Belajar dan bertumbuh bersama Yesus Kristus yang adalah Guru dan Tuhan. Muridkan diri pribadi lebih dahulu sebelum memuridkan orang lain

September 30, 2016

Kekurangan adalah Kelebihan

Terlahir dengan kelainan genetik tanpa lengan dan kaki membuat hidup Zuly Sanguino pada awalnya menderita. Postur tubuhnya yang tidak tumbuh sempurna membuat dirinya menjadi sasaran bully (ejekan) di sekolah dengan menyebutnya alien. Dia kerap dikucilkan dan bahkan di usia 15 tahun, Zuly menjadi korban pemerkosaan. Kejadian itu akhirnya membuat dia merasa tidak pantas hidup.

Hanya ada satu niat dalam hatinya yaitu bunuh diri. Dia lalu naik ke lantai empat sebuah gedung dan bersiap untuk melompat. Tetapi sang ibu, Guillermina muncul tepat waktu saat dirinya bersiap untuk melompat. Zuly mulai menangis dan mengatakan bahwa dirinya begitu buruk dan hanya membuat sang ibu tidak bangga. Namun sang ibu segera memeluknya erat-erat dan mengatakan bahwa suatu hari nanti hidup Zuly tetap bisa bahagia sama seperti hidup orang normal lainnya. Sejak dari masa itulah Tuhan mengubah rencana putus asa itu menjadi sesuatu yang tak terpikirkan oleh Zuly sebelumnya.

“Aku merasa dia adalah malaikat, malaikat yang akan selalu ada di sisiku, dan aku bersyukur kepada Tuhan karena dia selalu ada ketika aku membutuhkannya,” tutur Zuly mengungkapkan betapa pentingnya sang ibu yang selalu mengasihinya apa adanya. Dengan dorongan dan dukungan sang ibulah Zuly mulai bekerja keras membangun kepercayaan diri. Setelah mengalami kehidupan yang paling terendah, Zuly menyadari bahwa dia telah menghabiskan terlalu banyak waktu untuk fokus pada kekurangannya. “Aku tidak punya lengan dan kaki, tapi aku tidak akan membiarkan diriku terus menerus memikirkannya”.

Rancangan Tuhan kepada setiap orang memang selalu baik. Meski dalam kondisi cacat, Tuhan memberkati Zuly dengan bakat seni yang luar biasa. Dia mulai menggunakan mulutnya untuk melukis sejumlah karya yang begitu indah.

Kisah Cerita Inspirasi Kristen-Terbaru


Di usia 18 tahun, gadis muda kelahiran Bogota, Columbia, negara yang tidak menyediakan bantuan dana bagi penyandang cacat ini lalu mulai sekolah seni. Tanpa diduga kesempatan besar lalu datang menghampirinya, dimana seorang pendeta gereja setempat mengajaknya bergabung menjadi seorang motivator bagi orang-orang. “Pertama kali aku tampil di hadapan 400 mahasiswa dan orang tua dengan membagikan topik tentang kekerasan di sekolah. Aku benar-benar gugup sampai-sampai ibu datang untuk memberikan dukungan. Tepat dipertengahan jalan, aku mulai menangis karena aku seolah menghidupkan kembali pengalaman pahit yang pernah aku alami. Semua orang mulai bertepuk tangan dan itu memberiku kekuatan untuk terus maju,” terangnya.

Zuly pun dipakai Tuhan semakin luar biasa. Saat ini dia sudah dipercayakan untuk berbicara di depan para pebisnis, kalangan di penjara dan sekolah. Dia membagikan kisah hidupnya bahwa kecacatannya itu bukan sebuah kegagalan. Melainkan melalui kekurangan itu, Tuhan memberikan dia karunia khusus untuk memberkati banyak orang. Tuhan sudah mengambil semua masa-masa kelam Zuly dan mengubahnya menjadi sesuatu yang baik.

Kisah Cerita Inspirasi Kristen

Saat Zuly berusia 25 tahun, dia lalu menjual beberapa lukisannya dan menjadi pembicara di kampus untuk membantu keuangan keluarga. Dia tidak dibayar mahal untuk sesinya berbagi, tetapi tentu saja, dia tidak melakukan hal itu dengan motivasi untuk menghasilkan uang.

