Belajar dan bertumbuh bersama Yesus Kristus yang adalah Guru dan Tuhan. Muridkan diri pribadi lebih dahulu sebelum memuridkan orang lain

November 30, 2016

Pengharapan Yang Hidup



Baca       :  1Pet 1:3-9
Nats       : Terpujilah Allah … yang karena rahmat-Nya yang besar telah membuat kita lahir kembali … kepada hidup yang penuh pengharapan ( 1Pet 1:3)

Hidup ini sulit bagi semua orang, tetapi beberapa orang merasakan kesulitan yang lebih berat dibanding orang lain. Menaruh kepercayaan kepada Kristus sebagai Juru Selamat tidak banyak mengubah hal itu. Tak ada satu ayat pun dalam Alkitab yang menjanjikan bahwa kita bebas dari kesulitan karena kita adalah pengikut Kristus. Kenyataannya, beberapa penyakit kita tidak dapat disembuhkan, dan beberapa kekurangan kita tidak dapat diperbaiki sepanjang hidup kita. Bahkan ada di antaranya yang bertambah parah. Namun, seluruh kekurangan dan kelemahan kita hanya bersifat sementara.

Kesadaran bahwa Allah menyediakan kebutuhan kita dapat menyunggingkan senyum dalam hati kita. Pengharapan memberi kita ketenangan dan memampukan kita hidup dengan kekuatan batiniah, karena kita tahu bahwa suatu saat nanti keadaan kita akan berubah secara dramatis dari keadaan sekarang.

Jika masa lalu merusak Anda atau Anda merasa dilemahkan oleh dosa, atau jika Anda merasa begitu tidak berarti dibanding dengan orang lain sehingga Anda merasa rendah diri, percayalah pada apa yang disediakan Allah bagi Anda. Hiduplah hari ini dengan semangat yang disediakan Allah bagi Anda. Dapatkanlah sesuatu yang baik dari penderitaan yang Anda alami. Namun bersukacitalah, karena semua yang menjatuhkan dan membatasi Anda hanya bersifat sementara. Semua itu akan berlalu -- bahkan ada yang lebih cepat berlalu daripada yang kita duga.

Jika Anda memiliki pengharapan yang hidup dalam Kristus, Anda dapat membereskan masa lalu karena memiliki masa depan. Kemuliaan Allah yang terbaik disediakan bagi Anda di depan -- HWR

ORANG KRISTIANI DAPAT MENGATASI MASA LALU KARENA MEMILIKI PENGHARAPAN AKAN MASA DEPAN 

Mari bantu kami ambil bagian dengan menyebarkan Renungan ini dengan Klik: Bagikan / Share. Terima kasih Tuhan Yesus memberkati.

BERTUMBUH DALAM MASALAH



Ayat Hafalan:
 "Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu."  Efe 4:32.

PENDAHULUAN
 Pernikahan adalah suatu hubungan dimana dua pribadi bercampur menjadi satu. Tiap pribadi mempunyai kehendak, kebutuhan dan cita-citanya sendiri. Karena tiap pribadi adalah unik, dan karena apa yang tiap pribadi bawa juga unik, konflik mungkin terjadi. Kenyataannya, mungkin ada banyak konflik dalam kehidupan pernikahan. Ini bukanlah sesuatu yang buruk. Ini hal yang wajar. Bagaimana tiap pasangan menanggapi konflik tersebut adalah hal yang utama.

PERTENTANGAN/KONFLIK
 Kamus menjabarkan konflik sebagai "suatu perjuangan, pertentangan, benturan dan ketidakcocokan yang tajam, kehendak yang bertolak belakang." Pertentangan dapat menjadi suatu waktu untuk hubungan pernikahan yang bertumbuh atau justru bisa menjadi betul-betul menyakitkan, tidak terselesaikan, dan menghancurkan. Banyak orang Kristen yang tidak menghadapi masalah secara terbuka sebab tidak ada yang telah mengajarkan kepada mereka cara-cara yang efektif untuk mengatasinya.

APAKAH YANG MENYEBABKAN PERTENTANGAN?
 Bacalah  Yak 4:1-3. Sebelum pernikahan, suatu pribadi sudah hidup terpisah selama dua puluh tahun atau lebih. Selama jangka waktu itu, setiap pribadi sudah menumbuhkan suatu selera, pilihan, kebiasaan, kesenangan dan ketidaksenangan, nilai-nilai dan standar secara individu. Upacara pernikahan tidak membuang semua perbedaan secara individu ini. Acara ini tidak menyebabkan mereka selalu ingin melakukan sesuatu, cara dan waktu yang sama. Tentu saja pasangan tersebut akan Mempunyai perbedaan pendapat dan pilihan dan ini akan menuju kepada berbagai ketidakcocokan.

TANGGAPAN TERHADAP PERTENTANGAN

Orang-orang menanggapi konflik/pertentangan dengan cara yang berbeda.

1. Beberapa orang memilih untuk menyendiri. Mereka mungkin secara fisik meninggalkan ruangan atau tempat pertentangan tersebut. Mereka mungkin menyendiri secara jiwa dengan tidak berbicara, dengan mengabaikan lain, atau menutup diri sehingga tidak ada perkataan atau perbuatan yang mengena mereka.

