Belajar dan bertumbuh bersama Yesus Kristus yang adalah Guru dan Tuhan. Muridkan diri pribadi lebih dahulu sebelum memuridkan orang lain

September 19, 2018

Menjadi Kuat dalam Kasih Karunia Tuhan



1 Korintus 1:21 Oleh karena dunia, dalam hikmat Allah, tidak mengenal Allah oleh hikmatnya, maka Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya oleh kebodohan pemberitaan Injil.

Injil Kristus tujuannya bukan untuk membuat orang menjadi pintar beragama dan tidak membuat orang hidup dalam syarat-syarat tertentu tapi injil mengajarkan orang untuk hidup dan memiliki perilaku mengasihi sama seperti TuhanYesus Kristus.

Hidup dan bertumbuh dalam Kasih Karunia menjadikan orang memiliki hikmat dan kesalahan bukan sekedar pinter dan hidup teratur tapi yang melebihi dari kedua hal tersebut.
Jika anda berusaha pintar dalam Injil anda tidak akan pernah mendapatkannya karena hikmat kebenaran adalah pengilhaman yang Tuhan sendiri berikan dan itu adalah karunia langsung dari TUHAN.

Jika anda berusaha hidup teratur akibat menjalankan syarat keagamaan maka anda tidak akan pernah memiliki kesalehan, kesalehan adalah sikap yang terjadi karena keintiman yang terbentuk dalam kasih bersama TUHAN dan ini bukan sekedar akibat dari usaha memenuhi syarat untuk selamat tapi sebuah jalinan akrab dengan Tuhan lewat merasakan Kasih-Nya secara langsung.

Ada perbadaan yang sangat besar dapat anda rasakan dalam kehidupan kekristenan jika hanya sekedar berusaha berperilaku benar karena takut melanggar sebuah aturan keagamaan dan menjadi benar akibat merasakan cinta kasih dari Tuhan. 

Menjadi benar karena akibat dari permintaan syarat keagamaan akan membuat anda berusaha tampil baik didepan manusia, didepan pimpinan keagamaan, fokus membangun hubungan kepada Tuhan jadi nomor kedua, berbeda jika fokus anda pada cinta dan kebaikan Tuhan maka perbuatan baik otomatis bertumbuh seiring pengenalan anda kepada Tuhan. 

Hiduplah dalam Kasih Karunia adalah kehidupan yang sepenuhnya di ubahkan oleh TUHAN dalam kasih karunia, hasilnya bukan sekedar pintar tapi berhikmat, bukan sekedar kehidupan yang baik dan teratur tapi ketaatan dalam kesalahan, perbuatan baik menjadi gaya hidup bukan sekedar takut berbuat salah karena terikat syarat tapi secara alami kecendrungan diri anda adalah melahirkan perbuatan baik.

Sahabat, TUHAN memanggil anda bukan untuk menjadi super hero bagi dunia tapi untuk berbagi Kasih Tuhan dan mengubah dunia.
Mengenal Injil yang benar akibatnya anda mungkin dikatakan bodoh, lemah dan terhina bagi orang-orang yang tidak hidup dalam Kasih Tuhan. Itu bukan masalah karena saat kita hidup dalam Kasih-Nya fokus kehidupan kita berubah dan teralihkan dari hal-hal duniawi.

Tuhan menjadikan kita lebih dari pemenang, dalam renungan ayat Alkitab hari ini anda bisa menemukan bagaiman Tuhan bekerja dan membalikan situasi, kelemahan menjadi kekuatan yang disangka bodoh akhirnya mengalahkan hikmat dunia, betapa hebat TUHAN kita.

1 Korintus 1:27-28 
27 Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat,
28 dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti,

Ingat hal ini :
Tuhan tidak mencari manusia Super Hero untuk dipakai-Nya tapi dia mencari manusia biasa untuk diubahkan menjadi alat yang luar biasa bagi kerajaan-Nya dan itu adalah anda.

Bacaan Alkitab 1 Korintus 1:21-30

21  Oleh karena dunia, dalam hikmat Allah, tidak mengenal Allah oleh hikmatnya, maka Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya oleh kebodohan pemberitaan Injil.

22  Orang-orang Yahudi menghendaki tanda dan orang-orang Yunani mencari hikmat,

23  tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan,

24  tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah.

25  Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat dari pada manusia.

26  Ingat saja, saudara-saudara, bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang.

27  Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat,

28  dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti,

29  supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah.