Pengaruh Zuly terhadap orang lain itu benar-benar nyata. Alasan terbesar baginya untuk bisa tersenyum seperti saat ini adalah karena cinta dan dukungan dari orang-orang. Dengan membagikan kisah hidupnya, Zuly tidak hanya menginspirasi orang lain tetapi juga mengubah hidup orang lain
“Membantu orang lain membuatku bahagia. Satu anak diselamatkan dari pencobaan bunuh diri dengan pistolnya saat dia menyaksikan aku di sebuah acara TV. Dia menyadari bahwa dia harus berani dan memutuskan untuk tidak mengakhiri hidupnya. Dia menulis surat kepadaku dan kami sekarang menjadi teman baik. Aku mendapat banyak surat ucapan terima kasih karena mereka menganggap aku sudah membantu mereka melalui masa-masa sulit mereka,” terang Zuly.

Zuly sudah mampu mengatasi trauma pelecehan seksual yang dia alami dan saat ini dia bahkan memiliki kekasih. Dia berharap suatu hari nanti dia akan menikah dan memiliki anak. Dia juga memiliki cita-cita untuk terus berbagi kisah hidupnya kepada orang-orang di seluruh dunia dan membuka sebuah panti asuhan.
Iblis hanya memiliki tujuan untuk melemahkan kita dengan mencuri kemenangan kita. Tapi cerita Zuly ini merupakan bukti bahwa kita bisa bertahan dan tetap kuat. “Aku membuktikan kepada Anda bahwa kecacatan tidak seharusnya membuat Anda terpuruk. Aku sudah melalui masa-masa kelam itu dan sekarang aku sudah berada di tempat yang baik dan membawaku pada satu tujuan untuk menolong orang lain,” tandasnya.


Sumber: YesusKristusTuhan.blogspot.co.id

Mari bantu kami ambil bagian dengan menyebarkan seri kesaksian motivasi ini dengan Klik: Bagikan / Share. Terima kasih Tuhan Yesus memberkati.

Perbuatan Baik vs Perbuatan Jahat

Kisah Para Rasul 4:11Yesus adalahbatu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan -- yaitu kamu sendiri --,namun ia telah menjadi batu penjuru. 12Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.”

Pengetahuan umum tentang apa yang terjadi ketika Anda meninggal adalah bahwa Anda berdiri di hadapan Tuhan, dan jika Anda melakukan cukup perbuatan-perbuatan baik yang melebihi perbuatan-perbuatan jahat, maka Anda masuk ke surga, karena surga adalah untuk orang-orang baik. Dan orang-orang baik masuk surga.
Pengetahuan lainnya adalah jika Anda sudah melakukan cukup banyak hal-hal jahat yang melebihi hal-hal baik, maka Anda akan masuk ke neraka, karena neraka adalah untuk orang-orang jahat. Surga adalah untuk orang-orang baik yang bisa masuk karena perbuatan-perbuatan baik, sementara neraka adalah untuk orang-orang jahat yang melakukan hal-hal jahat.
Tapi bukan itu yang Alkitab ajarkan. Alkitab mengajarkan bahwa neraka disiapkan untuk setan dan para malaikatnya (Matius 25:41); sama sekali bukan dipersiapkan untuk orang-orang jahat.
Surga adalah tempat kediaman Tuhan dan jalan Anda masuk ke surga adalah atas dasar apa yang Anda telah lakukan bersama Yesus. Apa yang akan Tuhan ingin ketahui adalah apakah Anda mempercayai Tuhan Yesus?
Bahkan jika Anda sudah menjalani kehidupan yang sangat jahat dan berdosa sepanjang hidup, jika ketika Anda meregang nyawa Anda berseru kepada Tuhan Yesus Kristus dalam pertobatan yang tulus, Anda akan pergi ke surga. Tetapi jika Anda menjalani kehidupan yang baik dan bisa dikatakan orang yang bermoral dan sudah melakukan kebaikan-kebaikan, tetapi Anda tidak pernah beriman kepada Yesus Kristus, maka Anda tidak akan pergi ke surga. Ingat, perbuatan baik Anda tidak akan pernah mengalahkan perbuatan jahat Anda. Jadi berterima kasihlah bahwa bukan berdasarkan kebaikan Anda dinilai.
Kepastian bahwa kita akan pergi ke surga bukanlah sebagaimana yang bua kita sering lihat, tetapi sebagaimana yang Alkitab ajarkan. 

Ringkasan kalimat: Siapakah yang ke surga?

Sumber: Renungan bersama Greg Laurie
Mari bantu kami ambil bagian dengan menyebarkan tulisan ini dengan Klik: Bagikan / Share. Terima kasih Tuhan Yesus memberkati.