2. Beberapa orang merasa bahwa mereka harus menang, tidak peduli berapapun ’ harganya’. Karena tiap pribadi dalam pasangan dalam pernikahan sangat tahu kelemahan dan luka yang dimiliki pasangannya, maka mereka sering menggunakan bagian ini untuk memaksa pasangannya untuk menyerah. "Si pemenang" mungkin menyerang harga diri atau kebanggaan yang lain supaya menang.

3. Beberapa orang mengalah dalam suatu pertentangan agar bisa berbaikan kembali dengan pasangan mereka. Mereka menyembunyikan kemarahan dan membiarkannya tetap ada. Mereka mungkin menyimpan kepahitan dan luka hati namun tetap melanjutkan hidup bersama dengan masalah yang tetap tak terselesaikan.

4. Beberapa orang bisa berkompromi, atau memberikan sedikit dan mendapatkan sedikit. Kadang-kadang kompromi penting. Namun, menggunakan cara ini agar mendapatkan sesuatu untuk diri sendiri adalah tanggapan yang kurang baik terhadap suatu pertentangan/konflik.

5. Beberapa orang bersedia meluangkan waktu yang cukup dalam komunikasi secara langsung dan terbuka sehingga beberapa keinginan atau ide-ide mereka yang semula berubah, mereka puas dengan jalan keluar yang sudah mereka setujui. Mereka telah menyelesaikan pertentangan tersebut. Bacalah  Efe 4:29-32.

HUBUNGAN SECARA PRIBADI DALAM PERNIKAHAN
 Bacalah  Mat 18:15-17. Menurut pendapat Anda bagaimana menerapkan ayat- ayat ini dalam pernikahan? Ingatlah bahwa titik berat dari Firman ini adalah pendamaian. Pengajaran dari Firman ini adalah, "Janganlah masuk dalam situasi yang mana menimbulkan kerusakan hubungan pribadi, tapi kerjakan yang perlu untuk memperbaiki hubungan yang rusak." Saat Anda mempelajari  Mat 18:15-17, perhatikan beberapa tindakan dan urutan sebagai berikut:

1. Saudara dengan saudara sebagai pribadi-pribadi yang setara.

2. Masalah segera ditangani.

3. Penyelesaian yang bersifat pribadi-muka dengan muka, untuk mendapatkan sesuatu yang berharga

4. Jika pertemuan secara pribadi gagal, bawalah dua atau tiga saksi yang mempunyai kehidupan rohani yang baik. Tujuannya adalah bukan untuk mencari yang salah atau yang benar. Juga bukanlah untuk mengumpulkan bukti-bukti yang digunakan untuk menentang seseorang, melainkan untuk mendengarkan dari dua pihak dan untuk menuju pada pendamaian. Membicarakan masalah dengan kehadiran beberapa orang Kristen yang bijaksana, baik dan murah hati menciptakan suasana yang baru dalam melihat masalah yang ada.

5. Jika hal ini masih tetap gagal, bawalah ke dalam persekutuan di gereja. Ini bukanlah pengungkapan masalah di muka umum. Ini adalah merupakan lingkungan dimana ada doa, kasih dan persekutuan dari orang-orang percaya yang mana hubungan yang indah secara pribadi dijunjung tinggi. Jelas bahwa Kristus menghendaki suatu persekutuan dapat membentuk orang-orang Kristen yang pembawa damai dan bukanlah menjadi hakim.

6. Jika usaha ini gagal, orang tersebut akan dianggap sebagai bangsa kafir atau pemungut cukai. Hal ini tidak berarti bahwa orang tersebut bisa dikucilkan tanpa ada harapan sama sekali untuk bisa diajak berkumpul lagi. Tuhan Yesus tidak pernah membatasi pengampunan terhadap umat manusia. Bacalah  Mat 18:21-35. Ini adalah merupakan suatu tantangan untuk memenangkan orang dengan kasih yang dapat menyentuh bahkan ke dalam hati yang paling keras sekalipun. Matius dan Zakheus, bangsa kafir dan pemungut cukai, menjadi teman terdekat Yesus. Semua persekutuan dalam gereja menyatukan kembali pribadi-pribadi dalam menuju proses pendamaian.

LANGKAH-LANGKAH DALAM MENANGANI PERTENTANGAN/KONFLIK

1. Langkah pertama dalam menangani masalah adalah memulai proses pendamaian. Meninggalkan atau mengabaikan masalah, dengan berharap masalah itu akan pergi dengan sendirinya, tidak akan menyelesaikan masalah. Jagalah supaya hubungan tetap hidup. Jagalah kesatuan. Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang- orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu. Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu. Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera.  Efe 4:1-3. Janganlah menunggu sampai pasangan Anda memulai proses pendamaian tersebut. Pakailah bahasa yang tidak mengancam atau menghakimi, seperti: > "Dapatkah kita berbicara tentang…" > "Apakah ini sesuatu yang bisa kita rundingkan?" > "Saya sungguh merasa putus asa tentang…" > "Saya kuatir tentang…" > "Saya akan tidak bahagia jika…" > "Saya tidak mengerti mengapa…"
2. Ketidakcocokan sebagai salah satu bagian dari keseluruhan masalah. Bacalah  Fil 2:1-8.Ketika kekuasaan dan wewenang atas yang lain dipraktekkan, maka masalah tidak akan pernah bisa diselesaikan. Satu pihak mungkin bisa lebih banyak berpikir, berbicara atau menguasai yang lain dalam menyatakan pemikiran dari situasi yang sedang terjadi. Ini tidak adil. Diskusi yang terbuka dimana tiap pihak bisa menyumbangkan idenya secara seimbang dan dihargai akan menolong pasangan tersebut untuk menemukan jalan keluar yang menguntungkan. Jangan ada pihak yang mencari keunggulan atas yang lain dalam suatu hubungan.