30  Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita.



September 18, 2018

Berbagi Kehidupan


Ayat Renungan:
Filemon 1:6 (TB)  Dan aku berdoa, agar persekutuanmu di dalam iman turut mengerjakan pengetahuan akan yang baik di antara kita untuk Kristus.

Kata-kata dapat diungkapkan untuk sekadar berkomunikasi tanpa sungguh-sungguh ada keterlibatan hati dan perasaan. Dalam persekutuan, komunikasi tidak hanya tukar menukar informasi, melainkan juga berbagi hati, perasaan, dan kasih. Inilah hakikat persekutuan Kristen.

Paulus, walaupun rasul dan pemimpin rohani untuk Filemon (Filemon 1:8) dan Arkhipus (Kol. 4:17), menyapa mereka sebagai rekan kerja dan rekan seperjuangan. Sapaan Paulus bukan petunjuk, nasihat, ataupun perintah. Sapaan Paulus adalah berkat (Flp. 1:3), ucapan syukur (Filemon 1:4), dan doa (Filemon 1:6) bagi mereka. Kata-kata Paulus menyatakan isi hatinya yang hangat penuh dengan kepedulian terhadap mereka.

Relasi intimnya dengan Filemon dan kawan-kawannya membuat Paulus ikut bersyukur melihat pertumbuhan kasih mereka kepada saudara-saudara seiman serta kedewasaan iman mereka terhadap Tuhan Yesus. Sesungguhnya dalam rasa syukur Paulus itu terkandung harapan agar Filemon terus semakin bertumbuh dalam pengetahuan iman yang benar yang pada akhirnya mendorong perwujudan kasih sejati dalam tindakan terhadap sesama orang kudus. Jelas sekali Paulus sedang mempersiapkan Filemon untuk menyatakan kasihnya terhadap satu saudara seiman, yang akan nyata pada perikop selanjutnya.

Hakikat persekutuan Kristen adalah berbagi hidup. Sama seperti Paulus berbagi hidupnya sebagai bapak rohani kepada Filemon, kita dipanggil untuk saling berbagi hidup dengan saudara seiman kita. Berbagi hidup berarti berbagi dalam mendoakan, menasihati, dan meneladankan hidup yang terus-menerus diperbarui oleh Tuhan Yesus. Dengan demikian, berbagi hidup akan mendorong iman kita semakin diteguhkan kepada Kristus dan agar kasih kita semakin ditumbuhkan kepada sesama.

Renungkan: Berbagi hidup untuk kepentingan pertumbuhan iman sesama, adalah bukti kita sudah menerima hidup Kristus.

Bacaan Alkitab : Filemon 1:1-7

1 Dari Paulus, seorang hukuman karena Kristus Yesus dan dari Timotius saudara kita, kepada Filemon yang kekasih, teman sekerja kami

2 dan kepada Apfia saudara perempuan kita dan kepada Arkhipus, teman seperjuangan kita dan kepada jemaat di rumahmu:

3 Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.

4 Aku mengucap syukur kepada Allahku, setiap kali aku mengingat engkau dalam doaku,

5 karena aku mendengar tentang kasihmu kepada semua orang kudus dan tentang imanmu kepada Tuhan Yesus.

6 Dan aku berdoa, agar persekutuanmu di dalam iman turut mengerjakan pengetahuan akan yang baik di antara kita untuk Kristus.

7 Dari kasihmu sudah kuperoleh kegembiraan besar dan kekuatan, sebab hati orang-orang kudus telah kauhiburkan, saudaraku.


September 17, 2018

Kekuatan dalam Kelemahan

Ayat Renungan
Jika aku lemah, maka aku kuat" (2 Korintus 12:10b).

Pernyataan yang paradoks ini, kita kenal dalam perjalanan rasul Paulus setelah melampaui banyak penderitaan dalam upaya penyebaran Injil. Walau Paulus merasa tidak perlu untuk mengungkapkannya kembali, ia bermaksud agar terhindar dari sikap tinggi hati. Meskipun Paulus punya banyak alasan untuk bermegah diri (2 Korintus 12:11-13).

Baca: Tuhan Ingin Menguatkan Anda

Walaupun telah mengalami peristiwa pertobatan yang hebat (2 Korintus 12:1), Paulus tidak ingin membanggakannya. Sewaktu dia mengungkapkan kembali penglihatannya, ia memperhalus pernyataannya dengan kalimat 'ada seorang Kristen' dan bukan 'sewaktu saya bertemu Tuhan empat belas tahun yang lalu'.

