Belajar dan bertumbuh bersama Yesus Kristus yang adalah Guru dan Tuhan. Muridkan diri pribadi lebih dahulu sebelum memuridkan orang lain

October 21, 2016

Allah Sumber Pengharapan

Roma 15:13  Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan.

Semua orang sangat memerlukan pengharapan. Apalagi di zaman yang sedang sulit seperti sekarang ini. Itu sebabnya dalam Alkitab pengharapan disandingkan dengan iman dan kasih sebagai hal yang utama dalam kehidupan orang Kristen. Ini yang oleh para teolog disebut sebagai kebajikan teologis, yaitu kebajikan tertinggi yang harus dicapai dan dipupuk dalam kehidupan orang percaya. Kebajikan teologis mengatur dan mengatasi kebajikan utama seperti kesabaran, keadilan, keberanian dan penguasaan diri. Jadi pengharapan adalah kebajikan yang mulia dan penting; Bagaimana kita bisa memilikinya? Terutama di zaman di mana hampir tidak mungkin orang berpengharapan?

Jawaban berikut mungkin akan sangat mengejutkan kita. Justru di dalam zaman yang sangat sulit, pengharapan boleh tumbuh dengan subur dan kokoh. Ambil contoh Abraham. Dalam sorotan Paulus, justru ketika tidak mungkin lagi untuk berharap mendapatkan anak, Abraham berharap; Berharap yang melawan kemungkinan untuk berharap ( Rom 4:18). Di tengah-tengah menanggung derita aniaya, justru orang percaya menjadi tekun, teruji dan tumbuh dalam pengharapan ( Rom 5:3-5). Surat rasul yang dikenali bertemakan pengharapan, justru ditujukan oleh Petrus kepada jemaat-jemaat yang sedang tersebar karena penganiayaan. Tidak heran pula bahwa dari era kancah peperangan yang melibatkan seluruh dunia (PD II), muncul juga seorang teolog besar (Moltmann) yang dikenal dengan teologi pengharapannya.

Bagaimana persisnya proses kejadiannya sampai kesulitan besar justru menjadi lahan bagi tumbuhnya pengharapan? Kesulitan hidup berarti tumbangnya semua pegangan dan andalan da-lam hidup. Dan ini memaksa akar-akar hidup kita masuk dalam mencari sumber pengharapan sejati dan terpercaya, yaitu Allah sendiri. Inilah alasan mengapa kepada jemaat yang berada di sarang perancang aniaya (Roma), Paulus mengirimkan berkat demikian indah: "Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan."

Mari bantu kami untuk menjangkau lebih banyak jiwa dengan menyebarkan tulisan ini Klik: Bagikan / Share. Terima kasih Tuhan Yesus memberkati.

0 comments:

Post a Comment

Translate

Join with us

Berlangganan Melalui Email

Masukan alamat email anda:

Delivered by FeedBurner

Support Community

Powered by Blogger.

Lihat Daftar Lengkap Artikel :