3. Tukarlah posisi. Rela untuk melihat situasi yang terjadi menurut pendapat pasangan kita akan menuju kepada suatu pengertian tentang hal-hal yang pasangan Anda pikirkan yang mempengaruhi pernikahan. Masalahnya mungkin bisa diselesaikan hanya dengan satu pihak yang lemah lembut yang menghargai perasaan yang lain. Bacalah  Kol 3:12-17.

4. Tanganilah masalah satu persatu. Kadang-kadang suatu pribadi mencoba untuk melepaskan tekanan terhadap dirinya dengan mengetengahkan masalah yang lain. Mereka mungkin mencoba untuk mempertahankan diri sendiri dengan menunjuk kesalahan dari pasangan mereka. Tetaplah menangani masalah yang ada. Janganlah mencoba untuk menyelesaikan masalah-masalah lain baik yang ada hubungannya atau tidak. Anda bisa menanggapinya dengan mengatakan, "Anda mungkin benar tentang hal itu, tetapi sekarang ini kita sedang membicarakan tentang…" Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik. Dan buah yang terdiri dari kebenaran ditaburkan dalam damai untuk mereka yang mengadakan damai.  Yak 3:17-18.

5. Seranglah masalahnya dan jangan orangnya. Terlalu banyak pasangan yang saling menyerang dengan sindiran-sindiran, penghinaan dan ungkapan-ungkapan yang menyakitkan. > "Kamu selalu…"; > "Kamu tidak pernah…" atau; > "Kenapa kamu tidak bisa…";

Ketika Anda mengatakan, maka berarti Anda sedang menyerang orangnya. Karena itu, hai manusia, siapapun juga engkau, yang menghakimi orang lain, engkau sendiri tidak bebas dari salah. Sebab, dalam menghakimi orang lain, engkau menghakimi dirimu sendiri, karena engkau yang menghakimi orang lain, melakukan hal-hal yang sama.  Rom 2:1. Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.  Mat 7:2. Pelajarilah bagaimana memberitahu pasangan Anda tentang perasaan Anda. Jangan melemparkan mereka seperti melempar sebuah batu. Mengatakan kata-kata diatas secara langsung berarti jujur tentang perasaan yang negatif seperti juga jujur tentang perasaan yang positif, jika bisa mengatakan kata-kata di atas dengan cara yang tidak menyinggung perasaan, seperti:

> "Saya merasa…" daripada, "Kamu…"
 Karena itu nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu seperti yang memang kamu lakukan.  1Te 5:11.

6. Minta pertolongan dari para pembawa damai yang penuh roh. Allah sudah menempatkan orang-orang dalam persekutuan di gereja yang diberikan karunia sebagai para pembawa damai. Anda bisa mengenali pengajaran-pengajaran dari seseorang dengan melihat Firman yang Tuhan Yesus gunakan tentang diri-Nya sendiri dalam  Yoh 7:16-18. > Pengajaran yang sejati datang dari Tuhan dan tetap konsisten dengan kasih
    Tuhan. > Tuhan menyatakan kehendak dan kebenaran-Nya kepada mereka yang bersedia
    melakukannya. > Orang itu akan berbicara tentang dirinya sendiri jika dia mencari
kemegahannya sendiri-tetapi orang yang mencari kemuliaan Tuhan adalah yang benar.

Sang pembawa damai hendaknya seseorang yang tidak mudah dipengaruhi dan adil, dan dapat melihat kedua sisi. Sang pembawa damai dapat menurunkan nada-nada yang merusak dari suatu masalah dan menolong suatu pasangan untuk menuju pendamaian.

7. Maafkan dengan segenap hati. Kalau Anda sudah tahu Kristus sebagai Juru Selamat, Anda sudah mengalami pengampunan yang dari Allah,  Kol 2:13. Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh pelanggaranmu dan oleh karena tidak disunat secara lahiriah, telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia, sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita…Jika Anda di dalam Kristus, Anda mempunyai kemampuan untuk mengampuni diri sendiri dan orang lain. Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.  Kol 3:13. Contoh pengampunan yang terbesar adalah salib Kristus. Bacalah  1Pe 2:21-24. Pengampunan terjadi jika kasih rela menerima luka dan kesengsaraan hidup dan mengabaikan semua tuduhan terhadap yang lain. Pengampunan adalah menerima orang lain ketika dia sudah melakukan sesuatu yang tidak menyenangkan. Pengampunan bukanlah menerima dengan syarat bahwa orang yang diampuni itu harus melakukan sesuai kehendak kita. Pengampunan diberikan secara cuma- cuma, dengan kesadaran bahwa si pemberi maaf tersebut juga mendapatkan maaf secara terus- menerus. Pengampunan adalah suatu hubungan antara dua pribadi yang setara yang menyadari bahwa mereka saling memerlukan. Tiap orang memerlukan pengampunan dari yang lain. Tiap orang perlu untuk diterima oleh yang lain. Tiap orang perlu orang lain. Dan demikian juga, di hadapan Allah, setiap orang melepaskan semua tuduhan, menolak semua penghakiman secara sepihak, dan mengampuni. Mengampuni sebanyak "tujuh puluh kali tujuh" seperti yang dikatakan Yesus dalam  Mat 18:21-22.

