Belajar dan bertumbuh bersama Yesus Kristus yang adalah Guru dan Tuhan. Muridkan diri pribadi lebih dahulu sebelum memuridkan orang lain

October 08, 2016

Juru Selamat yang Bersahaja

Filipi 2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
Seandainya Anda adalah Tuhan, akan pernahkah Anda tergoda untuk melakukan mujizat bagi diri Anda sendiri? Saya pasti. Seandainya saya adalah Yesus, daripada melakukan perjalanan jauh, saya pasti akan berkata, "Sekarang saya akan pergi ke sana," dan di sanalah saya akan berada.
Saya juga tidak akan makan makanan pada zaman Yesus. Lagipula, Tuhan tahu segala sesuatu sebelum terjadi. Dia tahu masa depan. Oleh karena itu, Dia sudah tahu bahwa Burger In-N-Out pada akhirnya akan ada. Dia sudah tahu bahwa semua makanan keren yang kita makan sekarang suatu hari akan muncul. Jadi saya pasti akan mengirimkan para murid untuk pergi menjala ikan sementara saya makan dari In-N-Out.
Tetapi Yesus tidak pernah melakukan hal seperti itu. Bahkan di saat Dia kelaparan hingga hampir mati selama pencobaan-Nya di padang gurun, Dia tidak akan mengubah batu menjadi roti saat iblis menyarankan Dia seharusnya melakukan itu. Dia menjawab, "Ada tertulis, 'Manusia hidup bukan dari roti saja' " (Lukas 4:4).
Yesus selalu memikirkan orang lain. Jadi apa yang tersurat tentang Dia saat Dia mengucapkan kata-kata dari kayu salib, "Aku haus" (Yohanes 19:28)? Ini adalah Pencipta dunia yang berkata, "Aku haus." Apakah Anda berpikir Yesus harusnya dapat memecahkan problem-Nya sendiri? Apakah Anda pikir harusnya Dia berseru kepada air supaya muncul? Ya. Yesus bisa saja memunculkan Air Terjun Niagara jika Dia mau. Tetapi sebaliknya Dia berkata, "Aku haus."
Ini mengingatkan kita bahwa meskipun Yesus Kristus adalah seutuhnya Tuhan, Dia juga seutuhnya manusia. Tak pernah sekejap pun Dia menanggalkan ke-ilahi-annya, meskipun begitu Dia tidak selalu mempraktekkan kemampuan mujizat-Nya sesuka hati. Dia membungkus kemuliaan-Nya. Dia tetap selalu adalah Tuhan. Itulah mengapa kematian-Nya, dan kematian-Nya saja, sudah cukup memenuhi tuntutan kebenaran dari Bapa.
Ringkasan kalimat: Yesus tidak pernah melepaskan ke-Ilahi-annya meskipun begitu Dia bersahaja!
Sumber: Renungan bersama Greg Laurie
Mari bantu kami ambil bagian dengan menyebarkan tulisan ini dengan Klik: Bagikan / Share. Terima kasih Tuhan Yesus memberkati.

0 comments:

Post a Comment

Translate

Join with us

Berlangganan Melalui Email

Masukan alamat email anda:

Delivered by FeedBurner

Support Community

Powered by Blogger.

Lihat Daftar Lengkap Artikel :