangat buruk, penyakit tidak sembuh, jatuh tempo kredit sudah lewat, semua sepertinya sia-sia !

Maukah anda jadi pemenang ? Miliki Iman seperti Sadrakh, Mesakh dan Abednego, tetap percaya pada TUHAN meski tidak ada alasan untuk percaya, tetap berharap meski tidak ada harapan lagi dan seandainya hal terburuk terjadi atau anda sedang didalamnya jangan pernah kendor iman anda, Tuhan Yesus Kristus mengasihimu dan Dia ada dengan anda meski dalam api penderitaan, Dia akan mengubah kepedihan dan seluruh tangisan anda menjadi tarian kemenangan.

Baca: Indah Pada Waktu-Nya

Daniel 3:25-26 (TB)
25 Katanya: "Tetapi ada empat orang kulihat berjalan-jalan dengan bebas di tengah-tengah api itu; mereka tidak terluka, dan yang keempat itu rupanya seperti anak dewa!"
26 Lalu Nebukadnezar mendekati pintu perapian yang bernyala-nyala itu; berkatalah ia: "Sadrakh, Mesakh dan Abednego, hamba-hamba Allah yang maha tinggi, keluarlah dan datanglah ke mari!" Lalu keluarlah Sadrakh, Mesakh dan Abednego dari api itu.

Ingatlah !
Penderitaan anda adalah sarana TUHAN menunjukan pada dunia betapa Dia sangat mengasihimu dan menjadikan anda melebihi pemenang.


Anda diberkati dengan website ini ?
Bantu pengembangan website
 lewat Donasi :





Transfer Bank klik:


Berlangganan Melalui Email

Masukan alamat email anda:

Pastikan emailAktif

Data Kunjungan

Blog Archive