PASTIKAN ANDA SUDAH MEMBACA AYAT-AYAT ALKITAB BERIKUT INI

 Efe 4:32                     Yak 4:1-3
 Mat 18:15-17
 Efe 4:29-32                  Efe 4:1-3
 Mat 18:21-22                 Fil 2:1-8
 Kol 3:12-17                  Yak 3:17-18
 Rom 2:1                      Mat 7:2
 1Te 5:1
 Yoh 7:16-18                  1Pe 2:21-24
 Kol 3:13                     Yak 3:17-18
 Kol 3:12-17                  Kol 2:13
 1Te 5:1

Mari bantu kami ambil bagian dengan menyebarkan Pelajaran ini dengan Klik: Bagikan / Share. Terima kasih Tuhan Yesus memberkati.


Kecemasan Penuh Damai

Baca       :  Filipi 4:4-13
Nats       : Damai sejahtera Allah … akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus ( Filipi 4:7)

Saya dijadwalkan untuk mengajar di sebuah konferensi Alkitab di luar Amerika Serikat dan sedang menunggu keluarnya visa. Permohonan visa itu pernah ditolak, dan waktu terus berjalan. Tanpa visa, maka saya akan kehilangan kesempatan melayani, dan rekan-rekan saya di negara itu harus mencari pembicara lain di saat-saat terakhir.

Selama hari-hari penuh tekanan itu, seorang rekan kerja menanyakan bagaimana perasaan saya sehubungan dengan hal tersebut. Saya mengatakan bahwa saya mengalami "kecemasan yang penuh damai". Ketika ia memandang saya dengan tatapan bingung, saya menjelaskan, "Saya memang cemas karena saya memerlukan visa tersebut tetapi tidak dapat melakukan apa-apa untuk hal itu. Namun, saya memiliki kedamaian luar biasa karena saya tahu bahwa, apa pun yang terjadi, saya tidak berhak mengubah keadaan!"

Mengetahui bahwa hal-hal seperti itu ada dalam tangan Allah merupakan sesuatu yang melegakan. Ketidakmampuan saya untuk melakukan sesuatu atas masalah tersebut tidak sekadar membuat saya percaya kepada Allah, yang sanggup membuat segala hal menjadi mungkin. Ketika saya mendoakan keadaan itu, kecemasan saya berganti dengan damai-Nya ( Filipi 4:6,7).

Persoalan hidup bisa saja membebani kita-secara fisik, emosi dan rohani. Namun demikian, saat kita belajar memercayai pemeliharaan Allah, maka kita dapat memiliki kedamaian yang tidak hanya melampaui segala pemahaman, tetapi juga mengatasi kecemasan kita. Kita bisa merasa tenang, karena kita berada dalam tangan Allah -- WEC

JIKA KITA MEMIKIRKAN ALLAH, ALLAH DAPAT MEMBUAT PIKIRAN KITA TENANG


 Mari bantu kami ambil bagian dengan menyebarkan Renungan ini dengan Klik: Bagikan / Share. Terima kasih Tuhan Yesus memberkati.

Pahit Menjadi Manis


Baca      : Kel 15:22-27
Nats       : Tuhan menunjukkan kepadanya sepotong kayu; Musa melemparkan kayu itu ke dalam air; lalu air itu menjadi manis (Kel 15:25)

Acap kali sukacita dan dukacita berjalan seiring. Seperti bangsa Israel yang merasakan getar kemenangan di Laut Merah, tetapi tiga hari sesudahnya menjumpai air yang pahit di Mara (Kel 15:22,23), sukacita kita pun dapat segera berubah menjadi kemarahan.

Di Mara, Tuhan menyuruh Musa melemparkan sepotong kayu ke dalam air, sehingga air itu menjadi manis dan bisa diminum (ayat Kel 15:25). Suatu "potongan kayu" lain yang "dilemparkan ke dalam" berbagai situasi pahit hidup kita dapat membuat situasi itu menjadi manis. Potongan kayu itu adalah salib Yesus (1Pet 2:24). Pandangan kita akan berubah saat kita merenungkan kematian-Nya yang penuh pengurbanan dan penyerahan-Nya pada kehendak Allah (Luk 22:42).

Penderitaan kita dapat terjadi karena dibenci orang lain, atau lebih buruk lagi, karena tidak mereka pedulikan. Namun, Tuhan mengizinkan hal itu terjadi. Kita mungkin tidak memahami alasannya, tetapi itu adalah kehendak Bapa dan Sahabat kita, yang tak terbatas kebijaksanaan serta kasih-Nya.

Ketika kita berkata "ya" kepada Allah saat Roh-Nya menyatakan rencana-Nya kepada kita melalui firman-Nya, situasi pahit dalam hidup kita akan menjadi manis. Kita tak perlu mengeluhkan kejadian yang telah diizinkan Tuhan. Sebaliknya, kita harus melakukan segala perintah-Nya. Yesus berkata bahwa kita harus memikul salib kita setiap hari dan mengikuti Dia (Luk 9:23).

Saat kita mengingat salib Yesus dan berserah kepada Bapa seperti Yesus berserah kepada-Nya, maka pengalaman pahit akan menjadi manis David Roper

ALLAH MEMAKAI KESULITAN UNTUK MEMBUAT KITA LEBIH BAIK  BUKAN LEBIH PAHIT


Mari bantu kami ambil bagian dengan menyebarkan Renungan ini dengan Klik: Bagikan / Share. Terima kasih Tuhan Yesus memberkati.

