Belajar dan bertumbuh bersama Yesus Kristus yang adalah Guru dan Tuhan. Muridkan diri pribadi lebih dahulu sebelum memuridkan orang lain

October 11, 2016

Batas Akhir Masa Hidup

Kita semua diperhadapkan pada waktu jatuh tempo. Pembayaran rekening, perpanjangan SIM, pengembalian pajak, dan masih banyak lagi yang lainnya.
Namun, ada satu batas waktu terpenting yang harus kita semua hadapi. Alkitab berkata, “Manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi” (Ibr. 9:27).
Kecuali orang-orang percaya yang masih hidup pada waktu kedatangan Yesus kembali (1 Tes. 4:16-17), setiap orang akan mengalami kematian. Dan semua orang dari segala abad tanpa terkecuali akan menghadapi penghakiman di hadapan Allah. Alangkah bodohnya bila kita tidak bersiap-siap untuk menghadapi peristiwa yang tak terelakkan ini.
Dalam Lukas 12, Yesus menceritakan perumpamaan tentang seorang kaya yang merencanakan akan membangun lumbung yang lebih besar untuk menyimpan gandum dan barang-barangnya di dunia ini agar untuk seterusnya ia dapat hidup dengan tenang dan tentram. Namun Allah tiba-tiba berkata kepadanya, “Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu!” (Luk. 12:20). Batas waktu baginya telah tiba.
Apakah Anda telah siap untuk berjumpa dengan Allah? Jika Anda belum pernah menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat Anda pribadi, terimalah Dia sekarang juga tanpa menunda-nunda lagi. Percayalah bahwa Dia telah mencurahkan darah-Nya di atas kayu salib untuk mengampuni dosa-dosa Anda, dan mengalahkan maut dengan kebangkitan-Nya dari kubur. Mintalah Yesus menyelamatkan Anda. Dengan demikian Anda akan menghadapi batas waktu akhir kehidupan ini dengan keyakinan pasti. —RWD
Hidup tidaklah pasti,
Kematian adalah hal yang pasti;
Dosa adalah penyebabnya,
Kristus adalah penyembuhnya. —NN.
Jangan tunggu sampai saat-saat terakhir untuk bertobat karena Anda mungkin meninggal sebelum waktunya!

WAWASAN
Ketika Yesus mengajar, Dia sering menggunakan beragam perumpamaan (seperti yang tertulis dalam Lukas 12). Dapat dikatakan bahwa suatu perumpamaan adalah kisah duniawi yang sarat dengan makna surgawi. Dalam menceritakan kisah-kisah tersebut, Yesus menggunakan situasi-situasi yang mudah dikenali oleh pendengar-Nya sebagai bagian dari hidup mereka dalam suatu zaman yang mengandalkan pertanian untuk penghidupan mereka. Perumpamaan-perumpamaan tersebut memiliki dampak berkelanjutan sampai sekarang, bahkan di zaman teknologi kita yang modern, karena prinsip-prinsip yang disampaikan perumpamaan-perumpamaan tersebut selalu abadi.
 Sumber: Renungan bersama Greg Laurie
Mari bantu kami ambil bagian dengan menyebarkan tulisan ini dengan Klik: Bagikan / Share. Terima kasih Tuhan Yesus memberkati.


Jangkauan Pelayanan MuridSejati.com akan sangat di bantu saat anda ikut berbagai tulisan yang baru anda baca, tekan tombol berbagi yang sudah tersedia. Terima Kasih Atas Bantuan Anda.

0 komentar:

Post a Comment


Anda diberkati dengan website ini ?
Bantu pengembangan website
 lewat Donasi :





Transfer Bank klik:


Berlangganan Melalui Email

Masukan alamat email anda:

Pastikan emailAktif

Data Kunjungan

Blog Archive