Akhir Tragis ! Ahmad Deedat Sang Debator Muslim

Ahmad Deedat, adalah seorang imigran asal India kelahiran tahun 1918 yang menjadi warga Afrika Selatan. Pernah memperoleh penghargaan‘King Faishal Award’, Nobel dari Pemerintah Saudi Arabia pada tahun 1986 atas karya-karyanya. Semasa hidupnya, Deedat telah menerbitkan sekitar 22 buku penting dan telah dicetak hingga 20 juta kopi yang beredar luas di berbagai benua.
Deedat adalah seorang ulama Islam anti Kristen di kota Durban Afrika Selatan. Maksud dari anti Kristen disini adalah baik itu berupa khotbah-khotbahnya dan tujuan dakwahnya hanyalah untuk menyerang keKristenan, bukan untuk pengajaran tentang agama Islam. Dia membuat buku combat Kit (baca juga : Tanggapan Atas Buku Combat Kit Ahmed Deedat) pada tahun 1992 dan buku-buku lain untuk menyerang keKristen.
Oleh karena khotbah-khotbahnya terlalu ofensif, Ahmed Deedat dilarang masuk ke beberapa negara sekuler karena dikhawatirkan akan menimbulkan kerusuhan sosial. Negara-negara tersebut diantaranya adalah Nigeria, Prancis, Singapura dan Australia (setelah kotbahnya yang terakhir dan sangat ofensif pada Jumat Agung, yakni Hari Raya Paskah umat Kristiani di sydney Australia 1996).
Deedat ini kemungkinan besar adalah seorang Ahmadyah Qadiani (yang di fatwa sesat oleh MUI) karena argumen-argumennya mengenai penyaliban Yesus berasal dari doktrin Qadiani. Ahmed Deedat menyatakan bahwa Yesus benar-benar disiksa dan naik ke tiang salib, tetapi cuma pingsan, tidak mati (The Choice). Berbeda dengan doktrin Islam pada umumnya percaya bahwa Yudas Iskariotlah yang disalibkan karena Allah telah menggantikan wajahnya menjadi serupa dengan wajah Yesus sedangakan Yesus sendiri langsung diangkat ke sorga.
Walau banyak fans muslim yang menganggapnya sebagai pahlawan Islam, bahkan diberi penghargaan dari Arab Saudi, tentu saja banyak juga kalangan muslim yang tidak setuju dengan Deedat. Bahkan muslim sekampungnya di Afrika Selatan menulis :
‘It is a well known fact throughout South Africa, even among Christian evangelical circles, that in so far as Mr. Ahmed Deedat in particular is concerned, the Muslim community of South Africa as a whole is not in total agreement with his method of propagating Islam. The Muslim Digest itself provides ample testimony for having been reluctantly compelled over the years to condemn in no uncertain terms the method of Mr. Deedat’s propagation of Islam, especially amongst Christians. No less has Mr. Deedat been condemned by responsible Muslim religious bodies and individuals for the manner in which he propagates Islam that results in ill-will being generated against Muslims.’
Sejak setahun lebih sebelum Deedat mengalami stroke, pendeta-pendeta Kristen di kotanya Durban, sudah membuat surat terbuka untuk mengajaknya bertobat, karena mereka mengerti risiko penghujatan ofensif yang dilakukannya dalam konteks rohani akan berakibat fatal terhadap dirinya sendiri. Namun ajakan tersebut tidak dilayaninya sama sekali.
Tepat 4 (empat) minggu setelah Deedat menghujat penyaliban Yesus yang sengaja dilakukan pada hari Jumat Agung (Hari Raya Paskah) di Sydney, Deedat secara tiba-tiba terserang stroke dan kehilangan suaranya untuk selama-lamanya. Lehernya kejang, sehingga tak mampu makan, minum atau bicara. Deedat hanya mampu berkomunikasi kedipan mata saja. Selama 9 (sembilan) tahun lamanya ia menderita. Selama dalam perawatan, Deedat hanya dapat mengkonsumsi makana melalui selang yang lansung dimasukan kedalam lambungnya melalui sebuah lubang di perutnya selama 9 tahun higga ajalnya. Selama masa penderitaanya ini, Deedat juga sudah pernah dikunjungi dan didoakan oleh orang-orang Kristen.(Luk 6 : 27,28), (Rom 12 : 20)
Deedat masih berstatus sebagai pemimpin Islamic Propagation Centre International (IPCI), sebuah lembaga yang masih dipegangnya hingga meninggal. Namun ia juga meninggalkan banyak hutang pada beberapa Ulama yang diwariskan kepada anak-anaknya. Karena seluruh harta kekayaan dari royalty hasil penjualan buku-bukunya yang sangat laris telah habis dipakai untuk biaya perawatannya selama 9 tahun masa kesengsaraannya itu, maka segala harta bendanya yang tersisa sangat tidak memadai untuk membayar hutang-hutangnya hingga saat ini.

