Belajar dan bertumbuh bersama Yesus Kristus yang adalah Guru dan Tuhan. Muridkan diri pribadi lebih dahulu sebelum memuridkan orang lain

January 21, 2017

Menghargai Nama-Nya



Bacaan Hari ini:
Keluaran 20:7 "Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan."

Apakah Anda peduli dengan nama Anda? Apakah Anda senang ketika orang memfitnah atau mengucapkan hal-hal yang tak benar tentang Anda? Apakah Anda pernah mengalaminya? Saya pernah. Tidak ada yang menikmati itu. Kita tentu ingin menjaga nama baik kita. Alkitab mengatakan bahwa "Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas" (Amsal 22:1).

Allah peduli dengan nama-Nya juga. Dan Dia mengatakan pada kita, "Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan" (Keluaran 20:7). Kata sembarangan secara harfiah dapat diterjemahkan menjadi "dengan cara yang sia-sia, tak bermakna, tak tulus, dan sembrono."

Lalu bagaimana bisa orang menyebut nama Tuhan dengan sembarangan? Salah satunya yang benar-benar kentara ialah mengucapkannya sebagai sumpah serapah. Bukankah menarik melihat bagaimana orang-orang mengucapkan nama Yesus Kristus begitu sering? Bahkan bagi orang yang tak percaya sekalipun, dalam keadaan kerohaniannya yang samar-samar tahu jika ada sesuatu yang berbeda dengan nama Yesus sehingga mereka sering mengucapkannya di banyak situasi. Secara tidak langsung, orang yang tak percaya mengakui kuasa Yesus bahkan saat mereka salah menggunakan nama-Nya.

Cara lain bagaimana orang mengucapkan nama-Nya dengan sembrono ialah dengan berkata "Sumpah demi Tuhan." Namun Yesus berkata, "Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat" (Matius 5:37). Kata-kata Anda saja sudah cukup, tak perlu bersumpah di atas nama-Nya

Biarkan saya menambahkan satu contoh lain bagaimana kita seringkali menyebut nama Tuhan dengan sembarangan:

Mengucapkan ungkapan "Oh My God." Ungkapan ini adalah ekspresi yang populer di zaman ini. Tapi itu sama saja dengan menyalahgunakan nama Tuhan. Hal sama juga berlaku ketika kita mengirim pesan singkat OMG. Jangan lakukan itu. Jangan menggunakan nama Allah dengan sia-sia.

Tuhan peduli akan Nama-Nya; sebaliknya begitu pula kita.


Bacaan Alkitab Setahun :
Kejadian 43-45; Matius 12:24-50

Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)

January 17, 2017

Pelajari Tujuan Anda Lewat Hubungan Anda Dengan Orang Lain



Bacaan Hari ini:
Roma 12:4-5 "Sebab sama seperti pada satu tubuh kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama, demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain."

Kita hanya bisa belajar tentang siapa kita lewat hubungan kita. Kita hanya bisa belajar tentang jati diri kita yang sesungguhnya melalui komunitas.

Anda tak akan pernah belajar siapa Anda yang sebenarnya dari diri Anda sendiri. Anda hanya bisa mempelajarinya lewat relasi Anda dengan orang lain. Itu artinya Anda harus terhubung dengan sesama di dalam persekutuan.

Seandainya Anda dilahirkan dan menjalani seluruh hidup ini hingga dewasa tanpa adanya satu pun kontak dengan manusia, maka Anda tidak akan punya ide sedikit pun siapa Anda. Bahkan, Anda tak akan tahu jika Anda adalah manusia. Anda tahu karena Anda memiliki relasi dengan dengan manusia lain. Anda belajar tentang identitas Anda dalam ikatan hubungan.

Alkitab mengatakan bahwa kita harus terhubung dengan keluarga Allah, Tubuh Kristus: "Sebab sama seperti pada satu tubuh kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama, demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain" (Roma 12:4-5).
 
Telinga saya bisa berfungsi untuk melaksanakan tujuan-Nya karena itu adalah bagian dari tubuh saya. Jika telinga saya putus dan jatuh ke tanah, apa gunanya itu? Tidak ada, karena itu sudah tidak dapat mendengar apa-apa lagi.

Sama halnya dengan hidung dan mata saya: Jika itu tidak tersambung dengan tubuh saya, apa fungsinya? Tidak ada, sebab mereka tidak bisa mencium atau melihat apa-apa lagi.

Ini sama dengan Anda, apabila Anda tidak terhubung dengan Gereja atau orang percaya lainnya, maka Anda tidak akan mengetahui apa tujuan hidup Anda. Anda tidak akan tahu apa peran Anda. Anda tidak akan tahu apa fungsi Anda. Anda tidak akan tahu apa nilai dan makna Anda di dunia ini.


Renungkan hal ini: 

Mengapa Allah ingin agar Gereja memainkan peranan penting dalam melaksanakan tujuan pribadi kita?

Dalam kesempatan apa Anda harus bergandengan tangan dengan jemaat lainnya di gereja Anda?

Menurut Anda mengapa persekutuan jemaat yang saling memajukan Gereja akan begitu menarik perhatian mereka yang belum percaya?


