Belajar dan bertumbuh bersama Yesus Kristus yang adalah Guru dan Tuhan. Muridkan diri pribadi lebih dahulu sebelum memuridkan orang lain

August 16, 2018

Juara Olimpiade Tolak Lomba Hari Minggu Demi ke Gereja

Saya percaya TUHAN menciptakan saya untuk sebuah tujuan, tapi TUHAN juga membuat saya cepat berlari. Saat saya berlari saya merasa kesukaan dariNya (Eric Liddell)


Eric Liddell adalah peraih medali emas lari 400 meter dan medali perunggu pada lari 200 meter pada Olimpiade 1924 di Paris. Meski bisa berprofesi sebagai atlet, Eric memilih menjadi misionaris seperti orang tua dan kakaknya yang menjadi dokter di China. Kisah Eric sebagai atlet lari sangat luar biasa karena ia menolak berlari di ajang lomba 100 meter yang menjadi andalannya karena pertandingan diadakan di hari Minggu. Eric mau beribadah pada hari Minggu, sehingga ia memutuskan tidak ikut perlombaan lari 100 meter. Seorang temannya memberikan sepotong pesan sebelum Eric berlomba, “Siapa yang menghormati Aku, akan Kuhormati” (1 Samuel 2:30). Pesan ini menginspirasi Eric dan ia berhasil menang.

Eric lahir di China pada tahun 1902 saat ayah-ibunya melayani di sana. Ia kemudian disekolahkan dan kuliah di Skotlandia. Tahun 1925, Eric kembali ke China untuk menjadi misionaris dan guru di Tainjin, sebelumnya di Siaochang. Saat Jepang menguasai China, Eric ditahan di kamp Jepang di Weifang, China pada 1943 dan meninggal di kamp akibat sakit pada tahun 1945. Sebetulnya Eric bisa saja pergi dari China sebab pada tahun 1941 pemerintah Inggris meminta warga negara Inggris untuk meninggalkan China, namun Eric hanya meminta istri dan ketiga putrinya untuk pergi dari China menuju Kanada.

Kisah hidup Eric Liddell menjadi inspirasi film “Chariots of Fire” yang memenangkan Oscar tahun 1981. Pada Olimpiade London 2012, soundtrack Chariots of Fire gubahan Vangelis menjadi lagu pembukaan Olimpiade. Pada 2016, film “On Wings of Eagles” diproduksi oleh pembuat film China. Beberapa tahun lalu saya menonton dokumenter Eric Liddell di Life Channel, saya lupa judulnya apa, namun film itu cukup berkesan karena Eric harus berlari agar tidak ditangkap Jepang untuk mengambil makanan dan membawakannya untuk orang miskin dari daerah yang tidak aman. Caranya dengan berlari sekuat mungkin.

Orangtua Eric melayani salah satunya di Xian, China. Waktu saya ke Xian, di pinggir jalan di bawah tembok kota, sekelompok kecil orang bernyanyi lagu rohani. Liriknya dalam bahasa Mandarin tetapi nadanya saya tau itu dari Kidung Jemaat. Pernah saya unggah video pendeknya di Facebook saya ini.

Eric menyadari betul talenta dari TUHAN harus dipakai untuk memuliakan TUHAN dan prioritasnya tetap melayani TUHAN dulu dengan datang ibadah Minggu di gereja daripada satu medali emas tergantung di leher. Hebat!

Sumber : Facebook Monique Rijkers

Bantu kami dengan ikut membagikan tulisan ini kepada sahabat anda, terima kasih.


Jangkauan Pelayanan MuridSejati.com akan sangat di bantu saat anda ikut berbagai tulisan yang baru anda baca, tekan tombol berbagi yang sudah tersedia. Terima Kasih Atas Bantuan Anda.

0 komentar:

Post a Comment


Anda diberkati dengan website ini ?
Bantu pengembangan website
 lewat Donasi :





Transfer Bank klik:


Berlangganan Melalui Email

Masukan alamat email anda:

Pastikan emailAktif

Data Kunjungan

Blog Archive