Belajar dan bertumbuh bersama Yesus Kristus yang adalah Guru dan Tuhan. Muridkan diri pribadi lebih dahulu sebelum memuridkan orang lain

September 29, 2016

Cucu Billy Graham, Tullian Tchividjian Bunuh Diri ?

Cucu dari penginjil Billy Graham, Tullian Tchividjian,mengungkapkan bahwa dirinya hampir melakukan bunuh diri setelah terungkapnya perselingkuhan, perceraian dan mengalamikehilangan pekerjaan.

Mantan pastor gereja besar ini berbagi tentang perjuangannyadalam sebuah artikel di expastors.com.
"Salah seorang konselor saya mengatakan kepada saya sejak awal, keadaan tidak menciptakan kondisi hati," tulis Tchividjian. "Sebaliknya, situasi menyingkap kondisi hati. Dan apa yangdinyatakan kepada saya tentang hati saya dalam panasnya api dari kondisi buruk sungguh menakutkan dan merusak."
Tchividjian mengakui bahwa saat itu ia berada dalam titik putus asa dan ingin melakukan pencobaan bunuh diri. Ia pun menyadari bahwa sesungguhnya yang terjadi kepadanya merupakan bom waktu yang sudah menyala beberapa tahun lalu. Hanya saja ia tidak menyadarinya ketika itu.  
"Pergeseran dari lokasi identitas saya di dalam pesan Injil kepadalokasi identitas saya dalam keberhasilan saya sebagai utusan Injilsungguh lambat dan halus," sambung Tchividjian. "Itu datangseperti air pasang yang perlahan-lahan naik daripada gelombang pasang yang tiba-tiba."
Tchividjian lebih jauh menjelaskan bahwa semakin seseorang menaruhkan identitasnya dan rasa layak ke dalam sesuatu atau manusia yang lebih kecil dari Allah maka semakin besar rasa sakit yang dialami ketika kehilangan itu semua.
Tchividjian mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pendeta senior Coral Ridge Presbyterian Church di Fort Lauderdale, Florida, Amerika Serikat, pada Juni 2015 setelah ia dan istri sama-sama memberikan pengakuan bahwa mereka berdua telah melakukan perselingkuhan. Tidak lama kemudian, ia pun mengajukan gugatan cerai pada Agustus tahun lalu.
Sumber : CBN News

Mari bantu kami ambil bagian dengan menyebarkan berita ini dengan Klik: Bagikan / Share. Terima kasih Tuhan Yesus memberkati.

0 komentar:

Post a Comment

Berlangganan Melalui Email

Masukan alamat email anda:

Delivered by FeedBurner

Join with us

Support Community

Blog Archive

Data Kunjungan