‘Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan.’ (Rom 12 : 19)

Di Indonesia, buku-buku karya Ahmed Deedat dijual bebas, tetapi buku-buku tanggapan atas argumennya tidak diizinkan untuk terbit dan beredar dengan bebas. Tokoh lawan debat Deedat yang sudah menerbitkan bukunya adalah John Gilchrist dan Dr. Anish Sorrosh. Hal inilah yang membuat Serangan Ahmed Deedat dalam buku Combat Kit-nya terhadap keKristenan seolah-olah tidak terbantahkan oleh sebagian masyarakat Indonesia.
Note :
  • 6 April 1996, Di hari Paskah, di Negara Australia Deedat berbicara di depan orang banyak menyerang Injil kepercayaan Kristiani mengenai kematian dan kebangkitan Yesus Kristus.
  • 3 Mei 1996, Empat minggu kemudian setelah kejadian di Australia, Ahmed Deedat terkena stroke. Kaki tangannya lumpuh dan dia tidak bisa berbicara.
  • 8 Agustus 2005 Deedat meninggal setelah menderita lumpuh dan bisu selama sembilan tahun.
Jauh sebelum injil ditulis, Yesus sudah memberitahukan kepada murid-murid-Nya bagaimana Injil akan ditulis seperti yang ada pada kita sekarang ini, yaitu dengan pengajaran dan segala sesuatu yang diingatkan oleh Roh Kudus kepada mereka.

‘tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.’ (Yoh 14 :26)

Dan bagi mereka yang menghujat Injil, itu berarti sama saja dengan menghujat pada yang mengajarkan injil tersebut, yaitu Roh Kudus. Dalam hal penghujatan ini, Yesus telah mengatakan suatu konsekwensi kekal yang akan dihadapinya kelak bagi mereka yang menghujat Injil Kebenaran-Nya!

Aku berkata kepadamu: ‘Sesungguhnya semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang mereka ucapkan. Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal.’ (Mar 3 : 28, 29)

Dosa kekal ini sungguh terjadi pada Ahmed Deedat yang telah menghujat Injil dengan begitu beraninya, bukan kepada para pendeta ataupun orang-orang parcaya lainnya, tetapi Ia telah begitu berani dan takaburnya untuk menghujat Roh kudus. Bagi seorang Deedat sudah tidak ada lagi jalan untuk bertobat, walaupun ia telah diperingati maupun didoakan oleh orang-orang Kristen ketika masa perawatannya di rumah sakit selama 9 tahun terahir dari sisa hidupnya ini. Oleh karenanya, Bukanlah suatu kebetulan jika Deedat kehilangan kemampuan berbicara untuk selamanya, hal itu terjadi karena ia telah melakukan dosa kekal, dan keselamatan kekal dalam Kristus Tuhan sudah tidak mungkin berlaku lagi terhadap dirinya, kerena ada tertulis :

‘Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.’(Rom 10 : 9, 10)

Paulus dengan tegas telah memperingatkan kita :

‘Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia. Seperti yang telah kami katakan dahulu, sekarang kukatakan sekali lagi: jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang berbeda dengan apa yang telah kamu terima, terkutuklah dia.’

(Gal 1 : 8, 9)

Sumber : febrina.wordpress.com

Mari bantu kami ambil bagian dengan menyebarkan seri kesaksian ini dengan Klik: Bagikan / Share. Terima kasih Tuhan Yesus memberkati.

Bagaimana saya dapat mengalami sukacita dalam kehidupan Kristen saya?

Jawaban: Masa-masa kesedihan dan depresi dapat melanda kehidupan orang Kristen yang paling saleh sekalipun. Kita melihat banyak contoh semacam ini dalam Alkitab. 

Ayub berharap dia tidak pernah dilahirkan (Ayub 3:11), Daud berdoa supaya dia bisa pergi ke tempat di mana dia tidak harus berhadapan dengan realitas (Mazmur 55:6-8). Elia, bahkan setelah mengalahkan 450 nabi Baal dengan api yang diperintahkan dari Surga (1 Raja-Raja 18:16-46), melarikan diri ke padang gurun dan minta Allah mengambil hidupnya (1 Raja-Raja 19:3-5).

Jadi bagaimana kita dapat mengatasi masa-masa ketika tidak ada sukacita ini? Kita bisa melihat bagaimana tokoh-tokoh di Alkitab mengatasi serangan depresi mereka. 

Ayub menyatakan jika kita berdoa dan mengingat berkat-berkat kita, Allah akan memulihkan sukacita dan kebenaran (Ayub 33:26). 

Daud menuliskan bahwa mempelajari Firman Allah dapat memberikan sukacita (Mazmur 19:8). Daud juga menyadari bahwa dia perlu lebih sering memuji Allah meskipun sedang berada di tengah-tengah kekecewaan (Mazmur 42:5). 