Disebutkan juga 'entah di dalam tubuh, entah di luar tubuh, aku tidak tahu', selanjutnya ditegaskan `hanya Allah yang mengetahuinya' (2 Korintus 12:2, 3). Lalu Paulus tiba-tiba terangkat ke Firdaus dan mendengar kata-kata yang tak terkatakan, yang tidak boleh diucapkan kembali oleh manusia (2 Korintus 12:4).

Para ahli menafsirkan bahwa peristiwa ini adalah kisah perjumpaan Paulus dengan Kristus, waktu Paulus berada dalam perjalanan ke Damaskus. Ada juga yang menyebutnya sebagai peristiwa pewahyuan dalam penglihatan akhir zaman.

Bagi Paulus semua pengalaman adikodrati tersebut tidak melahirkan kebanggaan diri. Ia malah membanggakan kelemahannya, dengan berpendapat `supaya aku jangan meninggikan diri karena pernyataan-pernyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu suatu utusan iblis' (2 Korintus 12:7).

Baca: Tuhan Ingin Membantu Anda

Berulang kali Paulus memohon kepada Tuhan agar beban itu diangkat dari dirinya. Namun Paulus kembali harus tunduk pada otoritas Tuhan, karena dalam hambatan inilah kuasa Tuhan semakin disempurnakan di dalam diri Paulus (2 Korintus 12:8, 9).

Refleksi: Apakah saat ini Anda sedang merasa teraniaya dalam pelayanan? Ingatlah bahwa dalam kelemahan manusia, kuasa pemulihan Tuhan yang cukup menghasilkan ketaatan, berlimpah.

Bacaan Alkitab : 2 Korintus 12:1-10

1 Aku harus bermegah, sekalipun memang hal itu tidak ada faedahnya, namun demikian aku hendak memberitakan penglihatan-penglihatan dan penyataan-penyataan yang kuterima dari Tuhan.

2 Aku tahu tentang seorang Kristen; empat belas tahun yang lampau — entah di dalam tubuh, aku tidak tahu, entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya — orang itu tiba-tiba diangkat ke tingkat yang ketiga dari sorga.

3 Aku juga tahu tentang orang itu, — entah di dalam tubuh entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya --

4 ia tiba-tiba diangkat ke Firdaus dan ia mendengar kata-kata yang tak terkatakan, yang tidak boleh diucapkan manusia.

5 Atas orang itu aku hendak bermegah, tetapi atas diriku sendiri aku tidak akan bermegah, selain atas kelemahan-kelemahanku.

6 Sebab sekiranya aku hendak bermegah juga, aku bukan orang bodoh lagi, karena aku mengatakan kebenaran. Tetapi aku menahan diriku, supaya jangan ada orang yang menghitungkan kepadaku lebih dari pada yang mereka lihat padaku atau yang mereka dengar dari padaku.

7 Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri. 

8 Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku. 

9 Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. 

10 Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.

September 16, 2018

Merdeka dalam Kasih Karunia atau Menjadi Budak

Ayat Renungan :
Galatia 5:4 (TB)  Kamu lepas dari Kristus, jikalau kamu mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat; kamu hidup di luar kasih karunia.

Apa daya tarik ajaran yang menjadikan usaha menaati hukum Taurat sebagai jalan keselamatan yang membuat orang berpaling dari Injil anugerah? Jawabannya: Gengsi. Menerima anugerah berarti mengaku tidak berdaya. Sebaliknya dengan melakukan Taurat berarti bisa membanggakan diri telah mengerjakan keselamatan untuk diri sendiri!

Paulus menghimbau jemaat Galatia untuk kembali setia kepada ajaran Injil sejati dan menolak injil palsu yang mau memperhamba diri mereka pada Taurat (ayat 1). Orang yang kembali kepada hukum Taurat akan menerima konsekuensi sbb.

Pertama, ia ada dalam bahaya di luar keselamatan karena menolak karya Kristus di salib (ayat 2,4). Baginya Kristus tidak dapat menyelamatkan dirinya. Hanya ia sendiri yang dapat menyelamatkan diri melalui menaati hukum Taurat.