November 29, 2016

ANAK-ANAK DALAM KELUARGA KRISTEN



Ayat Hafalan:
 "Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian."  Efe 6:1

PENDAHULUAN
 "Hai anakku, peliharalah perintah ayahmu, dan janganlah menyia-nyiakan ajaran ibumu. Tambatkanlah senantiasa semuanya itu pada hatimu, kalungkanlah pada lehermu."  Ams 6:20-21. Allah memberikan kepada Musa sepuluh perintah, ya hanya sepuluh peraturan yang paling penting untuk menuntun hidup kita. Perintah yang kelima adalah, "Hormatilah ayahmu dan ibumu, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh Tuhan, Allahmu, supaya lanjut umurmu dan baik keadaanmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu."  Ula 5:16. Paulus menyebutkan perintah ini dengan suatu janji,  Efe 6:2.

KETAATAN
 Hai anak-anak, taatilah orang tuamu dalam segala hal, karena itulah yang indah di dalam Tuhan.  Kol 3:20. Alasan apa yang diberikan oleh Paulus agar mentaati orang tua dalam segala hal? Tulislah jawaban Anda di bawah ini:

___________________________________________________

Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian. Hormatilah ayahmu dan ibumu-ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi.  Efe 6:1-3. Paulus menuliskan ayat-ayat ini dalam sebuah surat ketika dia sudah tua dan ada di dalam penjara. Dia bukanlah seorang penjahat; dia salah satu murid daripada Tuhan Yesus yang paling. Paulus melayani dengan nasihat-nasihat yang penuh kasih kepada semua orang. Dalam tes ini dia mengikutsertakan anak-anak dan orang tua. Bacalah  Rom 1:30 Dan  2Ti 3:2. Apakah Anda memperhatikan bahwa ketidaktaatan kepada orang tua adalah termasuk sebagai dosa yang paling jahat? Baik ayah maupun ibu keduanya harus dihormati.

KASIH ALLAH KEPADA ANAK-ANAK
 Kasih Allah kepada anak-anak merupakan alasan yang utama mengapa Dia menekankan ketaatan kepada orang tua. Dia Firmankan untuk menghormati orang tua, "supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi."  Efe 6:3. Anak-anak tidak bisa secara alamiah mengetahui untuk "menolak yang jahat dan memilih yang baik." Mereka mesti bertumbuh dalam hikmat ini, mereka mesti diajarkan pengetahuan ini. Orang tua adalah guru kedua yang penting setelah Tuhan sendiri. Bacalah masa kecil Yesus dalam  Luk 2:41-51. Sebagai anak kecil, bagaimana Yesus melaksanakan perintah yang kelima? Tulislah jawaban Anda dibawah ini:

___________________________________________________

 Efe 5 berbicara tentang para istri yang harus merendahkan diri/taat kepada suami mereka. Dalam  Efe 6 suami dan istri sekarang disebut orang tua. Anak-anak hendaknya mentaati orang tua mereka. Tidak ada keterangan yang menyebutkan bahwa salah satu orang tua berhak atas penghormatan yang lebih besar dari yang lain.

ALLAH ADA DIATAS PARA ORANG TUA
  Kis 5:29 menunjukkan suatu masa dimana bukanlah sikap yang terbaik untuk mentaati orang tua kita. "Kita harus mentaati Allah lebih daripada manusia" Jika orang tua kita meminta agar kita berbuat yang bertentangan dengan kehendak Tuhan, kita harus mentaati Allah. Allah berbicara kepada anak-anak, dan kehendak Allah harus menjadi yang pertama, bahkan sebelum kehendak orang tua. Samuel hanyalah seorang anak kecil ketika dengan cara yang ajaib Tuhan datang pada malam hari di tempat tidurnya dan berbicara kepadanya. Lihatlah dalam  1Sa 3.

Bahkan ketika maksud untuk mentaati Tuhan bertentangan dengan kehendak orang tua kita tidak boleh begitu saja meremehkan keinginan orang tua kita. Kita harus berusaha sedemikian untuk mencapai suatu persetujuan. Kita tidak boleh marah terhadap mereka, atau membuat mereka marah. Kita hendaknya menunjukkan kepada mereka segala bentuk kasih dan penghormatan meskipun mereka menentang kehendak Tuhan.

Petrus mengingatkan kepada kita bahwa seorang Kristen harus rendah hati dalam semua hubungan. Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: "Allah menentang orang-orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.  1Pe 5:5. Ketika kehendak orang tua bertentangan dengan perintah Tuhan, seorang Kristen memilih jalan Tuhan dengan kelembutan dan kerendahan hati.

KETIKA ANAK-ANAK MENJADI DEWASA
 Orang dewasa pun harus terus menghormati orang tua mereka. Seorang anak yang telah dewasa mungkin hidup jauh dari orang tua dan harus membuat sebagian besar keputusan sendiri. Perpisahan ini dapat menyebabkan kekuatiran bagi orang tua mereka. Mereka mungkin akan merasa ditinggalkan atau bahkan ditolak kalau anak- anak mereka yang telah ‘modern’ tidak menjaga suatu hubungan yang dekat. Selalu ada perbedaan dalam tiap generasi dari umat manusia. Hal ini nyata khususnya di negara-negara dimana gaya hidup berubah dengan cepat. Anak-anak yang sudah dewasa perlu untuk menjaga hubungan yang dekat dengan orang tua mereka, untuk memberitahu mereka bahwa mereka masih dikasihi dan dihormati.