Bacaan Alkitab Setahun :
Kejadian 41-42; Matius 12:1-23

Nilai Anda, kegunaan Anda, tujuan Anda, dan identitas Anda menjadi nyata hanya di dalam hubungan Anda dengan Kristus
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)


Mari bantu kami ambil bagian dengan menyebarkan Artikel ini dengan Klik: Bagikan / Share. Terima kasih Tuhan Yesus memberkati.

January 16, 2017

Tiga Pelajaran Rohani untuk Menjaga Anda Tetap Di Dalam Perlombaan



Bacaan Hari ini:
1 Korintus 9:24-26 "Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya! Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi. Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul."

Apakah Anda tahu jika Anda tengah ada dalam sebuah pertandingan?

Alkitab mengatakan dalam 1 Korintus 9:24-26 "Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya! Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi. Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul."

Ketika Anda menjalankan perlombaan Anda, saya harap Anda tidak keluar garis.
Saya tidak ingin Anda terperosok ke dalam parit. Saya ingin Anda sampai di garis finish dan memenangkan hadiahnya.

Sama seperti tentara, ada tiga hal yang bisa kita pelajari dari para atlet untuk melakukan yang terbaik yang kita bisa.

1. Anda harus punya niat untuk menang.
Inilah perbedaan antara menjadi orang Kristen yang iseng-iseng dengan orang Kristen yang berkomitmen. Apakah ada perbedaan antara pegolf yang kompetitif dengan pegolf yang iseng? Oh ya tentu saja. Pegolf yang berkomitmen menjalani pertandingannya dengan serius. Sementara, pegolf yang iseng-iseng saja malah bersenang-senang saat ia libur. Perbedaannya ada pada tingkat keseriusannya. Jika Anda mau menang dalam perlombaan kehidupan, Anda harus melakukannya dengan niat. Anda tak akan menang secara kebetulan atau tanpa usaha. Seberapa serius Anda untuk menjadi seperti kehendak Tuhan atas diri Anda?

2. Anda harus mendisiplinkan diri.
Tidak ada atlet yang menjadi profesional tapi tanpa pelatihan. Anda tidak menjadi hebat dengan melakukan sesuka hati Anda. Tidak ada jalan pintas menuju kedewasaan. Tidak ada jalan pintas menuju kejayaan. Apa beberapa hal yang tak bisa Anda lepaskan untuk bisa menghabiskan lebih banyak waktu dengan Allah, memberi lebih untuk Allah, lebih melayani, dan menjadi semakin seperti apa yang Tuhan kehendakii?

3. Anda harus tetap fokus pada hadiah atau upah yang akan Anda terima.
Anda dapat menahan rasa sakit dan kedisiplinan yang teramat berat dalam hidup Anda apabila Anda menyadari bahwa ada rencana besar di baliknya dan bahwa akan ada hasil di akhir hari kelak. Alkitab mengatakan dalam Ibrani 12:2, "Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah."

Perkatakan hal ini :

Orang-orang yang bekerja dengan Anda akan memanggil Anda sebagai seorang Kristen yang penuh komitmen atau sebaliknya? Mengapa?

Dalam bidang kehidupan apa yang Anda butuhkan untuk menjadi disiplin?

Apa beberapa cara praktis yang dapat "menjaga mata Anda kepada Yesus?"


Bacaan Alkitab Setahun :
Kejadian 31-32; Matius 9:18-38

Ketika Anda menjalankan perlombaan Anda, Anda diharap tidak keluar garis perlombaan tersebut
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Mari bantu kami ambil bagian dengan menyebarkan Artikel ini dengan Klik: Bagikan / Share. Terima kasih Tuhan Yesus memberkati.

January 15, 2017

Berjalan Maju Dengan Iman, Bukan Dengan Perasaan



Bacaan Hari ini:

Mazmur 126:5-6 "Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya."

Apakah Anda berpikir bahwa setiap harinya petani bersemangat bangun pagi untuk pergi bekerja di ladangnya? Tidak. Itu disebut kerja keras! Tetapi bila petani mengolah tanamannya hanya ketika ia ingin, tak banyak pekerjaan yang bisa ia selesaikan. Dia mungkin enggan bangun pagi. Dia mungkin enggan pergi menabur dan menanam dan membersihkan rumput liar. Tapi toh ia tetap melakukannya. 

Izinkan saya memberi sedikit pengakuan: Kadang saya enggan bermanis-manis dengan orang lain. Saya benci mengakui ini! Tapi kadang saya ingin ngambek. Kadang saya cuma mau berkata, "Jangan ganggu aku." Saya tidak selalu ingin bersikap baik. Saya tidak selalu ingin menjadi murah hati. Saya tidak selalu ingin memberi orang lain harapan. Saya tidak selalu ingin berkhotbah.

Tapi saya tidak hidup dengan perasaan. Saya hidup dengan iman. Kadang saya menabur ketika saya lelah. Kadang saya menabur ketika saya bimbang. Kadang saya menabur ketika saya merasa tertekan. Kadang saya menabur ketika pikiran saya kusut, atau dalam duka mendalam. Tetapi saya bergerak maju di dalam iman, bukan dengan perasaan, mengharapkan Tuhan bertindak.

Ketika kami mendekati hari peringatan setahun kematian anak kami, saya merasa benar-benar tidak mau berada di gereja. Waktu itu harinya berdekatan dengan Paskah, dan saya merasa lebih senang memperingati Kebangkitan Kristus di rumah dengan istri saya, Tuhan saya, dan anak-anak saya dan hanya mau melewati hari itu.