Kedua, hukum Taurat menjadi alat pendakwa dirinya karena keselamatannya bergantung penuh kepada kemampuannya menaati secara sempurna hukum tersebut (ayat 3-4). Jemaat Galatia sudah memiliki anugerah keselamatan itu, maka mereka seharusnya tidak membiarkan diri disesatkan (ayat 6-9). Namun, Paulus yakin bahwa jemaat Galatia tidak akan murtad. Sebaliknya, mereka akan berjuang melawan penyesat-penyesat itu. Penyesat-penyesat itu harus dibasmi karena kalau tidak mereka akan merusak keharmonisan gereja. Paulus yakin mereka akan dihukum Tuhan (ayat 10).

Gereja harus berani bertindak tegas terhadap orang-orang yang memaksakan berbagai peraturan sebagai syarat untuk diselamatkan. Kalau hal ini dibiarkan akan menimbulkan kekacauan. Akan ada orang-orang yang menyombongkan diri oleh karena mereka sudah taat melakukan peraturan-peraturan tersebut.

Camkan: Setiap ajaran yang menekankan perbuatan menambahi atau bahkan menggantikan kasih karunia hanya akan membuahkan kesombongan dan perpecahan dalam gereja! 

Bacaan Alkitab Galatia 5:1-12
1 Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.

2 Sesungguhnya, aku, Paulus, berkata kepadamu: jikalau kamu menyunatkan dirimu, Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu.

3 Sekali lagi aku katakan kepada setiap orang yang menyunatkan dirinya, bahwa ia wajib melakukan seluruh hukum Taurat.

4 Kamu lepas dari Kristus, jikalau kamu mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat; kamu hidup di luar kasih karunia.

5 Sebab oleh Roh, dan karena iman, kita menantikan kebenaran yang kita harapkan.

Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih.

7 Dahulu kamu berlomba dengan baik. Siapakah yang menghalang-halangi kamu, sehingga kamu tidak menuruti kebenaran lagi?

8 Ajakan untuk tidak menurutinya lagi bukan datang dari Dia, yang memanggil kamu.

9 Sedikit ragi sudah mengkhamirkan seluruh adonan.

10 Dalam Tuhan aku yakin tentang kamu, bahwa kamu tidak mempunyai pendirian lain dari pada pendirian ini. Tetapi barangsiapa yang mengacaukan kamu, ia akan menanggung hukumannya, siapa pun juga dia.

11 Dan lagi aku ini, saudara-saudara, jikalau aku masih memberitakan sunat, mengapakah aku masih dianiaya juga? Sebab kalau demikian, salib bukan batu sandungan lagi.

12 Baiklah mereka yang menghasut kamu itu mengebirikan saja dirinya!


Setelah Penderitaan Berakhir

Ayat Renungan :
Roma 8:18 (TB)  Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.

Hidup di di dalam dunia berdosa, sungguh menderita. Apalagi kita yang sudah dimerdekakan dari dosa. Setiap hari kita melihat perbuatan dosa di sekeliling kita. Betapa batin kita menderita. Apalagi, kita masih hidup di dalam daging, masih bisa tergelincir ikut-ikutan berdosa. Kita menjadi lebih menderita lagi karena harus bertahan, menguasai diri agar tidak menyerah. Namun, syukur, penderitaan itu yang memang harus dilalui, tidak selama-lamanya.

Paulus memakai ilustrasi seorang perempuan yang sakit bersalin (Roma 8:22) Sembilan bulan menderita berbagai ketidaknyamanan. Puncaknya adalah menjelang dan saat melahirkan. Namun. setelah melahirkan, sukacita yang tidak terhingga melihat bayi yang lahir sehat sempurna, hadir menghapus semua duka yang dirasakan sebelumnya. Demikian juga hidup kita yang penuh dengan penderitaan sekarang ini, tidak sebanding dengan pengharapan Sorgawi yang dijanjikan Tuhan bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya di kelak (Roma 8:18).

Roh Kudus menolong, menuntun, dan membimbing kita menuju pengharapan itu. Dia adalah "Guru Kehidupan" kita menuju pengharapan tersebut (Roma 8:26a). Dia bahkan membantu kita menyampaikan segala keluhan kita kepada Bapa melalui doa karena kita sendiri tidak sempurna dalam berdoa. Bapa akan melihat apakah kita sungguh-sungguh berdoa atau tidak (Roma 8:26-27). Setiap orang percaya tidak boleh berkata "saya tidak tahu bagaimana berdoa." Roh Allah menolong kita berdoa. Roh Allah mengajar kita bahwa Allah sendiri turut bekerja dalam setiap langkah kehidupan kita. Dia tidak meninggalkan kita, justru mendampingi kita sebagai orang pilihan-Nya lewat Roh-Nya (Roma 8:28-30).