Usia tua sering membawa masalah yang memerlukan perhatian yang penuh kasih dari anak-anak yang sudah dewasa. Dalam  Mar 7 Yesus menegur para pemimpin agama pada masa itu karena melaksanakan tradisi mereka namun tidak betul-betul memperhatikan kebutuhan orang tua dan menghormati mereka. Dan dekat salib Yesus berdiri ibu-Nya dan saudara ibu-Nya, Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena. Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: "Ibu, inilah, anakmu!" Kemudian kata-Nya kepada murid-Nya: "Inilah ibumu!" Dan sejak saat itu murid itu menerima dia dalam rumahnya.  Yoh 19:25-27 Ayat ini bilang bagaimana Yesus membuat suatu rencana untuk merawat ibunya bahkan ketika Dia hampir mati di atas kayu salib. Seperti Yesus yang menunjukkan penghormatan dan perhatian untuk ibunya selama hidupnya, orang-orang Kristen saat ini perlu memegang perintah Tuhan untuk menghormati orang tua mereka.

PASTIKAN ANDA SUDAH MEMBACA AYAT-AYAT ALKITAB BERIKUT INI

 Efe 6:1-3                    Ams 6:20-21
 Ula 5:16                     Rom 1:30
 2Ti 3:2                      Kol 3:20
 Luk 2:41-51                  Kis 5:29
 1Sa 3                        1Pe 5:5
 Yoh 19:25-27


Mari bantu kami ambil bagian dengan menyebarkan Pelajaran ini dengan Klik: Bagikan / Share. Terima kasih Tuhan Yesus memberkati.


TUHAN Mengasihi Semua Orang


Ayat Renungan:
Kisah Para Rasul 10:34  Lalu mulailah Petrus berbicara, katanya: "Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang.


Baca Selengkapnya: Kisah 10:34-43

Sikap rasialis adalah masalah manusia dari dulu. Sikap ini menghasilkan ketidakadilan, pertikaian, bahkan peperangan. Orang Yahudi pernah mengalami penderitaan dahsyat karena perlakuan rasialis dari bangsa Jerman. Namun banyak orang Yahudi pada masa Perjanjian Baru pun bersikap rasialis. Mereka merasa satu-satunya umat Allah yang berhak atas semua janji-Nya. Bangsa-bangsa lain tak lebih daripada binatang yang tak layak mendapat anugerah Allah.

Sikap rasis umat Yahudi disebabkan kekeliruan mereka memahami konsep umat pilihan. Bagi mereka, umat pilihan adalah semata-mata hak istimewa. Mereka lupa panggilan istimewa adalah untuk tugas/kewajiban mulia, membawa bangsa-bangsa lain kepada Allah. Khotbah Petrus kepada Kornelius dengan tegas menyatakan bahwa Allah tidak membedakan orang. Allah berkenan atas setiap orang dari bangsa manapun yang datang dengan tulus mencari-Nya termasuk Kornelius yang adalah seorang kafir. Rahasia perkenan Allah atas semua orang ini terletak pada diri Yesus Kristus (ayat  Kis 10:36-38). Yesus yang datang ke dunia ini mengerjakan karya keselamatan untuk membuat orang berkenan kepada Allah. Melalui kematian-Nya di salib dan kebangkitan-Nya dari antara orang mati, Yesus telah menyediakan jalan keselamatan untuk semua orang, semua bangsa.

Petrus, sebagai seorang Yahudi belajar mengatasi sikap rasialis dan menerima Kornelius, seorang kafir sebagai sesama manusia yang dikasihi Allah (ayat  Kis 10:34). Bahkan Petrus menyadari bahwa panggilannya mengikut Yesus adalah untuk memberitakan keselamatan bagi semua orang (ayat  Kis 10:42). Merenungkan ini apa respons kita, yang pada dasarnya bukan orang Yahudi melainkan sama seperti Kornelius yang termasuk dalam bilangan bangsa kafir? Kita patut bersyukur karena hanya oleh karya Kristuslah kita bisa datang kepada Allah dan layak disebut sebagai umat-Nya. Tugas kita sekarang adalah memberitakan anugerah itu kepada semua orang lintas ras, suku, bangsa, dan bahasa, juga status sosial.


Mari bantu kami ambil bagian dengan menyebarkan renungan ini dengan Klik: Bagikan / Share. Terima kasih Tuhan Yesus memberkati.

November 28, 2016

ORANG TUA DALAM RUMAH TANGGA KRISTEN


Ayat Hafalan:
 "Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitlah amarah di hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan."  Efe 6:4.

KARUNIA TUHAN
 Allah membuat segala sesuatunya baik bagi pria dan wanita. Anak-anak yang diberikan kepada suami dan istri merupakan karunia Tuhan. Ketika Esau bertanya kepada Yakub tentang orang-orang yang bersama-sama dengan dia, Yakub berkata bahwa mereka adalah "Anak-anak yang telah dikaruniakan Allah kepada hambamu ini."  Kej 33:5. Beberapa tahun kemudian, ketika Yusuf ada di Mesir, dia menunjukkan dua anaknya kepada Yakub yang sudah tua dan berkata, "Inilah anak-anakku yang telah diberikan Allah kepadaku di sini."  Kej 48:9.