Saya menangis di sepanjang minggu itu, dan saya menyatakan Mazmur 126:5-6 sebagai sebuah janji: "Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya."

Dan Anda tahu? Saya tetap pergi ke gereja, dan seraya saya menabur benih di 14 tahun pelayanan Paskah tersebut, Tuhan memberi saya panen melalui 2.604 orang yang  datang kepada Kristus. Mereka yang menabur sambil mencucurkan air mata akan menuainya dengan sukacita. Semua orang yang datang itu akan berada di Surga sebab saya tidak menuruti kehendak hati saya. Saya melakukannya apa yang harus saya lakukan dengan iman.

Adakalanya Tuhan memanggil Anda untuk membuat suatu pengorbanan - melalui uang Anda, tentu saja, tetapi juga melalui waktu Anda, bakat Anda, dan bahkan mungkin dengan kehidupan Anda. Anda mungkin ingin sekali berkata, "Saya sedang tidak mau melakukannya." Tetapi ika Anda menuruti kehendak Anda, Anda akan kehilangan berkat yang Tuhan ingin curahkan lewat Anda.

Renungkan hal ini : 

Apakah Anda menjalani sebagian besar hidup Anda dengan menuruti perasaan Anda? Menurut Anda mengapa sangat mudah melakukannya?

Bagi Anda, seperti apakah yang dinamakan hidup oleh iman? Apa yang akan berubah dalam hidup Anda?

Saat ini, pengorbanan apa yang Tuhan minta Anda buat yang akan mengharuskan Anda untuk menabur benih dengan iman?


Bacaan Alkitab Setahun :
Kejadian 36-38; Matius 10:21-42

Menaburlah dengan iman, bukan dengan perasaan Anda
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)



Mari bantu kami ambil bagian dengan menyebarkan Artikel ini dengan Klik: Bagikan / Share. Terima kasih Tuhan Yesus memberkati.

January 14, 2017

Keraguan Adalah Musuh Imajinasi



Bacaan Hari ini:

Yakobus 1:5-7 "Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, --yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit--,maka hal itu akan diberikan kepadanya. Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin. Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan."

Waktu Anda kecil, Anda memiliki imajinasi yang besar. Tapi semakin Anda tua, imajinasi Anda kian usang. Anda berhenti membayangkan seperti apa masa depan Anda dan hanya mulai menjalaninya apa adanya. Anda terjebak dalam status quo (anti perubahan), yang dalam bahasa Latin berarti "keadaan tetap."

Keraguan dan ketakutan memusnahkan apa yang Tuhan ingin lakukan dalam hidup Anda. Dibutuhkan keberanian untuk bermimpi atau membayangkan. Apakah Anda tahu mengapa kebanyakan orang enggan bermimpi? Karena mereka takut gagal.

Keberanian adalah melakukan sesuatu yang paling Anda takuti. Jika Anda tidak takut, Anda tidak butuh keberanian. Keberanian adalah ketika Anda amat sangat ketakutan dan Anda berkata, "Aku akan tetap melakukannya."

Setiap hal besar yang telah kami laksanakan di Gereja Saddleback, sebelumnya saya takut setengah mati untuk melakukannya. Tapi saya berkata kepada para jemaat saya bahwa kami akan tetap melakukannya. Mengapa? Karena saya tidak akan membiarkan rasa takut mendominasi hidup saya. Maka saya maju, walau takut. 

Keberanian adalah ketika Anda melakukan hal yang benar ketika Anda takut. Anda mungkin bertanya-tanya, "Haruskah saya menunggu sampai semua keraguan saya hilang?" Tidak. Anda harus bergerak maju melawan ketakutan Anda. Anda harus mengabaikan semua rasa tak aman yang sedang Anda rasakan dan maju. 

Yakobus 1:5-7 mengatakan, "Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, --yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit--,maka hal itu akan diberikan kepadanya. Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin. Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan."

Imajinasi Anda salah satunya akan dipimpin oleh rasa takut atau dipimpin oleh iman. Itu pilihan Anda. Jika Anda membiarkan imajinasi Anda diatur oleh rasa takut, Anda akan panik, stres, dan khawatir sepanjang waktu. Ketika Anda membiarkan rasa takut mengontrol imajinasi Anda, hidup Anda akan menderita. 

Sebaliknya, putuskan jika Anda tidak akan membiarkan rasa takut mendominasi Anda. Biarkan iman Anda yang menguasai Anda. Percaya pada Tuhan. Maka Anda dapat bergerak maju di dalam iman dan dapat mengizinkan imajinasi Anda diisi dengan segala macam kemungkinan, sebab segala hal adalah mungkin bagi Allah.

Renungkan hal ini:
  
Apa hal besar yang Anda percaya Tuhan ingin lakukan dalam hidup Anda namun Anda membiarkan keraguan menahan Anda?

Apakah Anda takut untuk benar-benar membuka pikiran dan hidup Anda atas setiap kesempatan yang Tuhan berikan? Mengapa atau mengapa tidak?

Ketika Anda meminta sesuatu kepada Tuhan di dalam doa, mengapa Ia ingin Anda percaya dengan iman bahwa Ia akan menjawabnya?


Bacaan Alkitab Setahun :
Kejadian 20-22; Matius 6:19-34

Sebab segala hal adalah mungkin bagi Allah, jangan pernah meragukan kuasa-Nya bekerja
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)


Mari bantu kami ambil bagian dengan menyebarkan Artikel ini dengan Klik: Bagikan / Share. Terima kasih Tuhan Yesus memberkati.

