Belajar dan bertumbuh bersama Yesus Kristus yang adalah Guru dan Tuhan. Muridkan diri pribadi lebih dahulu sebelum memuridkan orang lain

October 08, 2016

Kasih Itu Menyakitkan!

Kadang-kadang kasih itu memang menyakitkan!” Sepasang suami-istri mengungkapkan kesulitan dan sakit hati yang mereka alami dalam membimbing anak-anak mereka melalui masa remaja. “Mungkin jika kami tidak begitu mengasihi mereka, hal itu tidak akan begitu berat,” tambah sang suami.
Meskipun kasih membawa kepedihan dan penderitaan, entah bagaimana jadinya hidup ini tanpa kasih. Dalam bukunya The Four Loves (Empat Kasih), C. S. Lewis menulis: “Mengasihi berarti membuka diri untuk dilukai. Kasihilah sesuatu maka hati Anda akan tersayat dan mungkin saja hancur. Jika Anda ingin agar hati Anda tetap utuh, jangan berikan hati Anda kepada siapa pun, bahkan kepada seekor binatang sekalipun.
Bungkuslah rapat-rapat dengan banyak hobi dan sedikit kemewahan; hindari segala keterikatan; kuncilah hati itu dalam kotak atau peti mati keegoisan Anda . . . . Satu-satunya tempat di luar surga untuk Anda benar-benar terbebas dari segala risiko dari kasih adalah neraka.”
Mengasihi berarti mengambil risiko, membuka hati kita. Kadang-kadang memang menyakitkan! Hal ini juga menyakitkan bagi Kristus, tetapi Dia tetap mengasihi, sekalipun harus mengorbankan nyawa-Nya. Dia memberi perintah kepada kita, “Supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu” (Yoh. 15:12).
Mengasihi dengan sungguh pasangan kita, para remaja, para tetangga, dan rekan kerja kita adalah tindakan yang sesuai dengan teladan Kristus. Tindakan itu lebih baik daripada mengunci hati dalam peti mati keegoisan yang hanya berpusat pada diri sendiri. —DCE
UNTUK DIRENUNGKAN
Bagaimana Anda telah disakiti oleh mereka yang telah Anda kasihi? Pernahkah Anda tergoda untuk menolak mengasihi mereka sebagai dampak dari sakitnya hati Anda? Mengasihi membutuhkan pengorbanan yang besar; tidak mengasihi berarti kehilangan yang lebih besar.
Mengasihi membutuhkan pengorbanan yang besar; tidak mengasihi berarti kehilangan yang lebih besar.

WAWASAN
Dalam ayat 10, kita menemukan kata pendamaian. Itu adalah kata kunci dalam teologi untuk menggambarkan apa yang dilakukan Kristus di atas kayu salib. Hal ini berarti bahwa Kristus telah memenuhi tuntutan murka Allah yang layak Dia limpahkan atas dosa manusia. Hal tersebut menjelaskan kepada kita tentang betapa dalamnya kita dikasihi oleh Kristus, sehingga Dia menanggung seluruh murka Allah terhadap dosa kita, agar kita dapat dengan bebas menikmati kasih Allah yang hebat dan luar biasa.
 Roma 12:9Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik. 10Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat.11Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. 12Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa! 13Bantulah dalam kekurangan orang-orang kudus dan usahakanlah dirimu untuk selalu memberikan tumpangan! 14Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk! 15Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis! 16 Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana. Janganlah menganggap dirimu pandai!


Sumber: Bible.com

Mari bantu kami ambil bagian dengan menyebarkan tulisan ini dengan Klik: Bagikan / Share. Terima kasih Tuhan Yesus memberkati.

0 comments:

Post a Comment

Translate

Join with us

Berlangganan Melalui Email

Masukan alamat email anda:

Delivered by FeedBurner

Support Community

Powered by Blogger.

Lihat Daftar Lengkap Artikel :