Pemazmur Menulis,"sesungguhnya anak-anak lelaki adalah milik pusaka dari pada Tuhan, dan buah kandungan adalah suatu upah."  Maz 127:3. Dalam Perjanjian Lama, orang-orang umumnya hanya berbicara tentang anak-anak lelaki. Mereka kadang-kadang melupakan nilai dari anak-anak perempuan. Kristus datang ke dunia dalam bentuk manusia untuk memulihkan umat manusia ke dalam rencana Allah yang mula-mula. Sungguh dalam Kristus "tidak ada laki-laki atau perempuan"  Gal 3:28. Karunia Allah adalah anak-anak, laki-laki dan perempuan.

Renungkan kembali tentang rencana Allah yang indah dalam pernikahan antara seorang pria dan wanita yang saling mengasihi dan menghormati Tuhan. Ingatlah kembali bahwa anak-anak adalah merupakan karunia Tuhan. Tuhan memberikan karunia berupa anak-anak di dalam beberapa rumah tangga; di beberapa rumah tangga yang lain yang juga dikasihi-Nya, Dia memberikan karunia yang lain. Kita akan mempelajari lebih banyak tentang rumah tangga tanpa anak dalam pelajaran
11. Sekarang marilah kita mempelajari tanggung jawab dari orang tua terhadap anak-anak sebagai karunia yang indah.

RENCANA UNTUK MEREKA
 Tanggung jawab apa yang dimiliki oleh orang tua dalam merencanakan besar kecilnya keluarga mereka? Apakah mereka seharusnya Mempunyai anak sebanyak mungkin menurut kekuatan tubuh mereka? Dalam beberapa masyarakat tradisional, tiap keluarga ingin Mempunyai anak sebanyak mungkin. Anak-anak adalah merupakan kebanggaan keluarga; mereka diperlukan sebagai para pekerja. Banyak anak yang meninggal sebelum dewasa. Banyak faktor di Indonesia sekarang sehingga diadakan pelajaran yang sungguh-sungguh mengenai keluarga berencana. Hal ini termasuk pengertian perlunya biaya yang tinggi untuk membesarkan anak-anak, dan juga tentang pendapatan keluarga. Angka kelahiran yang tinggi telah menambah masalah Indonesia dengan kelaparan, kekurangan gizi, terbatasnya sekolah dan pengobatan. Alkitab memerintahkan untuk bertanggung jawab dalam merencanakan keluarga yang baik. "Tetapi jika ada orang yang tidak memeliharakan sanak saudaranya, apalagi seisi rumahnya, orang itu murtad dan lebih buruk dari orang yang tidak beriman."  1Ti 5:8. Orang tua Kristen perlu berdoa untuk mempertimbangkan jumlah anak yang bisa mereka asuh. Seorang penulis dari Afrika, John S. Mbiti, mengatakan, "menjadi orang tua adalah suatu tanggung jawab yang besar. Anda melecehkan kesempatan dan kepercayaan itu jika Anda menjalaninya dengan ceroboh, jika Anda menjalankannya dengan cara dimana Anda hanya membuat anak-anak merana, lapar, berpakaian yang tidak layak, tidak berpendidikan, dan merasa rendah diri di masyarakat. Hal utama yang harus diketahui orang tua sekarang ini adalah berapa jumlah anak yang bisa diasuh dengan layak sehingga nantinya menjadi pribadi yang sehat, bahagia, berkembang dengan baik, dan bisa menjadi bagian yang baik dari masyarakat dan bangsa."

MENGAJAR MEREKA
 Supaya bisa diterima masyarakat dan bangsa dengan baik, orang tua Kristen hendaknya membimbing perkembangan anak-anak mereka ke dalam jalan-jalan Tuhan. Sebab Aku telah memilih dia, supaya diperintahkannya kepada anak-anaknya dan kepada keturunannya supaya tetap hidup menurut jalan yang ditunjukkan TUHAN, dengan melakukan kebenaran dan keadilan, dan supaya TUHAN memenuhi kepada Abraham apa yang dijanjikan-Nya kepadanya. Kej 18:19. Ayat ini tentang perintah Allah yang harus diikuti Abraham sehingga Allah dapat membawa Abraham ke tanah yang sudah dijanjikan-Nya. Apakah dua hal yang harus dilakukan anak-anak dan seisi rumah Abraham lakukan untuk "berjalan menurut jalan Tuhan?" Tuliskan jawaban Anda di sini:

___________________________________________________

Akankah mungkin bagi Allah untuk membuat bangsa yang besar dari anak-anak Abraham jika mereka tidak melakukan yang benar dan adil? Bagaimana mungkin anak-anak Anda menggenapi rencana Allah bagi mereka jika Anda tidak mengajarkan kepada mereka untuk menurut jalan-jalan Tuhan? Tuhan memberikan janji ini: "Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya maka pada masa tuanya ia tidak akan menyimpang dari jalan itu."  Ams 22:6.

"Sesungguhnya diantara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar daripada Yohanes Pembaptis." kata Yesus,  Mat 11:11. Bacalah  Luk 1:6 untuk mempelajari macam lingkungan rumah tangga yang disediakan Zakharia dan Elisabet bagi Yohanes. Dapatkah Anda mengikuti contoh yang diberikan Zakharia dan Elisabet? Alkitab mengatakan bahwa mereka "keduanya adalah benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat."

