Belajar dan bertumbuh bersama Yesus Kristus yang adalah Guru dan Tuhan. Muridkan diri pribadi lebih dahulu sebelum memuridkan orang lain

October 09, 2016

Apa Yang Tidak Anda Ketahui

Apakah Anda dapat membedakan sebuah aglet dengan sebuah tang? Jika Anda menginjak duff, tahukah Anda?
Mengetahui hal-hal tersebut tidaklah diperlukan untuk membuat hidup kita berhasil. Jika Anda tidak mengetahui bahwa aglet adalah “plastik pembungkus ujung tali sepatu”, atau tang adalah “gagang pada suatu perkakas,” dan duff adalah “bahan organik yang terdapat pada permukaan tanah di hutan,” tidak mengapa. Anda dapat mencari keterangan tentang hal-hal tersebut kapan saja.

Kita dapat merasa lega karena kita tidak perlu mengetahui segala hal untuk dapat menjalani hidup di dunia ini. Kita seringkali dapat bergantung pada pengetahuan orang lain. Sebagai contoh, saya tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki rem mobil saya yang rusak, tetap selama ada orang lain yang tahu dan dapat melakukannya, saya pun tenang.

Namun, ada satu pengetahuan yang harus kita pertanggungjawabkan secara pribadi jika kita ingin masuk ke dalam surga. Yang saya maksudkan adalah pengenalan akan Kristus secara pribadi. Mempelajari tentang Dia dan menjalin hubungan pribadi dengan-Nya adalah satu-satunya cara untuk hidup bijaksana dan dipersiapkan untuk bertemu dengan Allah. Inilah yang dipikirkan oleh Rasul Paulus saat ia berkata, “Aku tahu kepada siapa aku percaya” (2 Tim. 2:12).

Tahukah Anda bahwa satu Pribadi telah mati untuk Anda dan dapat mengampuni segala dosa Anda? Bila Anda mengenal-Nya, segala pengetahuan lain menjadi tidak penting lagi. —JDB
Hidup kekal adalah mengenal Allah—
Melalui Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal;
Pengenalan itu adalah pencarian teragung dalam hidup—
Tanpa pengenalan itu, hidup belumlah dimulai —D. De Haan
Pengenalan akan Kristus merupakan pengetahuan terbesar dari segalanya.

WAWASAN
Ketika Paulus menulis kata-kata yang begitu kuat tersebut, dia sedang berada di penjara dan menghadapi hukuman mati atas kejahatan karena memberitakan Kristus. Namun, perhatikan bahwa hal tersebut tidak membawa kepahitan di dalam hatinya, tetapi justru menimbulkan kepedulian. Paulus menunjukkan kepedulian terhadap murid mudanya, Timotius, mendorongnya untuk tetap setia, menjaga kebenaran firman, dan berserah penuh kepada Allah. Keyakinan Paulus begitu mantap di dalam Allah, bahkan ketika dia menghadapi kematian, perhatiannya tercurah kepada orang lain dan bukan pada dirinya sendiri.
Sumber: Bible.com
 Mari bantu kami ambil bagian dengan menyebarkan tulisan ini dengan Klik: Bagikan / Share. Terima kasih Tuhan Yesus memberkati.

0 komentar:

Post a Comment

Berlangganan Melalui Email

Masukan alamat email anda:

Delivered by FeedBurner

Popular Posts

Post Terbaru

Data Kunjungan

Blog Archive

Total Pageviews

Jual Apartemen Murah