Dalam kasus Elia, Allah membiarkan dia beristirahat untuk beberapa lama dan kemudian mengirimkan seseorang, Elisa, untuk melayani dia (1 Raja-Raja 19:19-21). 

Pada zaman sekarang, kita juga membutuhkan teman-teman yang bersama-sama dengannya, kita dapat berbagi kepedihan dan sakit hati (Pengkhotbah 4:9-12). 

Coba bagikan apa yang Saudara rasakan dengan sesama orang Kristen yang Saudara merasa nyaman dan aman. Saudara mungkin akan terkejut mendapatkan bahwa mereka juga pernah menggumuli beberapa hal serupa dengan yang Saudara sekarang alami. 

Yang lebih penting untuk diingat, jika hanya berpusat pada diri sendiri, masalah kita, keperihan kita, dan khususnya masa lalu kita tidak akan pernah menghasilkan sukacita rohani yang sejati.

Sukacita tidak didapatkan melalui materi yang berlimpah, tidak diperoleh melalui psikoterapi, dan sudah jelas tidak didapatkan melalui obsesi terhadap diri sendiri. Kita, yang menjadi milik Tuhan, “bermegah dalam Kristus Yesus dan tidak menaruh percaya pada hal-hal lahiriah” (Filipi 3:3). 

Mengenal Kristus itu membantu memahami diri kita dengan sebenarnya dan seutuhnya. Melalui pemahaman rohani yang sejati kepada Kristus, tidak mungkin bagi seseorang masih memuliakan diri sendiri, hikmat, kekuatan, kekayaan, atau kebaikannya. Tapi, hanya dilakukan di dalam Kristus; dalam hikmat dan kuasa-Nya; dalam kekayaan dan kebaikan-Nya; dan dalam diri-Nya saja. 

Berdiamlah di dalam Dia, dalam Firman-Nya, dan berusaha untuk mengenal Dia dengan lebih dekat. Kalau kita berdiam di dalam Dia, Dia berjanji bahwa “sukacitamu akan penuh” (Yohanes 15:1-11).

Akhirnya, ingat bahwa hanya melalui Roh Kudus, kita dapat memperoleh sukacita sejati (Mazmur 51:11-12, Galatia 5:22, 1 Tesalonika 1:6). 

Tidak ada yang dapat kita lakukan tanpa kuasa Allah (2 Korintus 12:10, 13:4). Bahkan, makin kita berusaha mendapat sukacita dengan cara kita sendiri, makin terasa susah bagi seseorang. 

Beristirahatlah dalam tangan Tuhan (Matius 11:28-30) dan carilah wajah-Nya melalui doa dan Kitab Suci. “Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan” (Roma 15:13).

Mari bantu kami ambil bagian dengan menyebarkan seri pelajaran ini dengan Klik: Bagikan / Share. Terima kasih Tuhan Yesus memberkati.

Sumber : gotquestions.org


Benarkah "Church of Two Worlds" Gereja Dunia Orang Mati dan Hidup ?

Sebuah gereja di Washington DC, Amerika Serikat (AS), sejak lama mempunyai predikat yang terbilang unik dan misterius. Rumah ibadah bagi umat Kristiani setempat yang disebut sebagai Gereja Dua Dunia atau Church of Two Worlds, dikenal luas sebagai gereja jemaat Spiritual.
Dilansir detikTravel dari situs resminya, Kamis (28/9/2016) gereja ini demikian populer diyakini sebagai jembatan yang menghubungkan dua dunia yaitu antara dunia orang hidup dan orang mati. Didirikan pada tahun 1936 oleh Rev H Gordon Burroughs, Gereja Dua Dunia merupakan satu-satunya gereja dengan aliran spiritual di kota itu.
Jemaat setempat mempercayai bahwa pada dasarnya kalau ada kehidupan setelah kematian. Bahwa roh dari orang yang telah tiada tidaklah musnah melainkan hidup setelah kematian. Mundur ke belakang sekitar tahun 1840 hingga 1920, kepercayaan Spiritual mencapai puncak kejayaannya di AS. Hal itu dibuktikan lewat jumlah jemaatnya yang mencapai delapan juta di kala itu.
Biasanya para pengikut Spiritual kerap berkumpul dan melakukan ibadah seperti umat lain pada umumnya. Hanya saja jemaat spiritual lebih fokus akan cara untuk berkomunikasi dengan roh orang yang telah tiada. Caranya adalah melalui meditasi grup, penyembuhan lewat aura dan lainnya. Doa pun dipercaya sebagai medium untuk berkomunikasi dengan roh dari orang yang telah tiada.
Sumber : Detik

Jalan Kembali Pada Tuhan


Yeremia 3:22Kembalilah, hai anak-anak yang murtad!Aku akan menyembuhkan engkau dari murtadmu.”“Inilah kami, kami datang kepada-Mu,sebab Engkaulah Tuhan, Allah kami.