MERAWAT DAN MEMELIHARA MEREKA
 Alkitab memberikan perintah yang khusus kepada orang tua. Paulus menggambarkan hubungannya dengan orang-orang Kristen di Korintus dengan mengatakan, "Karena bukan anak-anak yang mengumpulkan harta untuk orangtuanya, melainkan orang tualah untuk anak-anaknya."  1Ko 12:14. Paulus mengatakan bahwa dengan sukacita ia akan memberikan apa yang dia punya untuk orang-orang Korintus. Haruskah orang tua Mempunyai permintaan terhadap anak-anaknya yang menyebabkan kesulitan keuangan yang besar? Permintaan-permintaan tersebut termasuk pesta pernikahan, pesta dan hadiah yang semuanya mahal, dll. Sebagai orang yang baru dewasa, Anda mungkin tidak bisa mengubah cara yang dipakai orang tua Anda. Anda harus mengikuti ajaran-ajaran Kristen jika Anda menjadi orang tua.

MENGASUH MEREKA
 Paulus memberikan suatu perintah yang pasti kepada para orang tua. "Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan."  Efe 6:4.

Musa telah memimpin bangsa Israel sampai diusia tuanya. Dalam pidato perpisahannya, dia memberikan perintah yang terakhir dari Tuhan. Bacalah  Ula 6 untuk mempelajari perintah-perintah yang penting ini. Bagaimana bangsa Israel mengatakan kebenaran-kebenaran ini kepada anak-anak mereka? Lihatlah ayat  Ula 6:6-9. Tulislah jawaban Anda di sini:

___________________________________________________

Ayat  Ula 6:4 memberikan perintah Allah yang Agung. Saat Anda membaca ayat  Ula 6:7 carilah beberapa "waktu untuk pengajaran Firman Allah" yang bisa dipakai oleh seluruh keluarga untuk mengajar anak-anak. Perhatikan bagaimana Allah menjadi pusat bagi keluarga pada masa itu. Anak-anak diajarkan tentang Firman Tuhan dengan rajin dan rutin.

MEMBIMBING MEREKA
  Luk 2:52 menyebutkan kepada kita bahwa Yesus "makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia." Dengan menggunakan empat bidang berikut ini, pikirkanlah sikap-sikap dan kecakapan- kecakapan yang ingin anak-anak Anda miliki jika mereka dewasa nantinya. Bagaimana cara terbaik yang bisa Anda tempuh untuk mengembangkan kecakapan dan sikap mental anak-anak? Pendidikan apa yang Anda inginkan bagi anak-anak Anda? Pikirkanlah juga perkembangan secara fisik. Apa yang perlu diketahui anak-anak Anda mengenai tubuh mereka agar mereka bisa memperlakukan tubuh mereka dengan benar sebagai Bait Roh Kudus? Apa yang perlu diketahui, dialami, dilakukan anak-anak untuk bisa bertumbuh secara rohani? Apa yang seharusnya menjadi ciri hubungan mereka dengan Allah? Bagaimana mereka perlu berhubungan dengan orang lain-dengan orang Kristen dan non-Kristen?

BERSAKSI BAGI MEREKA
 Ceritakan pada anak-anak Anda tentang pekerjaan Tuhan dalam hidup Anda. Ceritakan kepada mereka pada waktu Tuhan menyembuhkan Anda, atau ketika Allah dengan ajaib menyediakan makanan bagi Anda saat Anda tidak mempunyai uang. Ceritakan kepada mereka bagaimana perbuatan Tuhan selama ini kepada Anda.  Maz 78:4, "Kami tidak hendak sembunyikan terhadap anak-anak mereka, tetapi kami akan ceritakan kepada angkatan yang kemudian puji-pujian kepada Tuhan dan kekuatan-Nya dan perbuatan-perbuatan ajaib yang telah dilakukan- Nya." Ambil Alkitab Anda sekarang dan bacalah  Maz 78:1-7. Ceritakan tentang kebaikan Tuhan kepada anak-anak Anda. Maka, mereka juga akan menaruh kepercayaan mereka terhadap Tuhan.

MENGASIHI MEREKA
 Tunjukkan kedekatan Anda kepada anak-anak. Jika mereka melakukan sesuatu yang baik, berikan pujian, ungkapkan, "Aku mengasihi engkau," dalam perkataan dan perbuatan. Dorong dan bimbing serta ajar mereka secara pribadi. Ada saatnya tiap orang tua meluangkan waktu sendiri dengan tiap anaknya.

Ajarkan kepada anak-anak Anda tentang Firman Tuhan dan berdoalah dengan anak- anak Anda. Firman Tuhan dapat memberikan hikmat kepada anak-anak Anda menuju kepada keselamatan melalui iman dalam Yesus Kristus.

PASTIKAN ANDA SUDAH MEMBACA AYAT-AYAT ALKITAB BERIKUT INI

 Efe 6:4                     Kej 33:5
 Kej 48:9                    Maz 127:3
 Gal 3:28                    1Ti 5:8
 Kej 18:19                   Ams 22:6
 Mat 11:11                   Luk 1:6
 2Ko 12:14                   Luk 2:52
 Ula 6                       Maz 78:1-7

Mari bantu kami ambil bagian dengan menyebarkan Pelajaran ini dengan Klik: Bagikan / Share. Terima kasih Tuhan Yesus memberkati.



Anda diberkati dengan website ini ?
Bantu pengembangan website
 lewat Donasi :





Transfer Bank klik:


Berlangganan Melalui Email

Masukan alamat email anda:

Pastikan emailAktif

Data Kunjungan

Blog Archive