Belajar dan bertumbuh bersama Yesus Kristus yang adalah Guru dan Tuhan. Muridkan diri pribadi lebih dahulu sebelum memuridkan orang lain

October 04, 2016

Perubahan Itu Perlu

2 Korintus 3:18

"Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar."

Ada sebuah iklan produk beberapa waktu lalu mempergunakan slogan yang tidak asing lagi untuk menyampaikan perubahan kemasan mereka. Slogan itu berbunyi: "Perubahan Itu Perlu". Sejauh mana perubahan itu dibutuhkan? Bayangkan apabila orang diam di satu titik saja, tidak ada inovasi, tidak ada perkembangan, semua berjalan datar dan hambar. Jika itu terjadi, maka kita tidak akan pernah bisa maju. Seorang penyanyi legendaris Indonesia pernah berkata: "Kalau kita tetap berpegang pada prinsip lama dan tidak memahami dengan apa yang sedang digandrungi di masa sekarang atau masa yang akan datang, niscaya perjalanan tersebut akan berhenti dan tidak akan bisa bertahan lama." Ini sebuah prinsip yang dipegangnya sejak awal, sehingga tidak heran ia tetap bisa berkarir dengan baik semenjak memulainya di pertengahan tahun 60'an. Hari ini ia masih aktif dan bersemangat bernyanyi di mana-mana, bahkan masih kerap dipanggil untuk tampil di luar negeri. Ini adalah buah dari prinsip hidupnya yang tidak pernah mau berhenti untuk belajar, berkembang dan berinovasi mengikuti perkembangan jaman.

Rasanya semua setuju dengan slogan ini, bahwa sebuah perubahan ke arah yang lebih baik itu jelas diperlukan. Masalahnya, ada banyak orang yang merasa tidak bisa atau tidak sanggup berubah. Mereka punya niat itu, tetapi merasa tidak punya cukup kekuatan untuk melakukannya. Mereka ini biasanya akan diam di tempat dan tidak berkembang sama sekali. Kemarin sama, hari ini sama, besok lusa pun akan seperti itu juga. Masih untung sama, seringkali kemalasan atau keengganan untuk berubah ini malah menjadi kontra produktif dan merugikan. Sebagian lainnya bahkan berpikir bahwa Tuhan telah menakdirkan mereka untuk menjadi orang-orang lemah. Benarkah demikian? Sama sekali tidak. Tuhan pun setuju bahwa perubahan itu perlu. Buktinya ada banyak ayat di dalam Alkitab yang menyuarakan pentingnya perubahan ke arah yang lebih baik untuk bisa mencapai garis akhir sebagai pemenang, memperoleh mahkota kehidupan dan dilayakkan untuk masuk ke dalam KerajaanNya kelak.

Lewat Paulus kita bisa mendapati sebuah ayat yang menunjukkan pentingnya sebuah proses perubahan yang berkelanjutan. "Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar." (2 Korintus 3:18). Kita diubah untuk semakin mendekati gambaran Tuhan dengan intensitas yang terus meningkat. Dalam versi English AMP tertulis:"constantly being transfigure into His very own image in ever increasing splendor and from one degree of glory to another." Itu sebuah proses yang akan membawa kita untuk semakin lebih baik lagi dari hari ke hari agar bisa semakin mendekati gambarNya. Ini menunjukkan bahwa Tuhan menyatakan kita mampu mengalami perubahan dalam sebuah proses berkelanjutan agar semakin serupa dengan gambaranNya, dengan pribadiNya, dengan sifatNya, lengkap dengan segala kemuliaan. Tidak peduli seburuk apa perilaku, sifat atau perbuatan kita pada waktu lalu, tidak peduli sebesar apa kesalahan kita dahulu, tidak peduli seberapa lekatnya pola-pola negatif dalam pikiran atau hati kita sebelumnya, tidak peduli sekelam apa masa lalu kita, di dalam Kristus kita bisa menjadi ciptaan yang benar-benar baru.