Saya melihatnya sebagai hal yang menarik saat Petrus mendapati Kristus yang bangkit, Yesus menanyakan kepadanya hal yang sama sebanyak tiga kali. Berapa kali sudah Petrus menyangkal Tuhan? Tiga. Dan tiga kali pula Yesus bertanya kepadanya, "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku . . . ?" (Yohanes 21:15-17). Petrus yang lama mungkin akan berkata, "Apakah aku mengasihi Mu? Yesus, tak ada yang mencintai Engkau sebagaimana aku."
Tetapi Petrus yang bertobat, yang baru dan telah bertumbuh berkata, "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau" (ayat 15-17)
Dua pertanyaan pertama Yesus menggunakan kata Yunani agape untuk kasih, sementara Petrus menggunakan kata yang berbeda, phileo. Agape memiliki arti kasih yang intens, utuh, setia, rela berkorban, sementara phileo merujuk kepada kasih sebagaimana dalam pertemanan. Jadi Petrus pada dasarnya berkata, "Baiklah, Tuhan, yang aku bisa nyatakan saat ini adalah bahwa aku mengasihi Mu sebagaimana seorang teman."
Saya tidak akan mengkritik Petrus karena itu. Itu adalah penilaian yang jujur tentang perasaan dia saat itu. Jangan pernah berbangga tentang seberapa besar Anda mencintai Yesus; berbanggalah tentang seberapa besar Yesus mencintai Anda. Cinta kita berubah-ubah. Terkadang hangat dan dingin. Tetapi kasih Tuhan kepada kita tak pernah berubah. Tetap ada. Karena itulah rasul Yohanes menyebut dirinya sendiri sebagai "murid yang dikasihi Yesus." Itu bukan kesombongan. Yohanes sedang mengatakan bahwa ia tahu Yesus mencintainya. Anda pun perlu tahu bahwa Yesus mencintai Anda, meskipun Anda telah menjauh dari Dia.
Mungkin Anda telah kacau balau. Mungkin Anda berada di jalan yang sesat. Jalan untuk berbaikan dengan Tuhan adalah kembali kepada-Nya. Dia berkata dalam Yeremia 3:22, "Kembalilah, hai anak-anak yang murtad! Aku akan menyembuhkan engkau dari murtadmu." Jadi ingatlah di mana Anda sebelumnya. Kembali dan bertobatlah dari dosa Anda. Kemudian mulailah hidup sesuai keinginan Tuhan.

Kalimat ringkasan: Jalan untuk berbaikan dengan Tuhan adalah dengan kembali kepada Nya.
Sumber: Renungan bersama Greg Laurie
Mari bantu kami ambil bagian dengan menyebarkan tulisan ini dengan Klik: Bagikan / Share. Terima kasih Tuhan Yesus memberkati.

September 29, 2016

Cucu Billy Graham, Tullian Tchividjian Bunuh Diri ?

Cucu dari penginjil Billy Graham, Tullian Tchividjian,mengungkapkan bahwa dirinya hampir melakukan bunuh diri setelah terungkapnya perselingkuhan, perceraian dan mengalamikehilangan pekerjaan.

Mantan pastor gereja besar ini berbagi tentang perjuangannyadalam sebuah artikel di expastors.com.
"Salah seorang konselor saya mengatakan kepada saya sejak awal, keadaan tidak menciptakan kondisi hati," tulis Tchividjian. "Sebaliknya, situasi menyingkap kondisi hati. Dan apa yangdinyatakan kepada saya tentang hati saya dalam panasnya api dari kondisi buruk sungguh menakutkan dan merusak."
Tchividjian mengakui bahwa saat itu ia berada dalam titik putus asa dan ingin melakukan pencobaan bunuh diri. Ia pun menyadari bahwa sesungguhnya yang terjadi kepadanya merupakan bom waktu yang sudah menyala beberapa tahun lalu. Hanya saja ia tidak menyadarinya ketika itu.  
"Pergeseran dari lokasi identitas saya di dalam pesan Injil kepadalokasi identitas saya dalam keberhasilan saya sebagai utusan Injilsungguh lambat dan halus," sambung Tchividjian. "Itu datangseperti air pasang yang perlahan-lahan naik daripada gelombang pasang yang tiba-tiba."
Tchividjian lebih jauh menjelaskan bahwa semakin seseorang menaruhkan identitasnya dan rasa layak ke dalam sesuatu atau manusia yang lebih kecil dari Allah maka semakin besar rasa sakit yang dialami ketika kehilangan itu semua.
Tchividjian mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pendeta senior Coral Ridge Presbyterian Church di Fort Lauderdale, Florida, Amerika Serikat, pada Juni 2015 setelah ia dan istri sama-sama memberikan pengakuan bahwa mereka berdua telah melakukan perselingkuhan. Tidak lama kemudian, ia pun mengajukan gugatan cerai pada Agustus tahun lalu.
Sumber : CBN News

Mari bantu kami ambil bagian dengan menyebarkan berita ini dengan Klik: Bagikan / Share. Terima kasih Tuhan Yesus memberkati.