Iman Memerlukan Imajinasi



Bacaan Hari ini:
2 Korintus 4:18 "Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal."

Ketika Anda tak bisa melihat sesuatu secara jasmani, Anda harus membayangkannya dalam pikiran Anda. Imajinasi penting jika Anda mau hidup dengan iman.

Ibrani 11:1 mengatakan, "Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat."

Iman ialah ketika kita mengharapkan sesuatu dan kita tahu itu akan terwujud.
Agar bisa berharap akan sesuatu, Anda harus membayangkannya di dalam pikiran Anda.

Ibrani 11 berisikan pengikut Allah yang luar biasa. Ketika Anda membaca tentang para pahlawan iman ini, Anda akan mengerti bahwa masing-masing dari mereka menjadi pahlawan iman sebab mereka menggunakan imajinasi mereka.

Misalnya, Allah berfirman kepada Abraham, "Meski kau berumur 90 tahun dan kau tidak punya anak, tapi Aku akan mengubah namamu dari Abram menjadi Abraham, yang berarti 'bapa dari sejumlah besar bangsa.'"

Allah menyuruh Abraham untuk pergi ke luar di malam hari dan menghitung bintang-bintang - sebanyak itulah cucu dan cicit yang akan ia miliki dalam pohon silsilah keluarganya - bangsa Israel! Apa maksud Allah menyuruh Abraham untuk menghitung bintang-bintang? Dia sedang mengaktifkan imajinasi Abraham. Dia seolah berkata pada Abraham, "Aku ingin engkau membayangkan apa yang akan Kulakukan dalam hidupmu."

Alkitab mengajarkan dalam 2 Korintus 4:18, "Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal."

Anda tidak dapat melihat Bapa, Anak, dan Roh Kudus, tapi mereka ada untuk selama-selamanya. Anda tidak dapat melihat jiwa Anda sendiri, tapi itu akan ada untuk selama-lamanya.

Alkitab berkata bahwa Anda harus fokus pada hal-hal yang kekal selamanya - hal-hal yang benar-benar tak dapat Anda lihat dengan mata kepala Anda.
Lalu bagaimana Anda fokus pada hal-hal yang tak dapat Anda lihat? Gunakan imajinasi Anda.


Renungkan Hal ini :

Bagaimana imajinasi Anda membantu Anda untuk memahami dan mengingat Injil?

Apakah sulit bagi Anda untuk menggunakan imajinasi Anda ketika sudah berkaitan dengan iman? Mengapa Anda merasa seperti itu?

Deskripsikan beberapa gambar dalam pikiran Anda tentang unsur-unsur iman Anda, seperti Roh Kudus, Surga, atau kehendak Allah. Apa gambar yang Anda buat?


Bacaan Alkitab Setahun :
Kejadian 18-19; Matius 6:1-18

Iman ialah ketika kita mengharapkan sesuatu dan kita tahu itu akan terwujud
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)


Mari bantu kami ambil bagian dengan menyebarkan Artikel ini dengan Klik: Bagikan / Share. Terima kasih Tuhan Yesus memberkati.

January 10, 2017

Bagaimana Mendapatkan Kuasa Tuhan Dalam Hidup Anda


Bacaan Hari ini:
Yesaya 40:29 "Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya."

Ketika Anda percaya pada Yesus, Anda mendapatkan kuasa Tuhan untuk kehidupan Anda sehari-hari.

Dulu saya berpikir bahwa ini bukan masalah besar. Tapi saya sudah menyadari bahwa bagi kebanyakan orang, masalah nomor satu dalam hidup bukanlah kekhawatiran atau rasa takut atau rasa bersalah atau kepahitan. Masalah nomor satu ialah kelelahan.

Selama ini saya berbicara denga orang-orang yang berkata, "Selama ini saya amat lelah. Saya tak bisa menyelesaikan semua masalah. Saya selalu lelah."

Alasan mengapa Anda selalu letih ialah Anda keKurangan pasokan kekuatan. Alasan Anda lelah ialah karena Anda tidak tersambung dengan kuasa Tuhan. Anda berusaha menjalani hidup Anda dengan kekuatan Anda sendiri.
Tak mungkin Anda bisa memenuhi tujuan hidup Anda tanpa terhubung kepada kuasa Tuhan. Pemanggang roti yang tidak dicolok ke listrik itu sia-sia. Blender yang tidak dicolok itu sia-sia. Penghisap debu yang tidak dicolok listrik tidak ada gunanya jika tidak terhubung ke sumber listrik.

Yesaya 40:29 "Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya." Anda butuh kuasa Tuhan dengan cara-cara yang lebih baik dibanding yang Anda kira. Paulus berkata, "Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku" (Filipi 4:13).

Ini bukan sikap mental positif. Ini bukan psikologi pertolongan diri sendiri. Ini bukan pemikiran berhasil dengan kekuatan diri sendiri. Bukan. Ini kekuatan supernatural yang dari Tuhan.

