Belajar dan bertumbuh bersama Yesus Kristus yang adalah Guru dan Tuhan. Muridkan diri pribadi lebih dahulu sebelum memuridkan orang lain

September 23, 2016

Pilkada 2017, Serang Ahok dengan Kampanye SARA !


Sekelompok massa berkumpul dan menggelar demo penolakan terhadap Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di kawasan Kota Tua, Kelurahan Pinangsia, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat, Minggu (18/9).  Demonstrasi yang dipimpin oleh aktivis Ratna Sarumpaet ini dilakukan sebagai aksi protes atas majunya Ahok di Pilkada DKI Jakarta 2017 mendatang.



Sebagian besar penolakan ini ditengarai atas unsur SARA (suku, agama, ras dan antargolongan). Ahok dinilai tidak pantas menjadi pemimpin karena berasal dari kalangan minoritas.
Tindakan penolakan itu membuat sejumlah tokoh agama berkomentar, diantaranya adalah Ketua Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie dan Budaya sekaligus pengajar Sekolah Tinggi Falsafat Driyarkara, Franz Magnis Suseno (Romo Magnis). Seperti disampaikan Jimly, penolakan kepad Ahok atas nama agama sangat tidak relevan untuk saat ini. Karena banyak daerah yang berhasil dipimpin oleh orang-orang yang tidak seiman dengan penduduk mayoritas yang dipimpinnya.

“Sah-sah saja jika memimpin bukan dari agama tertentu. Kalau dia memang berintegritas dan dirasa mampu memimpin daerah, ya boleh saja,” ucap Jimly, seperti dilansir Tribunnews.com.
Sementara Romo Magnis menyerukan kepada setiap pemilih agar tidak membeda-bedakan calon yang dipilihnya berdasarkan agama yang dianut. Umat Kristiani, khususnya, harus menyuarakan hak pilih berdasarkan prestasi bukan berdasarkan SARA.

“Saya mengharapkan orang Katolik memilih gubernur DKI Jakarta tidak karena Kristen atau Katolik atau Islam atau apapun, tetapi harus melihat dari prestasi. Jadi jangan memilih yang mesti seagama dengan saya, jadi ukurannya adalah pakai saja kualitas seseorang,” ucap Romo Magnis saat menghadiri siskusi bertemakan ‘DKI Jakarta Menuju Pemilihan Gubernur Yang Bermartabat. Emang Ada Calon Yang Main Rasis?’ di Graha Oikumene, Gedung Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Jakarta, Jumat (16/9).

Menurutnya, banyak pihak yang semakin menggegerkan isu SARA dalam Pilkada Jakarta karena kota ini menjadi tolak ukur pemerintahan di Indonesia. Baik Jimly dan Romo Magnis berharap agar masyarakat memilih pemimpin berdasarkan kualitas, hati nurani dan pertimbangan pribadi.

Sumber : Berbagai Sumber


Jangkauan Pelayanan MuridSejati.com akan sangat di bantu saat anda ikut berbagai tulisan yang baru anda baca, tekan tombol berbagi yang sudah tersedia. Terima Kasih Atas Bantuan Anda.

0 komentar:

Post a Comment


Anda diberkati dengan website ini ?
Bantu pengembangan website
 lewat Donasi :





Transfer Bank klik:


Berlangganan Melalui Email

Masukan alamat email anda:

Pastikan emailAktif

Data Kunjungan

Blog Archive