Menjadi ciptaan baru? Ya, tepat seperti itu bunyi janji Tuhan. "Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang." (2 Korintus 5:17). Firman Tuhan jelas menyatakan bahwa di dalam Kristus kita bukan lagi sosok yang lama. Ada anugerah untuk mengalami perubahan dari manusia lama menjadi ciptaan baru, the whole new person. Dan itu terjadi secara otomatis ketika kita menerima Kristus secara sungguh-sungguh dalam hidup kita. Sebagai ciptaan baru, itu artinya kita bisa mengalami perubahan secara menyeluruh atau bahkan radikal. Ada banyak contoh di dalam Alkitab yang mengalami transformasi diri, seperti Petrus atau yang paling jelas adalah lewat Paulus. Paulus dahulu dikenal sebagai orang yang sangat kejam, teroris, pembantai orang percaya. Dia tidak segan-segan menyiksa atau membunuh orang yang tidak sejalan dengannya. Kita bisa melihat catatan kekejaman Paulus yang waktu itu masih bernama Saulus dalam Kisah Para Rasul 8. Tetapi perhatikan pasal selanjutnya. Melalui perjumpaan dengan Yesus, Paulus pun mengalami transformasi diri. Ia berubah menjadi ciptaan yang benar-benar baru. Selanjutnya kita pun mengenal Paulus sebagai sosok yang sangat berani dalam menjalankan panggilannya. Ia pergi mewartakan Injil kemanapun bahkan hingga ke Asia kecil. Dia tidak mempedulikan resiko atau bahaya yang mengancam nyawanya. Dan lihatlah bagaimana Paulus mewarnai Perjanjian Baru lewat surat-suratnya. Bukankah itu sebuah bukti perubahan yang sangat nyata, yang jelas-jelas terjadi hanya dalam waktu singkat? Secara manusiawi itu tidak mungkin, tetapi bagi Tuhan segalanya bisa terjadi. Jika Tuhan menjanjikan sebuah perubahan kepada kita, bukan lagi ciptaan lama melainkan ciptaan baru, itu telah Dia berikan di dalam Kristus. Artinya, kemampuan untuk berubah bukanlah sebuah utopia semata. Tuhan sendiri sudah menganugerahkan itu kepada kita lewat AnakNya.

Setelah perubahan menjadi ciptaan baru kita peroleh, adalah penting bagi kita untuk menjaga diri kita agar jangan kembali terjerumus ke dalam kebiasaan, sifat atau kelakuan buruk kita di masa lalu. Dalam surat kepada jemaat Kolose Paulus memesankan hal ini. "Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya, dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya." (Kolose 3:9-10). Kita harus bisa menjaga segala perubahan kita sebagai ciptaan yang baru agar tidak sia-sia dengan kembali tercemar dengan kebiasaan dan perbuatan buruk kita di masa lalu. Ini sangat penting agar kita bisa berproses terus menerus menjadi lebih baik dan semakin mendapatkan gambar Tuhan yang benar, bukan sebaliknya kembali kepada keburukan, menjadi semakin menjauh dari image Tuhan tersebut dan semakin sesat.

Anda bisa beranggapan bagaimana mungkin sesuatu yang sudah mendarah daging, pola pikir yang sudah terbiasa negatif sejak kecil, berbagai kebiasaan buruk yang sudah berakar dan sebagainya bisa diubah. Tetapi percayalah, semua itu mungkin. Tuhan sudah memberikannya di dalam Kristus. Paulus sudah membuktikannya, tokoh-tokoh lain sudah membuktikannya, dan saya sendiri sudah membuktikan pula bahwa itu semua bisa. Perubahan itu mungkin terjadi. Dalam Kristus kita bukan lagi ciptaan lama melainkan sudah menjadi ciptaan baru yang bisa terus berproses untuk semakin mendekati gambaranNya. We are the whole new creation, and we can keep walking towards the process of being more and more like Him.

Perubahan itu perlu, dan Tuhan telah memberikannya di dalam Kristus

Sumber: https://www.facebook.com/notes/aku-cinta-yesus/perubahan-itu-perlu/10150340653850642

Mari bantu kami ambil bagian dengan menyebarkan tulisan ini dengan Klik: Bagikan / Share. Terima kasih Tuhan Yesus memberkati.

0 komentar:

Post a Comment

Berlangganan Melalui Email

Masukan alamat email anda:

Delivered by FeedBurner

Join with us

Support Community

Blog Archive

Data Kunjungan