Apa "syarat-syaratnya"? Kekuatan untuk menghadapi kesunyian ketika Anda sendiri. Kekuatan untuk mengatasi ketegangan ketika Anda dibawah tekanan. Kekuatan untuk mengatasi rasa bersalah dan rasa takut dan kebosanan dan kepahitan dan penolakan. Kekuatan untuk mengatasi bencana finansial. Kekuatan untul mengatasi krisis kesehatan. Kekuatan untuk mengatasi konflik dalam hubungan.

Dari mana Anda mendapatkan kekuatan itu? Itu datangnya dari Tuhan - ketika Anda percaya pada Yesus Kristus.

Renungkan hal ini:

Apa artinya terhubung dengan kekuatan Tuhan? Bagaimana Ia menguatkan dan mendorong Anda?

Menurut Anda bagaimana Tuhan mau Anda menghabiskan waktu Anda supaya lebih bisa terhubung dengan Dia dan tidak lelah? Bagaimana Anda bisa mengubah prioritas-prioritas Anda?

Apa yang perlu Anda capai dengan kuasa Tuhan hari ini? Menurut Anda apa yang Ia mau Anda lakukan terlebih dahulu?


Bacaan Alkitab Setahun :
Kejadian 7-9; Matius 3


Ketika Anda mengandalkan kekuatan Tuhan, Anda tidak akan pernah kelelahan dalam menjalani hidup ini
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)


Mari bantu kami ambil bagian dengan menyebarkan Artikel ini dengan Klik: Bagikan / Share. Terima kasih Tuhan Yesus memberkati.

Ingin Mengetahui Tujuan Hidup Anda? Tanya Pencipta Anda!



Bacaan Hari ini:
Kolose 1:16 "Karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dosa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia."

Ketika Anda menaruh iman percaya Anda di dalam Yesus Kristus, Anda sedang mempelajari tentang tujuan Allah atas hidup Anda.

Kebanyakan orang tidak tahu tujuan hidup mereka. Jika Anda tak tahu, Anda berakhir terseret oleh kehidupan ini. Anda terpelanting ke sana ke mari. Bukan Anda yang mengontrol hidup Anda; hidup yang mengontrol Anda! Hanya ada satu cara mempelajari maksud Tuhan dalam hidup Anda. Anda harus berbicara kepada Sang Pencipta Anda.

Kadang orang akan berkata pada Anda bahwa jika Anda ingin mengetahui maksud Tuhan atas hidup Anda, periksa hati Anda. Dulu saya melakukan itu. Tapi itu tidak berhasil! Anda tak akan bisa mengenali apa maksud Tuhan menciptakan diri Anda hanya dengan pengetahuan Anda sendiri.

Alkitab mengatakan, "Karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia" (Kolose 1:16).

Di zaman ini banyak sekali orang bingung dengan identitas dan tujuan hidup mereka. Mereka berkata, "Saya tidak tahu siapa saya, dan saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan dengan hidup saya." Itu karena mereka mencari di tempat-tempat yang salah. Hanya ada satu tempat untuk menemukan identitas dan tujuan Anda dalam hidup, yaitu melalui hubungan dengan Sang Pencipta Anda, Yesus Kristus.

Efesus 1:11 mengatakan , "Aku katakan "di dalam Kristus", karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan--kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya--"

Renungkan hal ini:

Di mana selama ini Anda mencari identitas Anda? Apa hasilnya?

Setelah Anda diselamatkan, bagaimana cara Anda mengenal Tuhan?

Mengapa dengan mengetahui tujuan Tuhan atas hidup Anda penting untuk Anda?


Bacaan Alkitab Setahun :
Kejadian 4-6; Matius 2


Dengan iman percaya yang Anda miliki, Dia ingin melakukan suatu pekerjaan yang Anda tidak ketahui sebelumnya
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Mari bantu kami ambil bagian dengan menyebarkan Artikel ini dengan Klik: Bagikan / Share. Terima kasih Tuhan Yesus memberkati.

January 09, 2017

Raja Di Atas Segala Raja


Ayat Renungan: Matius 28:18  Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.

Mazmur 93:1 - 2 TUHAN adalah Raja, Ia berpakaian kemegahan, TUHAN berpakaian, berikat pinggang kekuatan. Sungguh, telah tegak dunia, tidak bergoyang; takhta-Mu tegak sejak dahulu kala, dari kekal Engkau ada.

Baca Selengkapnya: Mazmur 93

Siapakah yang paling berdaulat di muka bumi ini? Orang modern menganggap diri sebagai pusat semesta. Di tangannya ada iptek, yang ia yakini mampu mengontrol kehidupan sepenuhnya, paling tidak sebagai suatu impian utopis. Orang-orang pascamodern beranggapan bahwa kedaulatan bersifat relatif, berlaku hanya bagi orang yang mau menundukkan diri padanya karena keuntungan tertentu.

Orang yang hidup pada masa pemazmur percaya pada banyak dewa, yang masing-masing memiliki kuasa dan otoritas atas wilayah atau aspek tertentu dalam kehidupan manusia. Salah satunya adalah dewa yang berkuasa atas laut. Di agama Kanaan dewa ini dikenal dengan nama dewa Yamm. Yamm adalah dewa yang bersifat merusak, dengan daya rusak yang bisa dibandingkan dengan badai di lautan yang menggelora, menghancurkan kapal yang ada di tengah-tengahnya.

