Belajar dan bertumbuh bersama Yesus Kristus yang adalah Guru dan Tuhan. Muridkan diri pribadi lebih dahulu sebelum memuridkan orang lain

October 02, 2016

Marcellino Lefrandt Didik Anak Secara Rohani setelah Perceraian

Dulu mengasuh anak berdua. Kini, Marcell mengasuh anak sendiri. Menjadi single parent, ada “seni”-nya sendiri. Salah satunya, ketika anak menanyakan hal-hal yang tidak terduga. Pernah, Brinette bertanya kepada ayahnya, “Daddy, apa sebenarnya tujuan kita lahir ke dunia ini?” Marcell tercekat. Untuk beberapa saat ia diam sambil berpikir keras.
“Saya menjawab dari sudut pandang rohani. Saya tahu Brinette haus pengetahuan rohani. Itu sebabnya saya memindahkannya dari sekolah internasional ke sekolah Kristen. Saya katakan pada Brinette: Itu rahasia Tuhan. Rahasia Tuhan akan terbuka indah pada waktunya. Daddy enggak tahu. Satu hal yang Daddy tahu, kamu lahir untuk membahagiakan Daddy dan Mommy. Juga bikin Oma Opa bangga. Kamu harus tetap bertahan dalam Tuhan,” kenangnya.
Konsekuensi lain dari perceraian, pertemuan anak-anak dengan ibu mereka tak seintens ketika masih tinggal seatap. Perceraian semulus apa pun prosesnya bukan jalan terbaik. Setelah ketuk palu hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, konflik tak lantas berhenti total. Beberapa kali, konflik itu menjalar ke media sosial. Salah satu topik yang sempat memanas di lini masa, soal Dewi yang kesusahan bertemu dengan anak-anak.
Marcell menyayangkan jika ada teriakan-teriakan di media sosial. Setelah perceraian tuntas, ia merasa mengobrol dengan Dewi tidak bisa sama seperti dulu lagi. Kecuali, tentang anak.
“Kalau Dewi mengajak saya bicara urusan pribadi, misalnya saat ia bertanya soal kabar, sudah makan apa belum, saya jawab secara singkat. Saya belum bisa bicara secara normal seperti halnya dia bicara atau bertanya kepada...,” kata Marcell tanpa mau melanjutkan lagi. Terdiam. 
Karakter Marcell memang begitu. Saat yang lain menumpahkan amarah dan kecewa di lini masa media sosial, Marcell memilih diam. Ia berpendapat, media sosial itu ruang publik. Tak perlu mengoceh soal masalah pribadi di ruang publik. Kepada siapa Anda bermasalah, alangkah baiknya jika diselesaikan langsung dengan yang bersangkutan. 
Marcellino Lefrandt (Markuat/tabloidbintang.com)
Mengoceh di media sosial bukan kegiatan krusial. Itu sebabnya, Marcell memilih tidak banyak bicara namun aktif bergerak. Tidak perlu banyak drama. Kalau ada masalah, lebih baik jangan dibuka di ruang publik. Anggap saja sedang syuting film. Jangan semua adegan diperlihatkan ke publik. Nanti malah jadi spoiler. Kalau adegan-adegan kunci dibocorkan kepada publik, filmnya tidak akan asyik lagi.
Sumber: Tabloidbintang.com

0 comments:

Post a Comment

Translate

Join with us

Berlangganan Melalui Email

Masukan alamat email anda:

Delivered by FeedBurner

Support Community

Powered by Blogger.

Lihat Daftar Lengkap Artikel :