Belajar dan bertumbuh bersama Yesus Kristus yang adalah Guru dan Tuhan. Muridkan diri pribadi lebih dahulu sebelum memuridkan orang lain

October 05, 2016

Peluang Terakhir

Lukas 23:43 Kata Yesus kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.”

Bicara tentang berada di tempat yang tepat di saat yang tepat. Pencuri yang disalibkan memiliki peluang yang sempit, katakanlah begitu.
Awalnya, kedua kriminal yang disalibkan di kedua sisi Yesus bersama-sama memperolok Dia. Namun salah satunya tersadar dan berkata kepada yang lainnya: "Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama? Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah" (Lukas 23:40-41).
Lalu ia berkata, "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja" (ayat 42).
Dan Yesus menjawab, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus" (ayat 43).
Bukankah menakjubkan bagaimana Anda bisa memberi tahu seseorang tentang sesuatu, dan mereka tidak paham . . . tidak paham. . . tidak paham. Kemudian satu hari, mereka paham. Terkadang kita harus menyaksikannya sendiri, bukankah begitu? Itulah yang terjadi pada kriminal di atas salib. Kebenaran tentang siapa Yesus akhirnya disadarinya. Pilatus membantu sedikit. Ia sebenarnya menuliskan traktat penginjilan yang sangat efektif dalam bentuk papan nama yang dipakukan di atas kepala Yesus. Tertulis, "Inilah raja orang Yahudi" (ayat 38).
Jadi inilah orang yang disalibkan bersama dengan Yesus. Ia memahami semuanya, melihat semuanya. Ia mendengarkan perkataan Tuhan kita, dan perkataan itu bergema lewat hatinya yang mengeras. Lalu ia mempercayainya saat itu juga.
Dua orang melihat dan mendengar hal yang sama, dan satu percaya dan yang lainnya tidak. Keduanya melihat teladan tak bercela dan yang sempurna dari Kristus. Keduanya sedang sekarat dan butuh pengampunan. Namun yang seorang mati sebagaimana ia dulu hidup: mengeras dan tak pedulian.

Kalimat ringkasan: Dua orang melihat Yesus yang tak bercela dan sempurna, namun hanya satu yang menerima kasih karunia-Nya.
Sumber: Renungan bersama Greg Laurie
Mari bantu kami ambil bagian dengan menyebarkan tulisan ini dengan Klik: Bagikan / Share. Terima kasih Tuhan Yesus memberkati.

0 comments:

Post a Comment

Translate

Join with us

Berlangganan Melalui Email

Masukan alamat email anda:

Delivered by FeedBurner

Support Community

Powered by Blogger.

Lihat Daftar Lengkap Artikel :