Pemazmur ternyata hanya percaya kepada TUHAN, sebagai Raja yang berdaulat penuh atas alam semesta. Semua kuasa sehebat apa pun, bahkan yang melambangkan kuasa kekacauan ala dewa Yamm, tidak ada apa-apanya (ayat  Mazm 93:3-4). Itulah Allah yang Israel percayai. Dunia ini hanyalah tempat pijakan-Nya, sedangkan takhta-Nya menjulang tinggi melampaui langit. Lebih dahsyat daripada itu, TUHAN adalah Raja yang kekal, dulu, sekarang, dan sampai selama-lamanya.

Berturut-turut  Mazm 90; 91; 92; 93 mengantar kita memasuki tahun 2017. Kita diingatkan bahwa Tuhan berdaulat, tetapi penuh dengan anugerah bagi umat-Nya. Dia mendengar doa orang benar bahkan menjawab tepat waktu. Dia bertindak dengan adil, orang jahat akan dibinasakan bila tidak bertobat. Dia adalah Raja kekal, melampaui semua kuasa di bumi ini. Apa yang seharusnya menjadi respons kita? Sujud di hadapan-Nya. Jangan goyah terhadap guncangan apa pun yang akan mendera Anda di tahun 2017 ini karena Dia adalah Batu Karang yang teguh, andalan semua orang yang menaruh harap dan percaya kepada-Nya.

Sudakah hari ini anda memberikan kehidupan yang seutuhnya kepada Tuhan Yesus Kristus ? Ketahuilah di jagad raya ini tidak ada satu orang atau pribadi yang mengaku memiliki kuasa atas Sorga dan Bumi selain YESUS KRISTUS TUHAN !


Matius 28:18  Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.



Mari bantu kami ambil bagian dengan menyebarkan Artikel ini dengan Klik: Bagikan / Share. Terima kasih Tuhan Yesus memberkati

January 07, 2017

Memilih Kristus tidak sia-sia


Ayat Renungan: Matius 10:40  Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku.

Baca Selengkapnya: Matius 10:34-42

Sekilas tampak, perkataan Kristus membawa kontradiksi. Ia yang adalah Raja Damai mengatakan bahwa kedatangan-Nya bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.

Kedatangan Kristus memang membawa damai, damai antara manusia dengan Allah dan damai di antara sesama manusia yang percaya kepada-Nya. Namun demikian ada hal yang tak dapat dielakkan. Kedatangan Kristus ternyata membawa pertentangan antara Kristus dengan anti Kristus, antara orang yang percaya kepada-Nya dan yang tidak, antara gelap dan terang. Pertentangan ini dapat terjadi bahkan di antara orang-orang yang tinggal dalam satu rumah atau antara orang-orang yang memiliki pertalian darah. Bila mengikut Kristus membuat orang terpisah dari keluarganya, itulah harga yang harus ditanggungnya. Bila berdiri di atas kebenaran Kristus membuat seseorang dimusuhi keluarganya, itulah salib yang mesti dipikulnya. Kristus menuntut diri-Nya diprioritaskan lebih daripada sanak keluarga (ayat  Mat 10:37-38). Ini memang tidak mudah! Akan tetapi, Ia menjanjikan bahwa pilihan itu tidak sia-sia. Pilihan itu menunjukkan kesejatian iman orang tersebut (ayat  Mat 10:39).

Kristus memberikan penghiburan kepada para murid. Pekabaran Injil tidak akan sia-sia. Ada orang-orang yang akan menyambut mereka, menerima Kristus untuk diselamatkan. Itulah upah pelayanan mereka. Sukacita yang didapat jauh melebihi penderitaan memikul salib (ayat  Mat 10:40-42).

Kini pikul salib bisa berwujud ditolak keluarga dan masyarakat. Tidak mustahil kita ditekan, diintimidasi, malah dipecat oleh pimpinan tempat kita bekerja karena mempraktikkan prinsip iman kita. Namun, semua itu tidak perlu menyurutkan tekad kita mengikut Dia. Karena Dia akan menyambut kita sebagai hamba yang setia. Juga karena sukacita melihat mereka yang kita menangkan oleh kesaksian kita.

Doa: Tuhan, kuatkan kami agar segala bentuk penderitaan dan konsekuensi yang harus kami tanggung demi Engkau tidak membuat kami menyangkal Engkau.


Mari bantu kami ambil bagian dengan menyebarkan Artikel ini dengan Klik: Bagikan / Share. Terima kasih Tuhan Yesus memberkati

Konsekuensi dan Upah!


Ayat Renungan: Matius 10:42  Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir sajapun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya."


Baca Selengkapnya: Matius 10:34-42

Mengikut Yesus pasti ada konsekuensinya. Beberapa teman saya menyaksikan bahwa ketika mereka memutuskan untuk percaya Yesus, orang tua menjadi penentang nomor satu. Mereka harus memilih, diakui sebagai anak dan menyangkal Yesus atau sebaliknya. Bukan pilihan mudah.

Yesus tidak mengajar kita untuk memusuhi keluarga atau orang di sekeliling kita untuk disebut layak mengikut Dia. Itu ajaran salah dan ekstrim, yang menimbulkan kesalahpahaman bahwa kekristenan mengajarkan seseorang tidak menghormati orang tuanya. Yesus mengajarkan bahwa kita harus menempatkan Allah sebagai yang nomor satu dalam hidup kita. Semua yang lain, baik orang tua, istri/suami, keluarga, atau sahabat harus ditempatkan sesudah Dia.