Oleh karena kita semua yang percaya Yesus memiliki Roh Kudus maka kita bisa berdoa. Saat kita terganggu dengan dunia ini yang sangat menekan kita dan hendak menghancurkan iman kita, berdoalah meminta kekuatan-Nya. Yakinkan diri kita sendiri bahwa Allah turut bekerja dalam segala keadaan kita untuk kebaikan anak-anak-Nya. Jadilah kuat dan jadilah pemenang.

Bacaan Alkitab Roma 8:18-30
Roma 8:18-30 (TB)

18 Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.

19 Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan.

20 Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesia-siaan, bukan oleh kehendaknya sendiri, tetapi oleh kehendak Dia, yang telah menaklukkannya,

21 tetapi dalam pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah.

22 Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin.

23 Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita.

24 Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya?

25 Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun.

26 Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.

27 Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.

28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

29 Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.

30 Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.


September 14, 2018

Tak Terpisahkan Dari Kasih Tuhan

Ayat Renungan hari ini : “Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? 

Seperti ada tertulis: “Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan.” 

Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita. 

Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.”
Roma 8:35-39 TB

Ayat hari ini merupakan pernyataan iman dari Rasul Paulus yang begitu kuat dan dapat anda jadikan sebagai jaminan atas Kasih Tuhan dalam hidupmu.

Segala bentuk ketidak berdayaan anda hari ini atau hari-hari sebelumnya bukanlah bukti bahwa TUHAN telah meninggalkan anda tapi justru membuktikan bahwa kekuatan Kasih Tuhan selalu menjadi milik anda.


Tuhan tidak sedang membiarkan anda hidup dalam penderitaan tapi TUHAN sedang memisahkan anda dari semua keterikatan yang membuat anda melupakan Kasih Tuhan, dalam penderitaan dan ketidak berdayaan manusia seringkali baru mau mengakui ada TUHAN saat ketidak berdayaan dia jumpai.


Sampai anda benar-benar hanya berharap dan tergantung pada Kasih Tuhan, anda mungkin masih berpikir bahwa anda sanggup menghadapi permasalahan hidup karena anda masih memiliki tabungan, cadangan aset, orang yang mengasihi dan peduli dengan anda dan masih banyak hal lain yang anda andalkan di luar Tuhan.

Sahabat Tuhan bukannya kejam dan egois tapi penderitaan yang diijinkan TUHAN melatih anda untuk kuat, melatih anda hanya berharap pada diri-Nya bukan yang lain, saat anda hidup sukses dan tercukupi atau bahkan berkelimpahan anda memiliki orang-orang yang memuji diri anda, memiliki teman yang banyak, anda seperti super hero saat anda sukses dan memiliki segalanya.

Tapi disaat anda berada di titik terendah  baru menyadari bahwa hidup seperti pecundang tanpa teman bahkan keluarga mungkin mengabaikan anda. Penderitaan adalah cara TUHAN melatih  menjadi kuat dan cara TUHAN membuat kita sadar bahwa dalam hidup ini hanya TUHAN yang tidak akan membiarkan diri anda baik dalam sukses maupun dalam kemiskinan dan kegagalan hanya ada TUHAN.

TUHAN tidak benci kesuksesan dan kekayaan tidak ! Tapi TUHAN ingin anda sadari dia sangat peduli dengan diri anda hanya diri anda dan bukan apa yang anda miliki ! Saat anda memahami hal ini saat itulah TUHAN mengembalikan semua yang harus kamu miliki dalam Kasih-Nya.

Tuhan selalu baik dan tak pernah salah, penderitaan sekarang melebihi dari kemulian yang dia sediakan untuk anda.

Baca: 10 Alasan Mengapa Allah Mengijinkan Penderitaan

Doa hari ini:

Tuhan Engkau selalu ada dalam setiap musim hidupku dan aku bersyukur atas semua pernyertaan-Mu, kuatkan aku dan berikan aku pengertian untuk memahami arti penderitaan yang sedang aku alami. Aku percaya ada kemuliaan yang telah Engkau sediakan untuk aku. Dalam Nama Tuhan Yesus Kristus, Amin.

September 13, 2018

Ketakutan Mencegah Anda untuk Menerima Berkat Finansial

Bacaan Hari ini:
Matius 25: 28-29 “Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu. Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.”