Korea Utara, Puluhan Ribu Umat Kristen di Siksa dan di Giring ke Penjara

Tak heran bila negara yang dipimpin Kim Jong-un ini menjadi salah satu negara yang paling berbahaya ditinggali umat Kristen. Pasalnya, negara ini menganut paham ateis dan komunis yang cenderung dipaksakan oleh pemimpin negara tersebut. Tak heran bila banyak umat beragama yang mengalami penganiayaan, termasuk umat Kristen. (Baca Artikel : 5 Negara yang Paling Berbahaya Ditinggali Umat Kristen )
Seperti dilaporkan Christian Solidarity Worldwide (CSW), penganiayaan umat Kristen Korea Utara (Korut) semakin meningkat. Tak sedikit pula diantara mereka yang harus menerima perlakuan yang menyedihkan, mulai dari wanita-wanita yang diperkosa, sebagian disiksa, diperbudak sampai dibunuh.
CSW menyebut bahwa Korut merupakan negara yang mengekang kebebasan beragama. “Keyakinan beragama dianggap sebagai ancaman terhadap loyalitas yang dituntut oleh Pemimpin Tetringgi, sehingga siapapun yang menganut keyakinan ini dianiaya dengan berat,” tulis laporan CSW, seperti dilansir Christiantoday.com, Selasa (27/9).
Rezim diktator Kim Jung-un menyebabkan puluhan ribu orang Kristen diseret ke sel penjara politik, dimana mereka mengalami kerja paksa, penyiksaan dan bahkan dibunuh. Sementara rumah-rumah ibadah seperti kuil dan gereja hanya tinggal bangunan saja, tanpa imam atau pemimpin agama.
“Meskipun bangunan dan jasa keagamaan hadir untuk menyuarakan kebebasan beragama atau berkeyakinan, kebebasan itu sangat terbatas dan hanya ditujukan kepada pengunjung dan orang asing. Semua gereja hanya ditemukan di Pyongyang dan tidak ada bangunan yang tercatat di tempat lain,” tulis CSW.
Pelarangan kebebasan beragama Korut ini sudah terjadi sejak tahun 1950-an. Meski begitu, penyebaran injil terus berjalan secara diam-diam. Banyak orang Kristen Korut yang menjalankan misi penginjilan melalui ikatan keluarga dan organisasi bawah tanah. Mereka beribadah secara individual dan beribadah bersaama di rumah-rumah. Jika kedapatan melakukan ibadah, umat Kristen akan diadili dan dikenai hukuman.
Atas penderitaan yang dialami umat beragama di Korut, CSW mendesak masyarakat Internasional untuk mendukung tindakan dari Pengadilan Pidana Internasional menanggapi pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang terjadi di Korut. Mereka juga mendesak PBB dan komunitas Internasional lainnya mendukung agar warga Korea Utara mendapat keadilan.
“Banyak warga Korea Utara menderita karena iman mereka, dan masyarakat Internasional harus segera bertindak untuk mengakhiri impunitis dan memastikan akuntabilitas.”
Mari terus berdoa agar negara-negara yang rawat penganiayaan dijamah Tuhan dan mengalami pembaharuan. Sehingga umat Kristen di dunia diterima dan mendapat tempat yang layak untuk menjalankan keyakinannya masing-masing.
Sumber : Christiantoday.com/Christianpost.com


Mari bantu kami ambil bagian dengan menyebarkan berita ini dengan Klik: Bagikan / Share. Terima kasih Tuhan Yesus memberkati.

Bagaimana saya dapat mengampuni orang yang bersalah kepada saya?

Jawaban: Setiap orang pernah disakiti hatinya, tersinggung, ataupun difitnah. Bagaimana cara terbaik merespon saat hati kita disakiti? 

Menurut Alkitab, kita perlu mengampuni. Efesus 4:32 menyatakan, “Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.” 

Kolose 3:13 menyatakan, “Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.” 

Kunci memahami kedua ayat ini adalah kita harus mengampuni orang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kita. Mengapa kita mengampuni? Karena kita telah diampuni.