Yesus juga mengajarkan bahwa setiap orang harus mengambil keputusan secara pribadi. Keputusan percaya Yesus tidak bisa kolektif. Maka dalam satu keluarga bisa terjadi perpecahan antara yang percaya dan yang menolak. Ingat pengajaran Yesus ini menyangkut situasi darurat ketika penganiayaan terhadap Kristen menjadi-jadi. Orang yang bimbang dan mendua hati atau menghitung untung rugi, tidak layak di hadapan Allah (ayat  Mat 10:37-38). Hanya orang yang berani menyerahkan hidup pada Allah yang akan beroleh hidup!

Puji syukur, ada penghiburan buat para murid. Ada orang-orang yang akan merespons positif terhadap pekabaran Injil. Pasti juga salah satunya ada di dalam keluarga mereka. Kita tahu bahwa semasa hidup Yesus di bumi ini, adik-adik-Nya menolak Dia. Namun setelah kebangkitan-Nya, paling sedikit Yakobus dan Yudas percaya dan menjadi pengikut-Nya yang setia, dan kesaksian mereka dicatat dalam Surat Yakobus dan Surat Yudas.

Ada konsekuensi mengikut Yesus, yaitu penolakan dari dunia ini, bahkan dari orang-orang terdekat. Namun kesaksian kita betapa pun sederhananya, akan membuahkan hasil yaitu orang-orang yang bertobat. Itulah upah kita, yaitu jiwa-jiwa yang dimenangkan bagi Kristus!


Mari bantu kami ambil bagian dengan menyebarkan Artikel ini dengan Klik: Bagikan / Share. Terima kasih Tuhan Yesus memberkat

January 06, 2017

Syukur Untuk Keadilan Tuhan


Ayat Renungan: Mzm 92:8 -9 Tetapi Engkau di tempat yang tinggi untuk selama-lamanya, ya TUHAN! Sebab, sesungguhnya musuh-Mu, ya TUHAN, sebab, sesungguhnya musuh-Mu akan binasa, semua orang yang melakukan kejahatan akan diceraiberaikan.


Baca Selengkapnya: Mazmur 92

Kekhawatiran apa yang Anda bawa masuk ke 2017? Ekonomi yang tidak menentu? Pekerjaan atau karier yang serba tak pasti? Pesimis terhadap penegakan hukum, pengendalian kejahatan, dan perlindungan orang benar yang seharusnya menjadi tugas aparat negara? Kesehatan di tengah polusi dan kerusakan alam yang menjadi-jadi? Seribu satu kemungkinan negatif bila dibandingkan dengan hal-hal yang positif seolah mencuat dan terlihat menonjol di sela-sela segala yang mengkhawatirkan itu.

Pemazmur tidak merasakan kekhawatiran seperti itu, walaupun dunia yang ia hadapi tidak beda jauh dengan yang kita sedang jalani sekarang. Kejahatan merajalela dan orang-orang yang tidak mengenal Tuhan seolah berjaya (ayat  Mazm 92:7a). Justru pemazmur melihat dari perspektif Allah dan oleh karena itu, ia bisa bersyukur bahkan memuji-muji Tuhan (ayat  Mazm 92:1-4). Apa yang pemazmur lihat? Kedaulatan Tuhan yang dinyatakan lewat karya-Nya.

Karya Tuhan tidak dapat diselami oleh orang-orang yang bodoh atau bebal (ayat  Mazm 92:5-6). Bebal di sini bukan intelektualnya kurang, tetapi sikap keras kepala, tidak mau diajarkan kebenaran. Orang bebal sok tahu, sehingga menolak mengakui kedaulatan Tuhan atas hidupnya. Berbeda dengan orang bijak. Yaitu orang yang rendah hati, mau diajar Tuhan. Merekalah yang bisa memahami bahwa orang fasik tetap ada di bawah kendali Tuhan. Kefasikan mereka ternyata fana, satu kali kelak akan dihancurkan Tuhan (ayat  Mazm 92:7-11). Orang benar justru akan dipelihara Tuhan sehingga bertumbuh dan menghasilkan buah yang memberi kesaksian tentang kebesaran dan keperkasaan Tuhan (ayat  Mazm 92:12-15; lih.  Mazm 1:3).

Di mana keadilan Tuhan? Dia membalaskan perbuatan orang berdosa setimpal dan memberkati orang benar dengan kelimpahan. Kalau Anda belum bisa melihat hal itu saat ini, bukan berarti Tuhan tidak adil. Mungkin saja Anda sedang terpukau oleh tipu daya dunia yang membanggakan penampilan. Pandanglah Allah dan masuki tahun 2017 ini dengan siap menyaksikan karya-Nya.


Mari bantu kami ambil bagian dengan menyebarkan Artikel ini dengan Klik: Bagikan / Share. Terima kasih Tuhan Yesus memberkati.v

Identitas Murid Sejati

Ayat Renungan: Matius 5:12  Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu."


Baca Selengkapnya: Matius 5:1-16

Dari mana orang dunia tahu siapa yang sesungguhnya menjadi murid Tuhan? Tentu dari cara hidup orang yang meneladani Kristus. Ajaran Tuhan Yesus di pasal-pasal yang sangat terkenal ini ( Mat 5; 6; 7) ditujukan kepada setiap orang yang mengaku murid Kristus. Perikop hari ini mengungkapkan jati diri dan misi Kristen sejati.

