Belajar dan bertumbuh bersama Yesus Kristus yang adalah Guru dan Tuhan. Muridkan diri pribadi lebih dahulu sebelum memuridkan orang lain

October 11, 2016

Antena Yang Dihidupkan

1 Yohanes 1:2Hidup itu telah dinyatakan, dan kami telah melihatnya dan sekarang kami bersaksi dan memberitakan kepada kamu tentang hidup kekal, yang ada bersama-sama dengan Bapa dan yang telah dinyatakan kepada kami.
Bagaimana Anda menjawab pertanyaan, “Apa arti hidup ini?” Jonathan Gabay dari Inggris telah menerbitkan sebuah buku yang berisi jawaban dari orang-orang terkenal atas pertanyaan itu. Salah satu dari mereka, seorang pemimpin gereja, memberi kesaksian yang menarik. Semasa kanak-kanak, ia sering menonton televisi hitam-putih milik keluarganya dan berharap gambarnya tidak kabur. Meskipun demikian, ia cukup senang dengan televisi hitam-putih yang kurang memuaskan itu.

Kemudian keluarganya mengetahui bahwa mereka memerlukan sebuah antena luar. “Tiba-tiba,” katanya, “kami dapat menonton dengan gambar yang jelas dan jernih. Sukacita kami makin bertambah.” Kemudian ia membuat perbandingan seperti ini: “Hidup tanpa suatu hubungan dengan Allah melalui Yesus Kristus adalah seperti sebuah televisi tanpa antena.”

Tanpa mengenal Allah dan tujuan-Nya sebagaimana yang dinyatakan dalam Alkitab dan melalui Kristus, kita manusia memiliki gambaran yang sangat samar dari sang Pencipta Mahakudus, yang tak terlihat. Namun, ketika kita membaca Alkitab dan berjumpa dengan Yesus Kristus, yang adalah Allah dalam rupa manusia, pandangan yang samar-samar itu pun lenyap. Sebagaimana dinyatakan oleh Yesus sendiri, “Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa” (Yoh. 14:9).

Apakah Anda sedang berusaha untuk memahami arti hidup ini? Anda membutuhkan antena Allah untuk mendapatkan gambar yang jernih dan jelas. —VCG
UNTUK DIRENUNGKAN
Tanpa kisah tentang Yesus Kristus tertulis di dalam firman Allah, kita tidak memiliki antena yang dapat digunakan untuk memahami dunia Allah.
Untuk mendapatkan gambar yang jelas tentang Allah, arahkan pandangan Anda kepada Yesus Kristus.

WAWASAN
Yohanes memulai surat pendeknya yang penting ini dengan menjelaskan kepada pembaca tentang tujuan penulisannya. Apakah sasarannya? Ia menginginkan pembacanya untuk mengetahui bahwa sukacita yang sempurna hanya dapat diperoleh melalui persekutuan dengan Allah. Penting untuk dipahami bahwa sukacita berbeda dengan kebahagiaan. Kebahagiaan lebih berdasar pada emosi dan berakar pada berbagai keadaan dalam kehidupan kita. Namun, sukacita adalah kepuasan mendalam yang berasal dari pemulihan hubungan kita dengan Allah. Hanya dengan demikianlah, sukacita kita menjadi sempurna.
 Sumber: Bible.com
Mari bantu kami ambil bagian dengan menyebarkan tulisan ini dengan Klik: Bagikan / Share. Terima kasih Tuhan Yesus memberkati.

0 komentar:

Post a Comment

Berlangganan Melalui Email

Masukan alamat email anda:

Delivered by FeedBurner

Popular Posts

Post Terbaru

Data Kunjungan

Blog Archive

Total Pageviews

Jual Apartemen Murah