Pengampunan itu mudah dilakukan jika kita hanya perlu memberikannya kepada mereka yang datang memintanya dalam kesedihan dan penyesalan. Alkitab mengatakan kita harus mengampuni orang-orang yang bersalah kepada kita, tanpa syarat. 

Menolak mengampuni seseorang itu menunjukkan kebencian, kepahitan, dan kemarahan – dan tidak ada satu pun dari semua sifat itu yang pantas dimiliki oleh seorang Kristen. 

Dalam doa Bapa Kami, kita meminta Tuhan mengampuni kesalahan-kesalahan kita, sama seperti kita mengampuni orang yang bersalah kepada kita (Matius 6:12). 

Dalam Matius 6:14-15 Yesus berkata, “Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu." 

Dalam ayat-ayat lain yang berbicara mengenai pengampunan Tuhan, Matius 6:14-15 paling tepat dipahami sebagai ayat yang menyatakan bahwa orang yang menolak mengampuni orang lain, belum benar-benar mengalami pengampunan Tuhan untuk mereka.

Setiap kali kita tidak menaati salah satu dari perintah-perintah Allah, kita berdosa kepada Allah. Ketika kita melukai hati orang lain, bukan saja kita berdosa kepada mereka, kita juga berdosa terhadap Allah. 

Ketika kita memperhatikan betapa luar biasanya belas kasihan Allah dalam mengampuni kita, kita menyadari bahwa kita tidak berhak menahan anugerah ini dari orang lain. 

Kita telah berdosa kepada Allah dengan cara yang jauh melampaui apa pun yang orang lain dapat lakukan untuk melukai hati kita. Kalau Allah dapat mengampuni kita sedemikian rupa, bagaimana mungkin kita dapat menolak mengampuni orang lain yang bersalah kepada kita? 

Perumpamaan Yesus dalam Matius 18:23-35 itu ilustrasi yang tepat sekali untuk kasus ini. Allah berjanji bahwa saat kita datang kepadaNya untuk meminta pengampunan, Dia akan memberikannya tanpa batas (1 Yohanes 1:9). 

Pengampunan yang kita berikan juga hendaklah tanpa batas, sama seperti pengampunan Allah (Lukas 17:3-4).

Mari bantu kami ambil bagian dengan menyebarkan seri pelajaran ini dengan Klik: Bagikan / Share. Terima kasih Tuhan Yesus memberkati.


Sumber : gotquestions.org

Orang-orang Kristen yang Menyamar


Yakobus 4:4 Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.

Orang-orang Kristen yang Menyamar
Pernahkah Anda mencoba menjadi orang Kristen yang menyamar? Itulah yang terjadi pada Petrus. Ia mencoba untuk tidak menarik perhatian. Ia telah mengikuti Yesus dari jauh dan menjadi dingin, sehingga ia tertarik kepada kehangatan api musuh.
Di titik ini, Petrus kelelahan, terkalahkan, lemah dan rapuh. Kenapa pula ia ada di pelataran imam besar? Berdasarkan Matius 26: 58, "setelah masuk ke dalam, ia duduk di antara pengawal-pengawal untuk melihat kesudahan perkara itu." Petrus sudah lupa semua yang Yesus katakan tentang kebangkitan-Nya dari orang mati. Sekarang dia hanya menunggu akhirnya -- akhir dari hidup Yesus . . . akhir dari mimpinya . . . akhir dari semua yang sangat ia kasihi. Namun ini bukanlah suatu akhir. Ini akan menjadi awal baru.
Inilah masalah Petrus: dia ada di tempat yang salah bersama orang yang salah, hendak melakukan hal yang salah. Ketika gairah dalam hati kita memudar, api yang kita miliki untuk Kristus menjadi dingin, kita akan mencari kehangatan di tempat lain.
Alkitab berkata kepada kita,
Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.
Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. (Mazmur 1:1-3)
Saat Anda bergaul dengan orang-orang yang salah di tempat yang salah dan pada waktu yang salah, maka hanya masalah waktu saja sampai Anda melakukan hal yang salah.

Ringkasan kalimat: Mengikut Kristus dari jauh dapat menyebabkan Anda terpikat api unggun musuh.
Sumber: Renungan bersama Greg Laurie
Mari bantu kami ambil bagian dengan menyebarkan tulisan ini dengan Klik: Bagikan / Share. Terima kasih Tuhan Yesus memberkati.

Anda diberkati dengan website ini ?
Bantu pengembangan website
 lewat Donasi :





Transfer Bank klik:


Berlangganan Melalui Email

Masukan alamat email anda:

Pastikan emailAktif

Data Kunjungan

Blog Archive