Murid Tuhan sejati adalah orang yang tidak bersandar pada kekuatan sendiri melainkan pada Allah sebagai sumbernya. Oleh karena itu ia mengaku diri miskin di hadapan Allah (ayat  Mat 5:3), menolak sukacita yang ditawarkan oleh dunia ini (ayat  Mat 5:4), serta lapar dan haus akan kebenaran (ayat  Mat 5:6). Ia hanya meneladani sikap Sang Guru yang lemah lembut (ayat  Mat 5:5), murah hati (ayat  Mat 5:7), serta membawa damai (ayat  Mat 5:9). Ia memelihara hati yang suci (ayat  Mat 5:8), walaupun untuk itu ia harus siap menerima dengan sukacita ketika dianiaya oleh sebab kebenaran (ayat  Mat 5:10-12). Karakter murid Tuhan menyatakan kualitas hidupnya.

Murid sejati memberi dirinya dibentuk oleh Tuhan dan bukan oleh dunia ini. Itu sebabnya, bukan hanya karakternya meniru karakter Kristus, secara aktif dan kreatif seorang murid sejati hadir memancarkan terang Sang Guru di dalam dunia yang gelap (ayat  Mat 5:14-16). Kualitas karakternya membuat kualitas terang Ilahi memancar melalui dirinya. Dia menghadirkan pengaruh Ilahi dalam perjumpaannya dengan dunia ini, yaitu menggarami dunia dengan kualitas kehidupan Kristen sejati (ayat  Mat 5:13).

Andakah murid Tuhan sejati? Bukan berarti sudah sempurna, tetapi sedang diproses oleh Tuhan supaya kualitas kemuliaan Allah boleh memancar keluar dari kehidupan Anda. Mari jujur periksa hidup Anda. Kualitas karakter apa yang perlu Anda asah dan pertajam? Kotoran apa yang perlu dikikis habis agar kemilau Kristus memancar keluar menjadi kesaksian yang indah akan Dia, sehingga karakter tersebut menjadi daya pendobrak yang menghancurkan kejahatan dunia? Jangan lupa sumber semangat, kekuatan, dan hikmat ada pada Kristus.


Mari bantu kami ambil bagian dengan menyebarkan Artikel ini dengan Klik: Bagikan / Share. Terima kasih Tuhan Yesus memberkat

January 01, 2017

Maju Dengan Anugerah

Ayat Renungan:
Mazmur 90:12 Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.

Baca Selengkapnya: Mazmur 90

Apa yang menjadi doa permohonan Musa dalam Mazmur ini? Ia meminta agar Tuhan mengaruniakan kebijaksanaan dalam hidup hingga dapat mengisinya dengan hal-hal yang baik (ayat  Mazm 90:12). Musa menuliskan mazmur ini di penghujung hidupnya yang hampir mencapai 120 tahun. Mengapa ia masih berdoa seakan-akan umurnya masih panjang?

Musa menyadari bahwa Tuhan yang memegang kehidupan dan menentukan umur (ayat  Mazm 90:3-6). Di hadapan Allah manusia fana dan terbatas, tetapi hidup itu sendiri merupakan anugerah yang tidak boleh disia-siakan. Maka waktu yang masih ada tidak boleh dibiarkan berlalu begitu saja, harus dipakai untuk memuliakan Tuhan. Musa sangat menyadari bahwa dalam kefanaannya, betapa sering ia melakukan hal-hal yang tidak berkenan kepada Tuhan (ayat  Mazm 90:7-11). Manusia berdosa, layak dihukum.

Apa dosa Musa yang pantas dihukum Tuhan? Musa menista nama Tuhan dengan sikapnya yang lepas kendali di hadapan umat ( Bil 20:12). Tuhan menghukum Musa dengan tidak memperbolehkan dia masuk ke tanah perjanjian. Suatu penderitaan batin yang besar, seolah ia sama saja dengan umat Israel generasi pertama yang gagal masuk tanah perjanjian tersebut. Namun Musa merespons hukuman Tuhan sebagai anugerah. Walau tidak dapat masuk ke tanah perjanjian, ia masih dipercaya memimpin sampai ke perbatasan. Oleh karena itu Musa bertekad agar sisa hidupnya diisi dengan menyatakan perbuatan-perbuatan ajaib Tuhan lewat perbuatan-perbuatannya sendiri yang memuliakan Tuhan (ayat  Bil 20:16-17).

Apakah kegagalan masa lalu membebani Anda memasuki tahun 2017 ini? Bisa masuk ke tahun 2017 adalah suatu anugerah. Tuhan masih memberikan kesempatan kepada Anda untuk memperbaiki diri dan kembali setia melayani Dia. Oleh sebab itu, jangan cari alasan untuk bersikap pesimis, pasif, ataupun masa bodoh. Bangunkan tekad Anda dengan doa: Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian hingga kami beroleh hati bijaksana (ayat  Bil 20:12). Amin!


Mari bantu kami ambil bagian dengan menyebarkan Artikel ini dengan Klik: Bagikan / Share. Terima kasih Tuhan Yesus memberkat


Anda diberkati dengan website ini ?
Bantu pengembangan website
 lewat Donasi :





Transfer Bank klik:


Berlangganan Melalui Email

Masukan alamat email anda:

Pastikan emailAktif

Data Kunjungan

Blog Archive