Apa yang menghalangi kita untuk menginvestasikan hidup kita? Apa yang menghalangi kita untuk bergerak menuju kebebasan finansial? Izinkan saya beritahu Anda jawabannya: ketakutan.

Di dalam Alkitab, Anda bisa menemukan prinsip-prinsip keuangan yang dijamin oleh Tuhan. Tuhan berjanji bahwa jika Anda melaksanakannya, maka Anda akan diberkati. Tetapi itu memerlukan iman yang kuat, dan itu membuat banyak orang takut. Mereka takut melakukannya dengan cara Tuhan.

Banyak  ketakutan dapat menahan diri Anda. Salah satunya adalah keraguan diri. Anda mungkin pernah gagal di masa lalu, sehingga Anda tidak pernah mau mencoba lagi. Tetapi hanya karena Anda gagal, bukan berarti Anda harus menyerah. Semua orang pernah gagal. Itu satu-satunya cara Anda untuk belajar apa saja yang berhasil dan yang tidak! Tuhan menggunakan orang biasa yang bersedia untuk terus maju, bukan yang gampang menyerah.

Ada dua murid yang menyangkal Yesus sebelum Penyaliban-Nya: Yudas dan Petrus. Mereka melakukan dosa yang sama, tetapi bedanya adalah cara masing-masing mereka merespon kegagalan mereka. Yudas menyesali perbuatannya, depresi, dan kemudian mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Namun, Petrus sadar bahwa apa yang dilakukannya itu salah, sehingga dia berdoa dan bertobat dan meminta pengampunan dari Allah. Kemudian Yesus memilih Petrus untuk berkhotbah pada hari Pentakosta, dan 3.000 orang diselamatkan pada hari pertama. Yesus memilih untuk membangun Tubuh Kristus di atas kegagalan terbesar dari antara ke 12 murid-Nya tersebut.

Sungguh Tuhan yang luar biasa! Dia tidak memilih superstar. Dia memilih seseorang yang mengalami kegagalan yang paling parah.

Dulu mungkin Anda sudah benar-benar gagal dalam hal finansial. Tetapi itu tidak jadi masalah. Yang penting adalah kemana kaki Anda melangkah sekarang.

Dalam perumpamaan tentang talenta dalam Matius 25, ada seorang kaya yang mempercayakan uangnya kepada para pelayannya sebelum dia pergi dalam perjalanan panjang. Waktu dia kembali, dia meminta pertanggungjawaban mereka. Dari ketiga pelayannya itu, dua di antaranya berhasil bekerja dan melipatgandakan uang tuannya, tetapi pelayannya yang ketiga takut dan hanya menyembunyikan bagiannya, ketimbang  bekerja dan membuat uang itu berbuah. Ketakutan pelayan nomor tiga ini mengecewakan dan membuat kesal majikannya. Katanya, “Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu” (Matius 25:28). Tuan itu mengambil semua yang telah diberikan kepada pelayannya itu.

Ketakutan sering muncul ketika kita mencoba melakukan hal-hal di dalam jalan Tuhan. Setan akan mencoba membuat Anda mengabaikan prinsip-prinsip Tuhan dalam hal pengelolaan uang dengan cara membuat Anda takut gagal atau membuat Anda meragukan kemampuan Anda untuk menjadi pengelola uang Tuhan yang baik.

Tetapi jika Anda mau sukses dalam hidup, Anda harus bergerak melawan ketakutan Anda. Anda harus melakukan hal yang paling Anda takuti!

Renungkan hal ini:
- Kegagalan finansial apa di masa lalu yang menahan Anda untuk terus melangkah maju dengan prinsip-prinsip keuangan Tuhan untuk hidup Anda?
- Apakah Anda berdoa agar Tuhan memberi Anda lebih banyak tanggung jawab finansial sebagai pelayan atas uang-Nya? Mengapa atau mengapa tidak?
- Apakah ada sesuatu tentang bagaimana Tuhan mau kita mengelola uang yang membuat Anda takut untuk melaksanakannya? Katakan kepada Tuhan ketakutan Anda tersebut hari ini.


Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 5-7; II Korintus 3

Matius 25: 28-29 “Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu. Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.”


(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)



Anda diberkati dengan website ini ?
Bantu pengembangan website
 lewat Donasi :





Transfer Bank klik:


Berlangganan Melalui Email

Masukan alamat email anda:

Pastikan emailAktif

Data Kunjungan

Blog Archive